Selasa, 01 April 2014

GELOMBANG OTAK UNTUK MEDITASI (5)

Gelombang Schumann Resonance dan Depresi

Seseorang yang otaknya mampu menghasilkan dan mempertahan frekwensi yang dihasilkan oleh getaran alam semesta  ini (Schumann Resonance),
memiliki kemampuan supranatural, seperti ESP, telepati, clayrvoyance/meramal.
Depresi merujuk pada suatu keadaan perasaan, reaksi terhadap situasi
atau perubahan karakteristik dari perilaku seseorang.



Gelombang Schumann Resonance (7.83 hz)
Schumann Resonance  yang termasuk ke golongan gelombang Tetha serta frekwensi diatasnya masuk kelompok frekwensi ELF (extremely low frequency pada bandwith 3 ~ 30 hz dan frekwensi infrasonic.  Schumann Resonance adalah getaran alam semesta pada frekwensi 7.83 Hz. Seseorang yang otaknya mampu menghasilkan dan mempertahankan frekwensi ini memiliki kemampuan supranatural, seperti ESP, telepati, clayrvoyance/meramal, dan fenomena psikis lainnya. Anak indigo, yaitu anak super cerdas yang biasanya berkemampuan ESP atau Extra Sensory Perception, juga bisa memasuki gelombang ini dengan mudah dan konstan.

Stimulasi gelombang otak adalah fenomena yang alami, sama alaminya dengan teori fisika. Getaran suara tertentu yang didengar telinga bisa menggetarkan otak, sehingga otak memproduksi gelombang yang frekwensinya sama dengan frekwensi suara yang kita dengar. Hal ini sama saja dengan hukum fisika pada dua garputala.
Apabila ada dua buah garputala yang senada, bila salah satu garputala digetarkan, lalu didekatkan tanpa menyentuhnya kepada garputala yang lain, yang diam, maka garputala yang lain ini akan ikut bergetar, dengan nada yang sama. Maka garputala  disebut beresonansi (ikut bergetar). Demikian pula otak manusia, dengan diketahuinya setiap tingkat gelombang otak manusia yang mampu beresonansi dari getaran audio, visual, dan sinyal raba atau perasaan, maka kita dapat menstimulasi otak kita agar menghasilkan gelombang otak tertentu sesuai kebutuhan, misalnya untuk meningkatkan kemampuan berpikir, ingatan, pemahaman yang cepat, meditasi, aktifitas-aktifitas supranatural, mengobati atau meningkatkan kesehatan bagi mereka yang menderita ADHD, ADD atau Autisme, susah tidur dan seterusnya. Para ahli menemukan fakta bahwa terapi stimulasi otak ternyata bisa menyembuhkan depresi.

Depresi
Bila Anda sering  merasa resah dan seperti memikul beban berat di pundak, suasana hati sering berubah dan tidak mampu berpikir secara positif, kemungkinan besar depresi tengah melanda Anda., jika dibiarkan tentu gejala akan semakin berat dan sulit untuk ditangani. Dulu depresi dianggap sebagai sebuah gangguan yang terkait dengan kondisi kejiwaan saja, namun, seiring berjalannya waktu, depresi mulai dikaitkan dengan terjadinya disfungsi di salah satu struktur saraf pada otak.

Depresi merujuk pada suatu keadaan perasaan, reaksi terhadap situasi atau perubahan karakteristik dari perilaku seseorang. Perasaan depresi sebenarnya pernah dialami semua orang. Tapi yang patut dibedakan adalah bentuk dari depresi itu sendiri. Depresi secara klinis dikategorikan lebih berat dari sebuah perasaan galau. Situasi  depresi normal  biasanya muncul saat orang mengalami suatu bentuk perasaan akibat interaksi yang terganggu dengan orang lain atau hal lainnya.

