Sabtu, 14 Desember 2013

DESA ALAS ARUM DIGANGGU SANG KALA TIGA




Kisah Jayaprana dan Layonsari, kisah cinta penuh kesetiaan yang sangat memilukan boleh dikatakan dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Bali yang dewasa, baik diketahui melalui ceritera, tulisan dan kebanyakan melalui pertunjukan kesenian. Namun kisah mengenai Prabu Kalianget, belum banyak diketahui.  Karena itu berikut ini akan disajikan beberapa tulisan mengenai beliau yang sumbernya diambilkan dari :
Kalianget Buleleng.Blogspot.Com
Damuh.Toya.Melablab
Dharmadefender.blogspot.com 
Aryaoka.wordpress.com
Saduran Terjemahan Penglintih Satria Dalem Kaleran.

Semoga lebih membuka wawasan kita.




DESA ALAS ARUM DIGANGGU SANG KALA TIGA
Desa Kalianget  yang merupakan desa peninggalan sejarah, yang dulunya merupakan  daerah yang sangat tandus. Di pinggiran pantai tumbuh semak- semak, hutan belukar yang sangat lebat di sekitarnya banyak tumbuh pepohonan yang menyebarkan bau Arum tatkala berbunga, seperti pohon pandan harum, pohon pudak dan beberapa pepohonan lainnya. Karena pohon- pohon tersebut saat berbunga menyebarkan bau yang harum, dan di sampingnya tumbuh pepohonan yang besar dengan semak belukar yang lebat sehingga daerah itu dinamai Alas Arum. Keharuman daerah itu yang menghiasi alam sekitarnya mempunyai kesan dan ciri khas tersendiri, namun dengan adanya  pepohonan yang besar-besar, semak belukar yang lebat member kesan   angker. Dan  memang benar daerah itu adalah daerah yang sangat angker, pepohonan dan semak belukar yang lebat menjadi tempat para dedemit,  jin, peri, dan mahluk gaib lainnya yang senatiasa mengganggu ketenteraman penduduk yang tingal di sekitarnya. Para penduduk selalu dihantui rasa ketakutan karena  kerusuhan yang dilakukan para dedemit Kala Tiga yakni Kalamertyu, Kalanjaya, dan Kalantaka. Ketiganya paling senang membikin malapetaka lewat kesaktiannya. Bahkan saking saktinya, para Dedemit, Lelembut, Gamang dan Memedi yang semua mahluk halus takluk kepada Sang Kala Tiga.

Hal ini mengakibatkan warga Alas Arum  hidupnya tak pernah tenang gara-gara ulah Sang Kala Tiga. Sehingga Dalem Gelgel Klungkung menaruh perhatian khusus terhadap desa Alas Arum.  Dalem Gelgel lantas memerintahkan Dalem Dasar Agung untuk datang ke Alas Arum yang terletak di Den Bukit ( Buleleng ). Dalem Dasar Agung  diiringi sekitar 200 prajurit dari Kaba-Kaba, selain dilengkapi ilmu kedigjayaan, juga dilengkapi dengan senjata mematikan. Tujuan mereka tak lain menuju Alas Arum.  Di desa itu mereka membabat hutan dan mendirikan sejumlah bangunan suci, taman dan rumah tempat tinggal, serta membuat ladang tempat bercocok tanam. Akibatnya para dedemit, memedi, lelembut, gamang dan para pendukung Sang Kala Tiga yang berkuasa kala itu manjadi marah besar, karena pohon tempat tinggalnya di babat oleh prajurit Dalem Dasar Agung.  Dengan kesaktian yang dimiliki Sang Kala Tiga mengamuk dan menyebarkan wabah besar (gerubug gede), sepanjang hari warga menguburkan mayat tanpa putusnya. Bila malam tiba, lolongan anjing meraung raung,disertai suara burung gagak, seolah menjemput kematian, demikian juga suara kodok, jangkrik dan suara cekikikan ketawa dari Sang Kala Tiga, Wargapun tidak berani keluar malam, dan keesokan paginya pasti ada warga Alas Arum yang meninggal. Dan pada akhirnya dua kesaktian yang berlawanan milik sekelompok manusia berhadapan dengan kesaktian mahluk halus. Sejumlah prajurit utusan Gelgelpun tak bisa menandinginya dan tiap hari jumlah mereka semakin tipis dan hampir habis, Dalem Dasar Agung pun khawatir  dan sejumlah prajurit yang tersisa diutus menghadap Raja   di Puri Gelgel, Klungkung untuk meminta bantuan.  Maka di hadapan sang Raja utusan tersebut menceriterakan kejadian yang menimpa warga  dan jungjungannya.  




Permasalahan yang dihadapi Dalem Dasar Agung itu membuat Dalem Gelgel sangat prihatin . Maka di perintahkanya I Dewa Kaleran Pemayun Sakti (Dalem Ngurah Kaleran) untuk membantu Dalem Dasar Agung. I Dewa Kaleran Pemayun Sakti yang di persenjatai keris pusaka : I Baan Kau, I Kala Rau, I Sekar Sandat, I Ratu Pande, I Baru Ngit, Aji Kayohana dan diringi ratusan prajurit menelusiri hutan menuju desa Alas  Arum di Denbukit. Ilmu kesaktian I Dewa Kaleran Pemayun Sakti memang lebih tinggi ketimbang  Dalem Dasar Agung. Karenanya, di tengah perjalanan, I Dewa Kaleran Pemayun Sakti juga selalu mengucapkan bait-bait mantra yang mampu membangkitkan kesaktiannya . Di sebuah desa di wilayah Culik, Karangasem, beliau sempat membuktikan kesaktian ilmu dan keris pusaka miliknya, berhasil menundukkan lawanya. Wilayah desa itu hingga kini dikenal dengan sebutan Purwabaya atau Purbaya


Artikel selanjutnya :
Apakah langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Dalem  Gelgel, Klungkung untuk menghadapi Sang Kala Tiga. Mampukah wabah besar yang ditebarkan oleh Sang Kala Tiga ditanggulangi ?.

1 komentar:

  1. Om Swastiastu , Izin Share gih bapak Dewa.. Niki tyng cari, biar tahu sejarah desan tyang. Suksma..

    BalasHapus