Jumat, 07 Maret 2014

GELOMBANG OTAK UNTUK MEDITASI (2)



Gelombang Otak Lambda dan Gamma.

Bagi praktisi meditasi, sangatlah perlu untuk memahami gelombang otak
Alpha, Theta dan Delta. Gelombang otak yang terjadi pada saat bermeditasi.
Gelombang otak Alpha (8 12 cps) terjadi saat melaksanakan meditasi terdalam.
Gelombang Lambda dengan frekuensi yang sangat tinggi,
 sering dikaitkan dengan  pengalaman di luar tubuh.
Meditasi kasih sayang,  membuat otak seseorang “menyala” sesuai dengan
ritme kesadaran universal.




Gelombang Beta, Alpha, Theta, dan Delta adalah komponen pembentuk kesadaran kita. Keempat gelombang itu beroperasi dalam satu jalinan komposisi rumit yang menentukan kondisi kesadaran kita dalam suatu saat. Akan tetapi selalu ada jenis gelombang otak yang dominan, yang menandakan aktivitas otak saat itu. Misalnya jika kita tertidur, maka gelombang otak yang dominan adalah Delta. Gelombang otak bisa dimanipulasi (diprogram) dengan cara mendengarkan suara yang sudah diatur frekwensinya untuk mendapatkan efek-efek tertentu sesuai kebutuhan.

Gelombang otak utama terdiri dari : Gelombang otak  Beta (12 – 25 cps) muncul saat melakukan kegiatan berpikir, berinteraksi, dan menjalani kehidupan sehari.  Gelombang otak Alpha (8 12 cps) terjadi saat melaksanakan meditasi terdalam karena Gelombang Alpha sebagai jembatan penghubung antara pikiran sadar dan bawah sadar.  Gelombang otak Theta (4 – 8 cps) saat memasuki alam bawah sadar yang mengalami kondisi meditasi sangat mendalam, terjadi juga saat menjelang tidur. Gelombang otak Delta (0,1 – 4 cps). Banyak dimanfaatkan oleh seseorang yang berprofesi sebagai paranormal dan penyembuh. Dari gelombang otak  diatas, bagi calon praktisi meditasi, sangatlah perlu untuk memahami gelombang otak Alpha, Theta dan Delta, yang terjadi pada saat bermeditasi.

Berikut ini diuraikan Gelombang otak dari frekuensi yang tertinggi sampai frekuensi yang terlemah.






1. Gelombang Lambda :  (dengan frekuensi tepat 200 Hz),  yang merupakan  geolombang-gelombang supernatural atau berhubungan dengan kemampuan  yang luar biasa. Adalah getaran pusat syaraf (otak) yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya sedang berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum, sangat panik, ketakutan, “nerveus”, 

Gelombang Lambda dengan frekuensi yang sangat tinggi, sering dikaitkan dengan pengalaman di luar tubuh. Baik Lambda maupun Epsilon (dengan gelombang otak yang sangat rendah), tidaklah terjadi pada saat kondisi terjaga yang normal pada manusia normal. Bahkan juga sulit dideteksi oleh EEG. Frekuensi ini muncul pada orang yang memiliki intelegensi yang super dan yogi.  Pendeta Tibet yanag duduk berjam-jam diatas salju dengan pakaian yang sangat minim, memiliki gelombang otak Lambda yang tinggi. Energy dengan frekuensi tinggi memenuhi tubuhnya melalui cakra mahkota yang mengakibatkan tubuhnya berradiasi panas dan mencairkan salju.




2.  Gelombang Gamma : dengan frekuensi (16 hz – 100 hz) yang terjadi pada saat seseorang mengalami kondisi mental yang sangat kuat. Misalnya saja saat tampil di muka umum, sedang berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan,  panik, dan ketakutan. Dalam kondisi ini, tubuh mempunyai kesadaran yang penuh. Berdasarkan penyelidikan Dr. Jeffrey D. Thompson (Center for Acoustic Research) di atas gelombang Gamma sebenarnya masih ada lagi yaitu gelombang Hypergamma (tepat 100 Hz ) Gelombang otak  Gamma adalah frekuensi gelombang otak yang paling cepat dengan amplitudo yang sangat kecil. Hal itu dikaaitkan dengan “perasaan yang memperoleh rahmat”  seperti yang disampaian oleh penekun meditasi yang sudah berpengalaman , seperti para pendeta. Dalam gelombang otak Gamma anda terasa berada  “dalam suatu wilayah” dengan perasaan bahwa anda mempu untuk mengerjakan apapun. Rendahnya aktivitas gelombang otak Gamma, dikaitkan dengan kesulitan belajar, memori yang buruk dan ketidak seimbangan mental. Orang-orang dengan level aktivitas gelombang otak Gamma yang tinggi adalah orang-orang yang memiliki intelegensi yang tinggi, memiliki rasa belas kasihan yang tinggi, merasa berbahagia, memiliki memori yang sangat baik dan pengendalian diri yang kuat, prestasi yang tinggi, seperti atlit yg berprestasi, musisi yang handal, dan memiliki pencapaian yang tinggi di segala bidang.. Nilai IQnya juga sangat tinggi.

Keuntungan dengan frekuensi Gamma : Meningkatkan ingatan memori, meningkatnya persepsi panca indra, meningkatkan pemusatan fikiran. Dan yang luar biasa adalah otaknya mampu memroses banyak informasi dengan sangat cepat. Orang-orang dengan aktivitas Gamma tinggi, umumnya lebih berbahagia, lebih tenang dan lebih damai hatinya. Gelombang Gamma terjadi selama tidur REM (Rapid Eye Movement). Rasa belas kasihan muncul dari rasa bersatunya dengan semua ciptaan Tuhan. Lalu bagaimana caranya untuk mencapai hal ini. Caranya adalah : Meditasi. Para ahli berpendapat bahwa kita bisa meningkatkan  frekuensi Gamma dengan cara fokus kepada cinta kasih. Gizi untuk pikiran barangkali meditasi kasih sayang, yang membuat otak seseorang “menyala” sesuai dengan ritme kesadaran universal. Sebenarnya masih ada lagi gelombang otak yaitu gelombang Hypergamma ( tepat 100 Hz ) dan gelombang Lambda (tepat 200 Hz), akan berpengaruh pada kemampuan Supranatural, Metafisika dan Levitasi.

SUMBER – SUMBER : (Dicantumkan pada artikel : Gelombang Otak Untuk Meditasi (6)
1.    BrainEv Forum
………………..

0 komentar:

Posting Komentar