Sedangkan depresi klinis bisa dipandang dari berbagai persepsi.  Bila dilihat dari aspek biokimiawi, depresi bisa dikonklusikan sebagai hasil dari kurangnya asupan bahan kimia pemancar saraf (neurotransmitter) pada beberapa bagian otak. Dalam sebuah sistem saraf, bangunan utama yang membentuknya disebut sel saraf. Tiap sel saraf memiliki tiga bagian utama, yaitu tubuh sel yang mengandung nukleus (pengatur proses kehidupan sel), dendrit, dan axon. Pada tiap ujung akar axon terdapat sejumlah cabang axon. Saraf dapat distimulasi, entah itu melalui dendrit atau tubuh sel. Saat stimulasi datang, impuls (dorongan) elektrik akan menjelajah melalui axon, menuju saraf lain, otot, atau kelenjar.  Agar dapat menjelajah dari satu saraf ke saraf lain, impuls harus melewati synapse, sebuah jarak antara axon atau dendrite dengan saraf lain. Nah, agar bisa melewati synapse, impuls elektrik harus berubah menjadi bentuk kimia. Masing-masing cabang axon mengandung gelembung synaptic atau container pembawa bahan kimia tersebut yang dinamakan neurotransmitter Neurotransmitter inilah yang membuat transformasi impuls elektrik menjadi bentuk kimia.

Saat molekul neurotransmitter dilepas, mereka akan menjelajahi ruang antara presynaptic (pengirim) dan postsynaptic (penerima) dan melekat pada area dendrit dan tubuh sel. Saat diterima saraf, molekul pemancar akan menyesuaikan diri dengan molekul yang dihinggapi. Kemudian terjadilah reaksi kimia. Reaksi kimia antara neurotransmitter dengan reseptor (sel yang peka rangsangan) menciptakan impuls elektrik yang akan menjelajah ke netron. Setelah membaur dan menjalankan fungsinya, neurotransmitter dan molekul reseptor akan dimatikan agar aksinya tidak menimbulkan reaksi yang berkelanjutan. Neurotransmitter merupakan produk asam amino. Depresi umumnya akan dikorelasikan dengan struktur molekul amino bernama monoamine. Monoamine yang paling penting adalah noradrenaline (NA), dopamine (DA), dan serotonin (5HT).
.
Studi ilmiah sebelum penelitian ini menunjukkan habenula sebagai struktur saraf yang berperan hiperaktif dalam menyulut depresi.  Akibat sifatnya ini, maka para peneliti mencoba meminimalisasi atau menderegulasi struktur saraf di dalam otak agar menjadi tidak terlalu aktif. Para ahli kemudian menggunakan metode terapi stimulasi pada otak dalam.  Prosedur pembedahannya berdasarkan pada hipotesis bagaimana keterlibatan habenula pada depresi seseorang.


Pada mekanisme stimulasi otak dalam, elektroda dimasukkan ke dalam otak dan dikoneksikan dengan kabel di bawah kulit ke generator elektronik impuls yang tertanam di dada. Menanamkan elektroda pada dua habenula bisa dilakukan dengan menggunakan instrumen stereotaktik. Elektroda pemancar arus secara berkelanjutan menstimulasi area habenula di otak. Terapi yang disebut juga sebagai brain pacemaker (pembuka jalan di otak) ini telah digunakan secara sukses untuk penderita parkinson dan penyakit kelainan gerakan lainnya. Banyak pasien depresi yang telah sukses diterapi dengan stimulasi elektrik ini. Namun, stimulasi ini harus dikenakan pada dua wilayah otak, yaitu di otak bagian depan atau bagian tengah. Habenula sendiri berada di hilir dekat batang otak. Implantasi bedah saraf dari ke dua elektroda tersebut membutuhkan presisi dan perencanaan yang matang. Ini disebabkan target dari penanaman elektroda itu sendiri mencapai sekitar setengah lokasi otak karena berada di bagian tengah, tepatnya di dinding otak bernama ventrikel ketiga. 



.
Kedua, depresi berelasi dengan intensitas aktivitas sistem neurotransmitter di otak, entah itu terlalu berlebih atau terlalu minim. Tapi bila ditarik kesimpulan, depresi sangat berkaitan dengan aktivitas sistem neurotrans mitter.

SUMBER – SUMBER : (Dicantumkan pada artikel : Gelombang Otak Untuk Meditasi (6)
1.     BrainEv Forum
………………..


Compiled: I Dewa Putu Sedana, Drs, MBA.

0 komentar:

Posting Komentar