Selasa, 11 Maret 2014

GELOMBANG OTAK UNTUK MEDITASI (3)



Gelombang Otak Beta, Sensori Motor Rhytm, dan Alpha 

Gelombang  Beta  merangsang otak mengeluarkan hormon kortisol dan norefinefrin
yang menyebabkan cemas, khawatir, takut, marah, panik serta mengalami tekanan perasaan, sukar tidur (insomnia) serta stres dan tidak mampu memfokuskan pikiran.
Gelombang Alpha sangat diperlukan, 
 untuk menghasilkan perasaan relaksasi yang mendalam.
Alpha merupakan gelombang otak yang sangat mempengaruhi kekuatan bawah sadar.
Orang yang memulai meditasi, juga menghasilkan gelombang Alpha.
Para penderita epilepsi, autisme  tidak mampu berkonsentrasi
atau fokus pada suatu hal yang dianggap penting, karena  ternyata tidak menghasilkan
gelombang Sensori Motor Rhytm




Gelombang  Beta, frekuensi  (12 hz s/d 19 hz), Beta dihasilkan oleh otak yang frekuensinya  tinggi yang merupakan getaran pusat syaraf (otak) yang dihasilkan dari proses berpikir secara sadar merupakan gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang terjaga penuh, ketika  melakukan kegiatan  sehari-hari dan berinteraksi dengan orang lain. Bersama dengan gelombang lainnya, Beta sangat dibutuhkan dalam proses kreatif. Tanpa Beta, semua kreativitas yang merupakan hasil pikiran bawah sadar akan tetap terkunci di bawah sadar, tanpa bisa terangkat ke permukaan dan disadari oleh pikiran. Walaupun Beta merupakan satu komponen yang sangat penting dalam kondisi kesadaran kita, bila kita beroperasi semata-mata hanya dengan jenis gelombang ini, tanpa didukung oleh frekuensi yang lebih rendah, maka akan menghasilkan satu kehidupan yang dipenuhi dengan kekhawatiran, ketegangan, dan proses berpikir yang tidak fokus. Kondisi Beta cocok untuk tujuan menyelesaikan suatu pekerjaan secara serius, seperti mengerjakan soal, ngebut, mengerjakan tugas kritis dan serius.  Bila kita berada dalam gelombang Beta dengan fokus yang terpecah kita tidak akan bisa belajar atau menerima apapun. Gelombang  ini juga merangsang otak mengeluarkan hormon kortisol dan norefinefrin yang menyebabkan cemas, khawatir, takut, marah, panik serta mengalami tekanan perasaan, sukar tidur (insomnia) serta stres dan tidak mampu memfokuskan pikiran. Akibatnya penyakit mudah datang bila terlalu aktif di gelombang ini, khususnya pada  gelombang otak Beta tinggi.

Saat seseorang berada di gelombang Beta, otak (kiri) sedang aktif digunakan untuk berpikir, konsentrasi, dan sebagainya. Sehingga gelombangnya meninggi. Jika kita memberi nasehat kepada mereka yang berada di frekuensi ini, nasehat tersebut akan dianalisis terlebih dahulu sesuai dengan kemampuan analisisnya. Karena  itu agak sukar untuk memberikan nasehat  seperti apa yang kita inginkan kepada orang yang berada di frekuensi ini. Bila kita ingin menasihati seseorang, hindarilah ketika mereka berada di dalam keadaan Beta.

Gelombang Beta dibagi menjadi 3 kelompok :
1.    High Beta (21-40 Hz) yang merupakan transisi dengan getaran Gamma.
2.    Getaran Beta (16-20 Hz) yang juga merupakan transisi dengan getaran Gamma.
3.    Low Beta (12 hz ~ 15 hz). Terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang terjaga penuh, menjalani aktifitas sehari-hari yang menuntut logika atau analisis tinggi, misalnya mengerjakan soal matematika, berdebat, olah raga, dan memikirkan hal-hal yang rumit. Gelombang Beta memungkinkan seseorang memikirkan sampai 9 obyek secara bersamaan



Sensori Motor Rhytm (SMR) frekuenai (12 hz - 16 hz). SMR sebenarnya masih masuk kelompok getaran low Beta, namun mendapatkan perhatian khusus dan juga baru dipelajari secara mendalam akhir-akhir ini oleh para ahli, karena penderita epilepsi, ADHD ( Attention Deficit and Hyperactivity Disorder) dan Autisme ternyata tidak menghasilkan gelombang jenis ini. Para penderita gangguan di atas  tidak mampu berkonsentrasi atau fokus pada suatu hal yang dianggap penting. Sehingga cara pengobatan yang tepat adalah  agar otaknya bisa menghasilkan getaran SMR tersebut. Dan hal ini bisa dilakukan dengan teknik neurofeedback. Kita perlu memiliki keterampilan mengendalikan gelombang otak yang bisa memudahkan kita menenangkan diri di saat panik.

Dengan memahami posisi gelombang otak, kita bisa mengatur mood sehingga selalu merasa bahagia, juga sukses dengan setiap hal yang kita lakukan. Untuk mencapai kebahagiaan lewat kendali gelombang otak, kita bisa belajar dari anak-anak. Lihatlah betapa mudahnya mereka tertawa bahagia.  Meskipun mungkin baru saja saling mencakar dan sama-sama menangis, tapi beberapa menit kemudian mereka seolah sudah melupakan tangisan dan sudah kembali bermain bersama dengan kompaknya.

