Selasa, 18 Maret 2014

INTISARI AGAMA BUDHA (1)






Di Indonesia Agama yang diakui pemerintah hanyalah agama Islam, Kristiani (Katolik dan Protestan), Hindu dan Budha.  Tapi di luar Indonesia masih ada agama-agama lain yang memiliki penganut yang cukup besar, antara lain agama :
  1. Bahai
  2. Jain (Jainism)
  3. Kong Fu Tsu (Confusius)
  4. Shik (Shikism)
  5. Shinto (Shintoism)
  6. Tao (Taoism)
  7. Zen
  8. Zoroaster (Zoroastrianism)
Banyak lagi Agama lainnya yang berkembang  di luar Indonesia.   Rangkaian Artikel ini akan dimulai dari Artikel Agama Budha, 
Agama Budha
Didirikan sekitar 2.500 tahun yang lalu di India. Pendiri :  Gautama Siddhartha, atau Buddha, "Seseorang yang tercerahkan.". yang membagikan wawasan-Nya untuk membantu makhluk hidup mengakhiri ketidaktahuan/kebodohan (avidyā), kehausan/napsu rendah, dan penderitaan (dukkha), dengan menyadari sebab musabab saling bergantungan dan sunyatam dan untuk  mencapai Nirvana (Pali: Nibbana).
Buku  Suci Utama :  Tripitaka
  1. Vinaya Pitaka, isinya aturan-aturan sangha untuk biksu atau biksuni.
  2. Sutta Pitaka, isinya tentang wacana-wacana Buddha.
  3. Abhidhamma Pitaka, isinya tentang penjelasan sistematis atau ilmu pengetahuan, ajaran hukum metafisika dan psikologi dari Buddha.
serta  Anguttara-Nikaya, Dhammapada, Sutta-Nipatta, Samyutta-Nikaya dll.

Tiga Mustika (Triratna atau Ratna-traya)
  1. Buddha
  2. Dharma
  3. Sangha
Penganut : Lebih dari 300 juta tersebar di  Cina, Jepang, Sri Lanka, Thailand, Burma, Korea dan Tibet  Sekte: Budhisme kini  terbagi dalam tiga sekte utama : Theravâda, atau Hinayâna , tersebar Sri Langka dan wilayah Asia Tenggara (sebagian dari Tiongkok bagian barat daya, Kamboja, Laos, Myanmar, Malaysia, Indonesia dan Thailand) dan juga sebagian Vietnam. Selain itu populer pula di Singapura dan Australia. Mahâyâna tersebar di Cina, Jepang, Vietnam, Korea. Buddhism Zen, terkenal di Barat merupakan ajaran  Mahayana Jepang. Vajrayâna tersebar di Tibet, Mongolia dan Jepang.

Ketuhanan Yang Maha Esa adalah suatu yang tanpa aku (anatta), yang tidak dapat dipersonifikasikan dan yang tidak dapat digambarkan dalam bentuk apapun. Tetapi dengan adanya Yang Mutlak, yang tidak berkondisi (asamkhata) maka manusia yang berkondisi (samkhata) dapat mencapai kebebasan dari lingkaran kehidupan (samsara) dengan cara besamadhi.



Budha

Ringkasan:
Tujuan hidup adalah  Nirvâna. Untuk mencapai hal itu ,  dapat dicapai dengan Empat Kesunyataan Mulia,  chatvâri ârya satyâni:
1)     Kebenaran akan adanya  penderitaan (duhkha), merupakan  kenyataan dari kehidupan. Terlahir adalah penderitaan,  tumbuh dan menjadi tua juga merupakan penderitaan, sakit adalah penderitaan, kematian adalah penderitaan. Bergabung dengan apa yang tidak kita sukai adalah penderitaan, Berpisah dengan apa yang kita sukai adalah penderitaan, tidak bisa memperoleh apa yang kita harapkan adalah juga penderitaan .
2)     Kebenaran terhadap sumber (samudâya) dari penderitaan : Sumber dari penderitaan adalah karena munculnya keinginan  (icçhâ), kebutuhan yang tinggi  (tanhâ) atau kehausan   (trishnâ) terhadap kenikmatan  sensual, karena adanya keinginan untuk memiliki dan berkuasa. Keinginan membelenggu salah satu roda dari kelahiran kembali ( saµsâra ).
3)     Kebenaran akan penghentian dari penderitaan  (nirodha): Penderitaan hanya bisa diakhiri  dengan cara pengekangan keinginan dengan  mengabaikan ,melepaskan diri dan tidak bersentuhan dengan  keingingn
4)     Kebenaran akan jalan (mârga) menuju akhir penderitaan: Sarana untuk mengakhiri penderitaan adalah melalui jalan utama berunsur  delapan  (ârya âshÝânga mârga), dengan menghilangkan  kegelapan, kegelapan dalam keinginan, kegelapan dalam berbicara, kegelapan dalam  perbuatan, kegelapan dalam melaksanakan pekerjaan, kegelapan dalam berusaha, kegelapan pikiran dan kegelapan semadi. 

Artikel berikutnya :

Di dalam agama Buddha tujuan akhir hidup manusia adalah mencapai kebuddhaan (anuttara samyak sambodhi) atau pencerahan sejati dimana satu makhluk tidak perlu lagi mengalami proses tumimbal lahir............ Budhisme mengajak pengkutnya melalui tangga yang progresif dari  Dhyâna, Samâpatti dan  Samâdhi.  Dhyâna adalah meditasi,  yang menuntum penyucian secara moral dan intelektual dan untuk mencapai tuntunan  kepada kesadaran sejati ..............


(Dari Berbagai Sumber)

1 komentar: