Selasa, 27 November 2018

AGAMA TAO (2)





Kitab Suci Agama Tao
Tiidak kurang dari 1445 edisi, dan terdiri dari 1120 volume. Buku-buku tersebut dapat dilihat atau tersebar di luar klenteng dan biara-biara Tao.
  1. Kitab yang paling pokok dari agama Tao adalah Tao te Cing . Menurut Tao Te Cing, langit, bumi, sungai, dan gunung-gunung merupakan bagian dari suatu kekuatan yang lebih besar dan mencakup semuanya. Kekuatan ini yang dikenal dengan istilah Tao, dimana ia merupakan sesuatu kekuatan tak bernama serta berada di balik bekerjanya alam semesta. Kitab Tao te Cing ini bila kita terjemahkan memiliki makna “aturan mengenai Jalan dan Kebajikan”.  Kitab Tao Te Cing tersebut merupakan pemikiran dari Lao Tze yang dijadikan buku pedoman moral dan etika bagi banyak orang . Tao Te Cing dapat diartikan sebagai kitab klasik atau kuno tentang jalan dan keluhurannya, dapat dibagi menjadi dua bagian.
    1. Bagian pertama menjelaskan tentang Tao. Yang diyakini ada di mana-mana dan asal mula dari segala sesuatu yang ada di alam ini..
    2. Bagian kedua dari kitab tersebut adalah membicarakan tentang Te, yaitu daya atau kekuatan yang diperoleh dengan mengikuti Tao. Secara keseluruhan kitab Tao Te Cing ini terdiri dari 82 bab. Dalam 5000 kata itu kita diberikan sebuah ajaran yang bertema “Dari isi kembali isi dan dari kosong kembali kosong.” Yang pada intinya mengajarkan pada kita bahwa kita harus mensyukuri segalanya yang telah diberikan oleh Tuhan.
  2. Lieh-tsu, menjelaskan mengenai Tao dan perubahan-perubahannya sepanjang sejarah, serta menjelaskan tentang penciptaan alam ini.
  3. Chuang-Tzu atau Zhuang Zi merupakan kumpulan 33 (tiga puluh tiga) Bab esai yang terbagi menjadi tiga bagian: Bab Dalam (nei-p’ien). Bab luar (wai-p’ien), dan bab lain-lain (tsa-p’ien), Chuang-Tzu terangkat ketika kitab ini menjadi satu dari tiga kitab klasik Agama Tao, bersama dengan Tao Te Cing dan Lieh-tzu.
  4. Huang Tijing.
  5. Bao Pu Zi Kitab Bao Pu Puzi dibagi dalam dua bagian atau bab, yaitu :
    1. Bab pertama adalah bab “bagian dalam” yaitu bab yang dikhususkan untuk kalangan tokoh-tokoh Tao tertentu saja. Bab bagian sebelah dalam berkaitan dengan metode-metode dan teknik-teknik untuk mencapai keabadian, atau kehidupan yang kekal, termasuk juga penciptaan obat untuk memperoleh keabadian yang berasal dari zat-zat mineral.
    2. Bab kedua adalah bab “bagian luar”, yaitu bab yang menjelaskan tentang etika Konfusius, yang berkaitan dengan adat-istiadat masyarakat dan tingkah laku manusia di dunia ini, khususnya adat istiadat orang China.


Ajaran Taoisme
Inti pengajaran Taoisme adalah “Dao” () yang berarti tidak berbentuk, tidak terlihat, tapi merupakan proses kejadian dari semua benda hidup dan segala benda-benda yang ada di alam semesta. Dao yang berwujud dalam bentuk benda hidup dan kebendaan lainnya adalah De (). Gabungan Dao dengan De dikenal sebagai Taoisme yang merupakan landasan kealamian. Taoisme bersifat tenang,  bersifat lembut seperti air, dan bersifat abadi. Keabadian manusia terwujud disaat seseorang mencapai kesadaran Dao, dan orang tersebut akan menjadi dewa. Penganut-penganut Taoisme mempraktekkan Dao untuk mencapai kesadaran Dao, dan menjadi seorang dewa.
Secara terminologi, Yin dan Yang diterjemahkan sebagai negatif dan positif. Setiap benda bersifat dualisme yang terdiri dari unsur positif dan unsur negatif. Benda yang tidak memiliki unsur negatif dan positif, itu bermakna kosong dan hampa. Dalam Taoisme dikatakan bahwa manusia harus hidup menurut tata cara alam (Dao), memahami hakikatnya, dan hidup selaras dengannya.
Dao sebenarnya tidak dapat diberi nama, dan ia juga tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Dao yang sesungguhnya hanya dapat dipahami dengan melalui kesadaran rohani manusia. Akan tetapi, untuk dapat memudahkan orang mengerti akan Dao ini, maka Dao harus dijelaskan dengan kata-kata. Dao secara harafiah dapat dikatakan sebagai “jalan setapak” atau “jalan”.
Usaha menekuni ilmu keluarga Taoisme terbagi 2 (dua) bidang, yaitu : Ilmu keluar dunia dan masuk ke dunia. Ilmu keluar dunia adalah mementingkan (memelihara watak dan tingkah laku menuju kemurnian), dengan tujuan melampaui hidup biasa untuk masuk kedalam kesucian.
Ajaran Tao :
  1. Ajaran Tao tentang Jalan Kebajikan bagi ummat manusia. Sebagaimana diketahui sebelumnya, bahwa Tao secara harfiah berarti jalan yang dilalui seseorang dalam memaknai kehidupan ini dengan penuh kesungguhan dan ketabahan. Kita bisa mencermati pemahaman Konfucius yang memberi arti Tao sebagai jalan atau cara bertindak yang benar dan penuh kebajikan dalam kehidupan moral dan politik.
  2. Ajaran Tao tentang Te yang berarti kebajikan itu sendiri. Penganut Taoisme menggunakan perkataan Te untuk menyebut sistem falsafah atau dasar-dasar mistisismenya. Kata-kata ini sering diberi arti sebagai “virtue” atau “kebajikan”. Namun pengertian kebajikan sebagaimana dimaksud oleh filosof Taois tidak sama dengan pengertian yang dimaksud filosof Konfusianis. Kebajikan menurut penganut Taisme merujuk kepada sifat-sifat atau kebajikan-kebajikan yang bersifat alami, bukan kebajikan-kebajikan etis yang bercorak kemasyarakatan
  3. Satu ajaran Taoisme yang penting ialah mengenai kenisbian atau relativisme
  4. Taoisme sebagai filsafat disebut juga sebagai Tao Chia, sementara Taoisme sebagai agama disebut juga sebagai Tao Chiao. Sebagai sebuah ajaran filsafat, Taoisme bersama dengan Konfusianisme dan Buddhisme mendominasi kehidupan masyarakat Cina pada abad ketiga setelah Masehi. Ketiga aliran ini disebut juga sebagai “Ketiga Ajaran” (three teachings). Di dalam masyarakat Cina kontemporer, Konfusianisme memang memiliki pengaruh yang masih besar, tetapi tidak pernah menjadi sebuah ajaran yang memiliki institusi resmi, seperti misalnya yang terdapat di dalam Taoisme. filsafat Taoisme dan agama Taoisme juga terletak pemahaman tentang tujuan dari keberadaan manusia itu sendiri. Para filsuf Taois berpendapat bahwa tujuan setiap orang adalah mencapai transendensi spiritual. Oleh sebab itu, mereka perlu menekuni ajaran Tao secara konsisten. Sementara, para pemuka agama Taoisme berpendapat bahwa tujuan setiap manusia adalah untuk mencapai keabadian, terutama keabadian tubuh fisik (physical immortality) yang dapat dicapai dengan hidup sehat, sehingga bisa berusia panjang.
  5. Kita memandang Tao”, demikian tulis Lao Tzu, “tetapi tidak melihatnya. Kita mendengar Tao tetapi tidak mendengarkannya. Kita menyentuhnya tetapi tidak menemukannya. Bergerak ke atas, tetapi tidak terang, dan bergerak rendah ke bawah, tetapi tidak gelap. Tidak terbatas dan tidak bisa diberikan nama apapun.“ Tao tidaklah bisa dimengerti dengan akal budi dan panca indera manusia, tetapi Tao itu adalah ada-yang-nyata (real being).
  6. Jadi secara garis besar Inti Sari SiuTao adalah merevisi diri, menghilangkan kelemahan-kelemahan diri kita, serta memupuk sifat-sifat mulia.  Objek SiuTao adalah “ Diri kita masing-masing”, bukan orang lain.


Konsep Tuhan
  1. Tuhan tidak bersuara dan tidak berbentuk, kekal dan tidak akan      musnah. Eksistensinya sudah ada sebelum ada yang lain. Dialah sumber      segala sesuatu. Rohnya bersemayam dalam dan ada didalam sesuatu yang ada.
  2. Tao adalah wujud yang bebas, ia adalah tujuan dunia.Tao tidak      terpisah dari alam tapi berada didalamnya dan terpancar darinyalah sesuatu      yang berwujud.
  3. Meyakini  sang pencipta dan      yang diciptakan adalah sesuatu yang satu,tidak akan terpisah dan jika      berpisah akan musnah.
  4. Tuhan   dapat menyatu dengan benda atau makhluk.
  5. Meyakini adanya hukum langit, ia merupakan sumber kehidupan,      aktivitas dan gerakan untuk sesuatu yang ada baik di langit atau di bumi.
  6. Chuang Tse berpendapat bahwa manusia datang bersama alam dan      mencintai Tuhan.
Dewa tertinggi agama Tao adalah Tri Suci, berada dialam tanpa kutub: Yang Mulia Yu Qing, Yang Mulia Shang Qing, dan Yang Mulia Thai Qing. Selanjutnya adalah dewa terhormat dialam Thai Cik : Yang Mulia Tao Lao, Tuhan, serta Kaisar Agung Empat Kutub, Kaisar Agung Tiga Pejabat, dan para pengatur bintang selatan dan utara serta raja para bintang dan lain-lainnya.

Artikel selanjutnya :
Juga berarti hanyut dalam persatuan dengan alam, yang dengan itu memperoleh kesadaran semesta. .....   Manusia sudah memiliki jalannya masing-masing. Yang harus dilakukan manusia hanya meneliti jalan itu dan mengikuti jejak itu tanpa coba memaksakan pandangannya yang sempit .......... Jika manusia telah berhasil mengikuti jalan Dao, maka ia tidak perlu takut akan kematian. Kematian hanya mengembalikan manusia kepada Dao. ........

(Dari Berbagai Sumber)

 Compiled By : I Dewa Putu Sedana, Drs, MBA.

BACA JUGA

Agama Tao 3
Peninggalan Prabu Kalianget
Intisari Agama Hindu 1
Intisari Bhagawad Gita 

0 komentar:

Posting Komentar