Jumat, 07 Maret 2014

DWARAWATI MUNCUL DARI LAUT (2)



Dwarawati (Kota dengan banyak pintu gerbang)  terletak di Saurashtra, disuatu titik dimana sungai Gomti bertemu dengan laut Arab dikenal dengan beberapa nama seperti  Dwaraka, Dwarka., jDwaramati  dan Kushsthali (gerbang menuju kebahagiaan),  Swarnapuri, (kota emas), Swarnadwarika, (gerbang keemasan).
Nama Dwarawati lebih dikenal dengan. Dwarka berasal dari kata Sanskrit. Kata  “Dwar” berarti pintu . Di masa lalu bila seseorang datang dari barat masuk ke India  akan melalui   Dwaraka  Dwaraka adalah sebuah kota/kerajaan yang berdiri di zaman Mahabharata.  Mengenai kapan  era Mahabharata itu, belum ada kesepakatan diantara para ahli tapi kisarannya antara tahun 5000 SM – 1500 SM Kota Dwarka yang modern terletak di Jamnagar, Distrik Gujarat, yang terletak diujung barat laut pantai India. Dwarka merupakan salah satu dari tujuh tempat yang paling suci bagi umat Hindu di India, dan Varanas merupakan  yang paling suci.



Krishna

Latar Belakang  Pembangunan Kota Dwaraka
Setelah membunuh  Kamsa, Krishna  dan kakaknya Balarama menunjuk  Ugrasena  naik tahta di Mathura. Mertua Kamsa Jarasandha, penguasa  Magadha marah besar akan hal ini. Dia berkali-kali menyerang  Mathura untuk membalas atas kematian Kamsa. Meskipun Krishna dan pasukan  Yadawa yang jumlahnya sedikit mampu untukmembendung serangan tersebut,
Riwayat Sri Krishna yang termuat dalam naskah suci  Srimad Bhagavatam, menjelaskan tentang  pembangunan Dwaraka, ketika Sri Krishna memerintah  kota  Mathura, kerajaan ini berkali-kali sekitar 17 kali  diserang oleh  Jarasandha,  raja tirani dari  Magadha (kini  Bihar), Dalam penyerangan itu  Magadha menderita kekalahan  dan pada serangannya yang ke 18, Krishna memutuskan untuk membangun kota yang terpisah pada sebuah pulau diselatan India, untuk melindungi penduduknya, wangsa Yadawa dari kesulitan dalam menghadapi perang yang berulang-ulang. Kota ini hanya bisa dicapai dengan kapal. Pada  Sabha Parwa diceriterakan perjuangan Krishna  dengan para pengikutnya   untuk menyelamatkan diri dari serangan Jarasanda  terhadap  Mathura .
Krishna memilih lokasi yang terpencil jauh dari jangkauan Jarasandha.Beliau memilih pantai barat, jauh dari Mathura, dan menghabiskan setahun untuk membuat perencanaan kota Beliau membangun dari sisa yang tenggelam  dari kerajaan sebelumnya Kushasthali. Krishna mereklamasi ratusan mil  dan meminta Vishwakarman, arsitek suci agar memberikannya sebuah kota.
Kota Dwaraka
Pantai Barat  Gujarat  secara tradisional merupakan tanah wangsa   Yadawa,.Menurut  Bhagavad Purana, Krishna memimpin perpindahan wangsa  Yadawa ribuan kilometer kearah barat dan membangun  Dwaraka, sehingga mereka bisa memulai kehidupan yang  baru bebas dari musuh-musuhnya.
Pada jaman dahulu didalam lumpur pernah terletak sebuah kerajaan mistis. Kota terdiri dari 900 istana semuanya terbuat dari emas. Riwayat mengenai kota itu semistis riwayat  dari pendirinya.  Yang memerintah kerajaan ini adalah Sri Krishna. Dwaraka sebagai kota emas memiliki banyak Dwara atau Gerbang yang dihubungkan ke daratan utama dengan jembatan.
Dwaraka merupakan sebuah Negara kota yang terbentang sampai ke Bet Dwaraka (Sankhodhara) di utara dan Okhamadhi di selatan. Ke timur membentang sampai Pindara. Perbukitan dengan ketinggian  30 sampai  40 meter  pada sisi timur  Sankhodhara mungkin yang disebutkan sebagai  Raivataka pada  Mahabharata. Garis besar tata letak kota  Dwaraka seperti yang disebutkan pada naskah-naskah kuno  sesuai dengan kota yang diketemukan tenggelam. Empat pagar yang diketemukan masing-masing memiliki satu atau dua jalan masuk. Pelabuhan  Aramda yang menuju  ke  Bet Dwaraka merupakan pintu masuk yang pertama  di bagian luar. Pada sisi benteng masuk ke Dwaraka yang tenggelam  menyerupai pahatan  di Kusinagara dan  Sravasti  pada pintu masuk ke candi Sanchi. Prasada yang disebutkan dalam epos mestilah tembok tinggi yang kuat  dari kota Dwaraka, sebagian darinya masih berdiri. Pada epos disebutkan bahwa bendera berkibar di kota Dwaraka. Hal ini nampaknya terkait dengan batu untuk menancapkan bendera yang diketemukan pada dasar laut waktu penggalian. Umashankar Joshi di daerah Kugasthali yang tercantum pada  Mahabharata mestilah  Bet Dwaraka.


