Rabu, 17 September 2014

PELAKSANAAN UPACARA 108 BAJRA





Ide pelaksanaan Upacara Doa Bersama Ngenteg Jagat 108 Bajra (Berdasarkan lontar “Roga Sengara Bumi”)  ini berawal dari pelaksanaan  pertemuan  Penekun Spiritual  yang terdiri dari para Pemangku, Tapakan dan Pengiring  yang dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2014, di Pura Ratu Patih, Desa Bongancina (+/- 12 km arah ke baarat dari Pupuan), Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng.

Ide ini ditindak lanjuti dengan  gagasan untuk melaksanakan upacara ritual, yang intinya  ada 108 orang pendeta Hindu yang secara bersama-sama  menguncarkan bajra   dengan tujuan untuk tercapainya  kedamaian jagat. Upacara  akan dilaksanakan  di Pura Gunung Kutul, Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng.

Mulai  31 Januari 2014 Panitia mulai bergerak  menyampaikan informasi dan meminta masukan  dan mulai  Maret sampai Agustus 2014, telah dilaksanakan matur piuning ke 70 Pura yang ada di Bali, dalam 42 kali perjalanan.

Pendanaan didukung secara sukarela oleh masyarakat . Tjokorda Putra Nindya dari Puri Agung Peliatan, menyarankan agar dibuatkan monument dan Prasasti.  Prasasti dibuat dari  3 kg perak murni, 78,5 gram emas murni dan 7 permata berlian  yang disumbangkan oleh masyarakat secara spontan dan sukarela. Presasti tersebut berisi tanda tangan 108 pendeta Hindu, 9 Pendera Budha dan tanda tangan saksi  dari unsur  Pemerintah , Penglingsir Puri dan Tokoh Masyarakat Lintas Agama.  Prasasti ini akan disumbangkan kepada Negara Republik Indonesia. Sementara monument sedang dalam proses pengerjaan.

Tanggal 25 Agustus 2014 dilaksanakan Pertemuan Teknis di Puri Putra Pemecutan  Renon Denpasar,  yang diikuti beberapa perwakilan Sulinggih\’ Penglingsir Agung  Paiketan Puri-Puri sejebag Bali, Ida Dalem Smara Putra selaku Ketua  Dewan Pembina Upacara 108 Bajra, Ketua Forum Silaturahmi  Keraton Nusantara Wilayah Bali, A.A. Gde Agung Sutedja, selaku Ketua Dewan Kehormatan  Upacara 108 Bajra.




Adapu dudonan Acaranya adalah sbb :
1.     20 September 2014, Negem dewasa, Matur Piuning ke beberapa Pura
2.     21 September 2014, Mekarya Uparengga
3.     22 September 2014, Melanjutkan mekarya Uparengga
4.     23 September 2014, Mecaru, Mendak Betara Tirta ke Pura Ratu Patih, Desa        Bongancina, Kecamatan Busungbiu
5.     24 September 2014, Pengeneng
6.     25 September 2014, jam 12.59.04, dilakukan Upacara Doa Bersama  yang bersifat Universal, dengan melibatkan  108 Pendeta Hindu, 9 Pendeta Budha, 108 Pinandita Hindu, 108 Pinandita Budha, 108 Pelantun Gayatri  Mantram ‘ Acara Upacara ini  diharapkan dibuka  oleh Bapak Presiden RI, serta dihadiri oleh : Mantan Presiden dan Wakil Presiden RI, Para Duta Besar Negara Sahabat, Para Konsul Jenderal dan Konsul Negara Sahabat, yang ada di Provinsi Bali,  Para pejabat Pemerintah & Swasta,  dan Tokoh Masyarakat terkait,
Acara diatas ini, bisa dihadiri dengan membawa Surat Undangan.
7.     26 & 27 September 2014, Nyejer
8.     28 September 2014, Pengelemek, Mesida Karya, Nyineb
9.     29 September 2014, Pembersihan wewidangan Pura Pucak Luhur.

Kepada masyarakat luas yang berkehendak untuk ngaturang ayah ataupun untuk melaksanakan persembahyangan , dapat dilakukan pada tanggal : 24, 25, 26, 27’ dan 28 September 2014.

Informasi lain yang diperlukan dapat menghubungi Panitia dengan No HP.: 087 762 699 629  dan 081 936 675 724.

Posted : IDP Sedana, Drs, MBA

0 komentar:

Posting Komentar