Kamis, 15 Mei 2014

SIMULASI GELOMBANG OTAK (4)



Gelombang Isochronics (Monaural Beat)

Isochronic Tones, hanya ada satu gelombang suara yang dipancarkan dengan cara
memunculkan satu nada dan diberi jeda kondisi hening,
kemudian muncul nada lagi, hening lagi, dst



Teknologi terapi gelombang otak dengan Isochronic Tones pertama kali dipublikasikan pada tahun 1981 oleh Arturo Manns dan kemudian disempurnakan oleh David Siever. Dalam Isochronic Tones, hanya ada satu gelombang suara yang dipancarkan dengan cara memunculkan satu nada dan diberi jeda kondisi hening, kemudian muncul nada lagi, hening lagi, muncul nada lagi dan seterusnya. Nada-nada ini diatur sedemikian rupa sehingga membentuk pola yang sinkron dan mempercepat proses perangsangan otak.
Karena dengan sistim binaural beat diperlukan dua headphone stereo (kiri dan kanan) atau pemasangan pengeras suara (speaker) yang dipasang tepat disamping kiri dan kanan, agar otak merespon cukup baik, maka sistim ini kurang nyaman bagi beberapa orang. Maka dipilih cara lainnya yang lebih baik, yaitu dengan sistem Isochronics. Stimulasi gelombang otak yang memakai sistim Isochronic punya kelebihan tersendiri yaitu tidak memerlukan headphone stereo. Pada gelombang Isochronic, maka baik suara yang didengar ditelinga kiri maupun kanan akan memiliki frekwensi suara dan amplitudo yang sama, hanya kedua sinyal tersebut dimodulasikan dengan impuls/switch on/off (hidup/mati) dengan batasan-batasan irama gelombang otak (beta, alpha, theta, delta) tersebut disesuaikan dengan target-batasan aktifitas mental yang akan dicapai seseorang.

Cukup yang speaker/headphone mono atau 1 headphone atau mono-speaker saja hasilnya sudah sama dengan dua headphone stereo jika menggunakan sistem binaural. Dengan mensimulasikan gelombang otak dengan benar, maka para pekerja kantor  yang sulit untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, atau yang mengalami insomnia bisa mengatasi masalah-masalah mereka. Dengan istirahat yang bagus, maka kondisi fisik dan pikiran seseorang akan lebih baik. Mereka pun akan bisa bekerja lebih optimal. Kondisi pikiran yang baik, tentunya akan menjauhkan seseorang dari penyakit, seperti stress dan depresi. Maka, simulasi gelombang otak ini bisa dijadikan sebagai suatu solusi media relaksasi bagi mereka-mereka yang banyak pikiran, yang sulit tidur, dan yang tidurnya tidak berkualitas.

Kelebihan Isochronic Tones:
1.    Bisa didengarkan dengan headphone atau tanpa headphone.
2.    Paling cepat hasilnya dalam menstimulasi otak dibanding teknologi suara lainnya.
3.    Bisa menstimulasi kedua belahan otak kanan dan kiri sekaligus,
4.    Bisa juga hanya menstimulasi salah satu bagian otak saja untuk keperluan khusus.

Kekurangan Isochronic tones:
1.    Bisa ditambahkan background noise atau musik pengiring, tapi kualitasnya berkurang
2.    Tidak bisa menstimulasi otak untuk menghasilkan frekuensi dibawah 4Hz
3.    Pilihan produknya sangat sedikit karena merupakan teknologi baru.


 
I-Doser
I-Doser adalah suatu aplikasi simulasi Gelombang Otak,  yang dapat mempengaruhi suasana hati sesuai dengan doses (suatu file dosis dengan extensi *.drg yang akan dijalankan oleh aplikasi I-Doser). I-Doser sangat baik dalam memberikan efek terhadap otak kita sehingga dapat mempengaruhi suasana hati, seperti mendapatkan kebahagian, efek penggunaan narkoba (Tetapi aman tanpa zat kimia, karena kita hanya mendengarkan suara gelombang yang telah dirancang) bahkan sampai efek orgasme. Jadi bila kita mendengarkan salah satu Dose dari I-Doser, misalnya 'Alkohol', maka akan terasa seperti Alkohol sungguhan. Untuk menghasilkan efek yang sempurna penggunaan i-Doser haruslah menggunakan headphone stereo. I-Doser sangat populer dalam memberikan efek terhadap otak kita sehingga dapat mempengaruhi suasana hati, seperti mendapatkan kebahagian.
  
SUMBER :
Denori Gumalay
http://www.i-doser.com)
TeknologiOtak.com
Tenaga Surya

0 komentar:

Posting Komentar