Gambaran Artis, Kota Dwaraka

Dwaraka sebagai tempat yang penting  sebagai salah satu tempat suci umat Hindu, dikenal sebagai ibu  kota kerajaan Shri Krishna. Sebelumnya merupakan wilayah berburu Ekalavya. Dronacarya juga tinggal diwilayah ini. Krishna memutuskan untuk membangun kota baru ditempat ini  Beliau menamakan kota yang baru itu Dwaravati.
Mahabharata  dan  Bhagwata  Purana dan naskah kuno yang lainnya, menggambarkan keindahan kota Dwaraka. Material yang paling mahal dan yang paling baik saat itu digunakan. Merupakan suatu kebiasaan menggunakan batu mulia, emas dan perak  sebagai material bangunan. Dwaraka merupakan kota mawar dan emas. Istana dan beberapa gedung dibangun dengan emas. pada puncak menara. Lantainya dibuat dari batu jamrud / emerald. Batu mulia melapisi tembok dan pada  lengkungan kristal dibagian atas ditatah dengan emas. Gedung-gedung dihias dengan indah  dan ukiran-ukiran menghiasi dinding   Meskipun bagian bawahnya terbuat dari perak, perunggu dan besi
Kerajaan  Dwaraka memiliki segel untuk bisa masuk ke kota. Setiap penduduk memperoleh satu segel tanah liat  yang harus ditunjukkan  bila mereka ingin memasuki  gerbang kiri yang tebal  Segel  Dwaraka berupa binatang berkepala tiga   dan segel serupa sekarang sudah diketemukan di dasar samudera.
Arsitektur Dwaraka sangat indah . Penjelasan yang menarik dijumpai  pada  Purana: ” Khawatir akan diserang oleh  Jarasangha dan  Kalayvan dari  Mathura, Sri Krishna dan wangsa  Yadava meninggalkan  Mathura dan tiba di pesisir  Saurashtra. Mereka memutuskan untuk membangun ibu kota  dipesisir pantai dan mengundang  Vishwakarma, untuk pembangunannya.,  Vishwakarma  menyatakan pembangunan bisa diselesaikan bilamana  Samudradeva, penguasa samudra  menyediakan  daratan. Sri Krishna memuja  Samudradeva, yang dengan senang hati  menyediakan dan memberikan daratan seluas 12 yojan  dan  arsitek Vishwakarma membangun  kota emas  Dwaraka,”