Gelombang Alpha, frekuensi  ( 8 hz - 12 hz ). Manusia hidup di zaman modern ini banyak mengalami stres dan kecemasan. Persaingan hidup yang semakin mengerikan menuntut semua orang memutar otak untuk mampu bersaing. Otak selalu terisi dengan masalah dan urusan pekerjaan. Akibatnya otak secara langsung dominan pada fase gelombang Beta sepanjang hari. Akibatnya otak akan terasa selalu tertekan dan tidak bisa rileks. Untuk itulah,  gelombang Alpha sangat diperlukan,  untuk menghasilkan perasaan relaksasi yang mendalam. Alpha berhubungan dengan kondisi pikiran yang santai, juga bisa terjadi saat  otak  kita melamun, atau berfantasi.  Alpha merupakan gelombang otak yang sangat mempengaruhi kekuatan bawah sadar kita. Sehingga otak akan bekerja lebih optimal. Anak-anak, balita, gelombang otaknya selalu dalam keadaan Alpha. Itu sebabnya mereka mampu menyerap informasi secara cepat. Dalam kondisi ini, otak memproduksi hormon seotonin dan endorfin yang menyebabkan seseorang merasakan nyaman, tenang, bahagia. Hormon ini membuat imunitas tubuh meningkat, pembuluh darah terbuka lebar, detak jantung stabil, dan kapasitas indra kita akan meningkat, selama anda dalam keadaan Alpha. Selain itu hormon Endorfin juga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi dan daya ingat.  Alpha adalah pintu gerbang bawah sadar.dan  merupakan jembatan antara kesadaran Beta dengan Theta.  Fase ini sangat baik untuk belajar, menyerap informasi, melakukan terapi, mempercepat proses penyembuhan, meningkatkan kekebalan tubuh, juga mengurangi stress mental-emosional dan fisik.

Gelombang  Alpha dihasilkan setiap akan tidur, tepatnya masa peralihan antara sadar dan tidak sadar. Fenomena Alpha banyak dimanfaatkan oleh para pakar hypnosis untuk mulai memberikan sugesti kepada pasiennya. Orang yang memulai meditasi (meditasi ringan) juga menghasilkan gelombang Alpha. Pada saat meditasi anda dapat menangkap sinyal-sinyal akurat yang dipancarkan oleh kesadaran Theta. Alpha memberikan input sensori dan memberikan gambar pada muatan yang berasal dari pikiran bawah sadar.
Dalam kondisi Alpha, pikiran dapat melihat gambaran mental secara sangat jelas dan dapat merasakan sensasi dengan lima indra dan apa yang terjadi atau dilihat semuanya hanya dalam pikiran. Alpha juga menandakan bahwa seseorang dalam kondisi light trance atau kondisi hypnosis yang ringan.





Ilustrasi gelombang listrik (brainwave) yang dikeluarkan oleh neuron otak.

Frekuensi gelombang Alpha merupakan frekuensi pengendali yang mampu menghubungkan pikiran sadar dan bawah sadar. Alpha memungkinkan kita untuk menyadari keberadaan mimpi dan keadaan meditasi terdalam yang kita capai. Tanpa Alpha, kita tidak dapat mengingat mimpi saat terbangun. Kabur atau jelas sebuah mimpi yang bisa diingat, tergantung kualitas dan kuantitas gelombang Alpha pada saat   bermimpi.  Kegiatan yang biasanya menimbulkan gelombang Alpha ialah seperti pada saat kita selesai buang air besar atau terbangun pada sepertiga malam terakhir, itulah sebabnya mengapa meditasi sebaiknya dilakukan pada saat dini hari. Pada tahap  Meditasi permulaan (meditasi ringan) juga akan memasuki fase gelombang Alpha. merupakan frekuensi pengendali, penghubung dan melakukan aktifitas yang berpusat disel-sel thalamic. Thalamus (dari Bahasa Yunani = kamar tidur / kamar).  Biasanya kita akan berada di tahap ini  sebelum kita tidur dan ketika  bangun dari tidur. Saat seseorang yang mengalami “relaksasi” atau mulai istirahat dengan tanda2 mata mulai menutup atau mulai mengantuk, atau suatu fase dari keadaan sadar menjadi tak sadar (atau bawah sadar), namun tetap sadar (walaupun kelopak mata tertutup). Apabila kita menutup mata secara automatis otak  akan mula menghasilkan gelombang Alpha. Di tahap Alpha biasanya kita akan lebih mudah menerima saran dan tahap ini sangat efektif untuk  menghipnosis diri sendiri, “mental reprogramming” . Pada tahap ini jugalah kita dapat menggunakan indra yang ke-6, di mana kita akan lebih peka pada pendengaran, penglihatan, sentuhan, gerak hati dan lain-lain. Kajian  menunjukkan anak-anak banyak menghabiskan masa dalam keadaan jaga (dengan gelombang otak Beta) tetapi gelombang otak  mereka berada pada tahap Alpha-Theta.

Pada tahun 60 dan 70-an, Alpha sangat populer dan diklaim sebagai gelombang otak paling penting, yang merupakan kunci untuk mencapai kesadaran yang lebih tinggi. Penelitian dengan menggunakan mind technology modern yang dilakukan oleh banyak pakar terkemuka, antara lain Maxwell Cade dan Anna Wise, membuktikan, bahwa Alpha bukanlah jenis gelombang terpenting


SUMBER – SUMBER : (Dicantumkan pada artikel : Gelombang Otak Untuk Meditasi (6)
1.    BrainEv Forum
………………..

0 komentar:

Posting Komentar