Selasa, 11 November 2014

ZOROASTRIANISME, Mayat Penganutnya Digeletakkan di Menara (2)




Ringkasan
Zoroastrianisme didirikan  sekitar  2,600 tahun yang lalu di Iran. Pendiri : Spenta Zarathustra (Zoroaster). Kitab Suci : Bagian dari Zend Avesta (Bahasa Persia) dan Dasatir. Penganut : sekitar 125,000 orang, umumnya di dekat Mumbai, mereka disebut Parsis. Sekte :  Shahenshai, Kadmi and Fassali.
Dasar ajaran dari Zarathustra adalah monotheisme, yaitu menyembah hanya satu Tuhan, Ahura Mazda. Sedangkan Angra Mainyu, yang merupakan Sang Kegelapan dan lawan dari Ahura Mazda, Agama ini mengajarkan bahwa Tuhan itu ada dua, yaitu: Tuhan Terang yang diberi nama Ormuz dan Tuhan Gelap yang dinamakan Ahriman. Konsep kosmologi Zoriastrianisme tersusun dalam 3 momen: Penciptaan dunia,  Pewahyuan agama  Mazda, dan Trasfigurasi akhir. Moralitas Zoroaster diungkapkan dengan tiga kata, yaitu : Humat (Pikiran Baik), Huklit (Perkataan Baik), Huvarsht (Perbuatan Baik).
Menjelang akhir zaman akan turun 3 juru selamat yaitu: Aushedar,  Aushedar-mah, Dan  Shayoshant. Kitab suci  Zoroaster : Avesta  dibagi menjadi Khurda Avesta dan Kalan Avesta yang juga dikenal dengan Zend atau Maha-Zend. serta Dasatir dibagi  menjadi 2 bagian yaitu: Khurda Dasatir dan Klan Dasatir, Penganut Zoroastrianisme beribadah di dalam kuil yang disebut dengan Kuil Api, dimana  api dibiarkan menyala terus-menerus . Api bukan saja menyimbulkan kehadiran Tuhan tetapi juga sebagai simbul kesucian. Penganut Zoroaster melaksanakan pelbagai ibadah agama  diantaranya dipusatkan pada pemujaan terhadap api. Mereka dapat berdoa di mana saja seperti di gunung-gunung, sungai-sungai, ladang-ladang ataupun di rumah. Ritus Naojote merupakan sebuah ritus yang dijalani oleh anak-anak yang berusia antara tujuh hingga sepuluh tahun. Istilah Naojote berasal dari kata nao yang berarti baru dan jote atau zote yang artinya mempersembahkan doa-doa.
Zoroastrianisme menganggap mayat  tidak suci dan harus dihancurkan secepat mungkin, ia tidak boleh disentuh oleh 4 elemen suci : air, udara, bumi dan api. Dan  tidak diizinkan dikubur atau dibakar. 
Ribuan penganut Zoroaster  berkumpul di udara dingin bersalju di pegunungan, berkumpul untuk menghidupkan api unggun raksasa yang  dirayakan penganut kepercayaan Zoroaster yang minoritas. Festival itu disebut sebagai Sadeh.
Zoroastrianisme tidak menekankan pentingnya konversi. Kini, komunitas Zoroastrianisme dapat ditemukan selain di Iran dan India, juga di kota-kota besar seperti LondonNew York, Chicago, Boston dan Los Angeles.


Zoroaster Mendapat Penglihatan

Sebelah Utara  Iran, di kota Azarbaijan, tinggal seorang lelaki bernama Porushop Spitama, dari suku Spitama, bersama istrinya Dughdova yang cantik jelita yang ketika itu masih berusia 15 tahun, lebih kurang pada tahun 660 SM, isterinya yang belum dijamah suaminya itu melahirkan seorang putera yang diberi nama Zarathustra (Yunani :. Zoroaster), Dia  dilahirkan dalam keluarga imam dari Spitamids dan Spitāma leluhurnya disebutkan beberapa kali dalam Gathas. Pada saat kelahiran bayi itu kepala kaum Majus di tanah Iran bernama Durashan mendadak gemetar ketakutan amat sangat dan beroleh firasat bahwa seorang bayi baru telah lahir kedunia yang kelak akan menghancurkan agama Majusi beserta pemujaaan berhala dan akan memusnahkan kaum Majus dari permukaan bumi.
Zarahustra adalah generasi pertama Indo-Iran. Mata pencaharian penduduknya adalah bertani. Ayahnya bernama Pourushaspa memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga Ksatria Spitama yang merupakan generasi ke 45 dari Gayomart manusia pertama (seperti halnya Adam). Ibunya bernama Dughdova berasal dari Marga Hvogva

Artikel selanjutnya :
Zarathustra sewaktu masih kecil diceritakan sagat cerdas dan tangkas bicara sehingga teman-temannya sangat segan kepadanya ……. . Ajarannya yang sangat berbeda dengan kepercayaan yang ada pada waktu itu menyebabkan Zarathustra mendapat tekanan. Anggapan ini sering di bantah karena pada dasarnya Zoroaster juga masih mengakui dewa-dewa pagan yang diantaranya adalah, Dewa Vahista, Dewa Vohu Manah (dewa sapi), Dewa Kesharta Vairya, Dewa Spenta Armaity, dan Dewa Haurvatat, kelima Dewa ini di definisikan dengan hakikatnya masing-masing……… Kita bisa menyimpulkan bahwa Zoroastrianisme adalah agama monotheisme pertama di dunia. …….

Compiled By: I Dewa Putu Sedana, Drs, MBA.
(Dari Berbagai Sumber)

0 komentar:

Posting Komentar