Rabu, 12 November 2014

MISTERI JEMBATAN RAMAYANA (11)



Peta Jembatan Rama
Jembatan ini pertama kali disebutkan dalam epos Sanskrit India, Ramayana yang ditulis oleh  Valmiki. Pembangunan jembatan ini tercantum pada ayat 2-22-76, yang dinamakan  Setubandhanam, nama yang tetap digunakan sampai sekarang. Laut yang memisahkan India dan  Sri Lanka disebut  Sethusamudram yang berarti  “Laut untuk Jembatan”.
Peta yang disiapkan oleh  cartographer Belanda pada  1747, yang terdapat di Perpustakaan Tanjore Saraswathi Mahal,  menunjukkan wilayah ini sebagai Ramancoil, sebutan untuk orang Tamil Raman Kovil (atau Kuil  Rama). Peta yang lain  dibuat oleh J. Rennel tahun  1788 area ini disebut sebagai “Area dari Kuil Rama “, mengacu kepada kuil yang ditujukan untuk  Rama di  Rameswaram. Peta yang lain di atlas sejarah Schwartzberg dan juga dari sumber yang lain  seperti naskah perjalanan oleh  Marco Polo menyebutkan area ini sebagai Sethubandha dan  Sethubandha Rameswaram. . Dunia barat pertama kali menemukannya dalam buku “karya bersejarah di abad ke-9″ oleh Ibnu Khordadbeh dalam Buku tentang Jalan dan Negara (sekitar 850 M), merujuk kepada tempat yang disebut Sethusamudram yang berarti “Jembatan Laut”. Peta pertama yang menyebut daerah ini sebagai Jembatan Rama (Rama’s bridge) dibuat oleh pembuat peta dari Inggris pada tahun 1804.
Citra dari Jembatan Rama itu sendiri sangat mudah terlihat dari atas permukaan air laut karena letaknya yang tidak terlalu dalam, yaitu hanya tergenang sedalam kira-kira 1  -  2 meter (jika air laut sedang surut). Status dari jembatan tersebut masih merupakan misteri hingga saat ini, dan menurut tafsiran para ahli, diperkirakan Jembatan Rama erat kaitannya dengan wiracarita terkenal India, Ramayana.



Jembatan Shri Rama, dilihat dari udara

Pada saat Rama kembali dari Sri Lanka, Rama melaksanakan persembahyangan kepada Shiva di Rameshwaram, dimana  Sitha membuat  sebuah  Linga dari pasir. Tempat itu masih merupakan tempat yang paling dimuliakan  dalam Hinduisme. Sri Lanka juga memiliki relief Ramayana. Ada beberapa gua seperti  Air terjun Rawana Ella, dimana  Rawana dipercaya menyembunyikan Sitha untuk mencegah  Rama untuk menemukannya. Kuil  Sitha Amman di  Nuwara Eliya terletak dekat Asokavana dimana  Rawana menyembunyikan tawanannya.
Semua tempat-tempat yang dikunjungi  oleh Rama tetap meninggalkan kenangan atas kunjungannya, seolah-olah hal itu terjadi baru kemarin.  Waktu di India adalah relatif. Beberapa tempat diperingati sebagai kuil yang lainnya diperingati merupakan kunjungan sesuai dengan ceritera rakyat. Tapi semuanya percaya bahwa Rama pergi dan kembali ke Ayodhya. Mengapa harus ragu bila huhungan antara naskah kuno, arkeologi dan tradisi lokal bertemu? Mengapa harus ragu mengenai kaitan antara jembatan Rama dengan Shri Rama, bila tidak ada seorang Indiapun yang menyatakan dirinya membangun jembatan tersebut? Mengapa ragu bila Rama bepergian melalui Dandakaranaya atau Kishkindha, dimana penduduk asli local  yang non-Weda masih bercerita mengenai kisah Rama? Mengapa ragu bahwa Shri Rama lahir dan memerintah Ayodhya?.

Artikel selanjutnya :
….. beberapa Organisasi Hindu menentang pengerukan melalui area yang  religius  – Jembatan Shri Rama populer seperti yang dijelaskan di Ramayana – dan menyarankan untuk menggunakan jalur lain untuk terusan agar tidak merusak Jembatan Rama. ….. “Umat Hindu dunia mesti menyelamatkan jembatan ini, karena ia tak saja merupakan warisan dunia, tapi satu-satunya bukti fisik yang diwariskan Ramayana,” ……. Penolakan terhadap pengerukan juga menekankan pada akibat di bidang ekologi  dan kelestarian samudera, juga kemungkinan hilangnya potensi cadangan thorium di area tersebut dan meningkatkan resiko kerusakan akibat tsunami. ……..

Compiled By : I Dewa Putu Sedana, 

0 komentar:

Posting Komentar