Segel Tanah Liat, Untuk Masuk Kota Dwaraka

Secara umum tata letak kota Dwaraka yang tercantum pada naskah kuno sesuai dengan kota yang tenggelam. Misalnya : “Daratan direklamasi dari laut dekat pantai barat Saurashtra. Sebuah kota direncanakan dan didirikan disini. Dwaraka adalah kota yang terrencana  pada karang sungai Gomati. Dwaraka, disiapkan terdiri dari enam sector yang berbeda yang saling berhubungan. Dua jalan utama,masing-masing lebarnya 18 m , menghubungkan tiga bangunan disebelah timur dan ditemukan enam format dalam satu garis
Kota yang didirikannya membentang sepanjang 104 km.Kota ini sangat baik disamarkan  dan dikelilingi dengan  parit  dihubungkan dengan jembatan-jembatan , yang bisa dipindahkan bila ada serangan musuh. Dari penemuan artefak pada penggalian arkeologis  menunjukkan kota Dwaraka (modern) merupakan pemukiman yang ketujuh  pada wilayah ini. Kota-kota sebelumnya pada kurun waktu yang berbeda-beda tenggelam kedasar laut.. Mandira  Dwarkadhish diperuntukkan sebagai stana Sri Krishna, merupakan tujuan utama para peziarah.Sebagian darinya berasal dari abad  ke 12 -13  dan yang lainnya dari abad ke 16, tetapi Mandira  Jag , diperkirakan berusia  2,500 tahun. Pada bagian depan bangunan   terpahat indah dan ditunjang  dengan 60  pillar yang kukuh.  Banyak ukiran yang berasal dari perioda Maurya, Gupta dan  Chalukya. Beberapa darinya berasal dari Jaina dan  Buddha. Mandira ini tingginya sekitar  50  meter.
Plaza, Istana dan beberapa Fasilitas umum, sebuah aula yang disebut Sudharma Sabha dibangun untuk keperluan rapat-rapat umum. Kota juga dilengkapi dengan pelabuhan yang baik”
Tamannya secara khusus disebutkan. Yang penuh dengan tanaman buah-buahan dan bunga, pohon pelindung ditanam disepanjang jalan raya.  Danau buatan dan kolam penuh ditumbuhi lotus  dan pancuran serta air terjun menyejukkan mata. Pohon “nirwana”  Parijaata ditanam dalam jumlah yang banyak



Dwaraka Oleh  Uma Shankari
Foto   Silicon, India

Bendera berwarna warni berkibar  diatas tembok dan kebersihannya sangat luar biasa.  Bhagawatam Purana menjelaskan : Untuk menyambut kedatangan  Krishna kembali ke kotanya semua jalan, gang disapu dan diperciki  air yang wangi, karangan bunga lotus  digantung disetiap lengkungan, dan pada setiap tangga rumah dupa dibakar  sehingga mengharumkan udara .  Pada acara itu dari lantai rumah yang lebih tinggi wanita menaburkan bunga dan karangan bunga sambil turun kejalan yang diiringi musik dan tarian


Artikel berikutnya :
Pemukiman Dwaraka dibuat untuk tidak mudah dicapai.  Dindingnya dihias dengan jam dinding dan mesin yang mengeluarkan api, cairan yanag tak terbakar dan peluru. Struktur dan lokasinya dibuat untuk tidak mudah dicapai  dan hanya bisa dihancurkan bila ada serangan dari udara.
Salwa terbang terlalu tinggi sehingga tidak terlihat  tapi Krishna  meluncurkan senjatanya untuk menghantamnya sehingga hancur dan jatuh ke bumi. (Gambaran yang diberikan mirip dengan sebuah peluru kendali).

Dari penggalian arkeologi, naskah-naskah serta  data astronom,   para ahli dan ilmuwan tiba pada satu pandangan bahwa Krishna sesungguhnya seorang figur historis

Compiled By: I Dewa Putu Sedana, Drs, MBA.

Sumber :
(Dicantumkan pada Artikel  No 14, GERHANA BERPASANGAN)
  1. A Tribute to Hinduism, source: Discourses on Hindu Avataras  – By Annie Wood Besant
Dst
     33. Year of Mahabharata — Full Article Text , Daily Pioneer

BACA JUGA :

Dwarawati Muncul Dari Laut 3
Jainisme, Agama yang Atheis 1
Misteri Jembatan Ramayana (I)
Fisika Quantum, Menembus Ruang dan Waktu 1

0 komentar:

Posting Komentar