Selasa, 23 Juni 2015

REINKARNASI, Ilmiahkah ? (3)





Penelitian Reinkarnasi Secara Ilmiah
Gejala reinkarnasi merupakan dunia penelitian yang sedang skeptik saat ini pada banyak kalangan ilmuwan Barat.  Penelitian yang tak terhitung jumlahnya telah dilakukan pada orang-orang yang dapat mengingat kehidupan mereka sebelumnya. Banyak sekali manusia di dunia, khususnya anak-anak, tanpa sengaja ataupun secara kebetulan mendapati dirinya bisa mengingat kembali kehidupan mereka sebelumnya, dan mengenai gambaran perinciannya sangat nyata dan dapat dipercaya.

Sebagai Psikiater terlatih dari Universitas Yale dan Columbia, Dr Weiss membuktikan adanya reinkarnasi dengan penelitian yang sangat akurat dengan menggunakan  regresi kehidupan lampau. Penelitiannya berawal dalam proses mengobati salah satu pasiennya yang bernama Catherine dengan menggunakan psikoterapi konvensional, Dr Weiss tanpa sengaja menemukan metode Past Life Regression. Meskipun pada awalnya dia skeptik, ia tetap melanjutkan menggunakan Past Life Regression dalam pengobatannya dan hasilnya ternyata luar biasa. Sampai kemudian dalam salah satu sesi, pasiennya mencapai kondisi antar kehidupan dan berkomunikasi dengan roh ayah dan anak dari Dr Weiss yang telah meninggal yang menyampaikan informasi rahasia mengenai keluarga Weiss. Mulai saat itu, rasa skeptisnya berubah menjadi keyakinan penuh.



Dr. Ian Stevenson, seorang profesor, ahli biokimia dan profesor psikiatri dari Virginia University, USA yang mengadakan penelitian seksama mengenai reinkarnasi. Ia telah melakukan perjalanan keliling dunia lebih dari tigapuluh tujuh tahun mulai tahun 1960an untuk meneliti, menyelidiki, mencatat, mengumpulkan, menguji dan mencocokkan orang-orang terutama anak-anak yang bisa mengingat masa lalunya dan memiliki tanda lahir yang dihubungkan dengan luka pada kehidupan sebelumnya. Selama masa hidupnya ia telah mengumpulkan ribuan rekaman tentang kasus reinkarnasi. Dr Ian Stevenson, adalah seorang ahli dalam regresi kehidupan masa lalu dan telah mengumpulkan jumlah yang menakjubkan bukti reinkarnasi. Dia melacak lebih dari 3.000 anak-anak di seluruh dunia yang mengaku telah mengalami hidup sebelumnya. Banyak yang dapat memberikan rincian yang tepat, seperti nama mantan dan cara kematian mereka. Lainnya tahu kejadian khusus  yang hanya dik
etahui keluarga almarhum. Mereka bahkan banyak di antaranya bisa mengingat nama-nama teman-teman dan keluarga, Dr. Stevenson mampu melacak melalui catatan kelahiran.

Meskipun Stevenson bukan orang pertama dari barat yang melakukan penelitian reinkarnasi, tetapi ia dengan sikap yang serius, gaya yang teliti dan status/posisi keilmuan yang menonjol telah memperoleh penghargaan dari seluruh masyarakat yang tidak pernah ada sebelumnya bagi reset reinkarnasi. Ian Stevenson adalah tokoh simbolik peneliti reinkarnasi yang menggunakan “Metode Tradisional”. Artikel yang ia publikasikan pada tahun 1960 (Bukti Memory Kehidupan Masa Lampau), dinobatkan sebagai prolog penelitian reinkarnasi barat modern. Sangat mencengangkan, karena ditemukan bahwa ingatan akan kehidupan masa lalu akan memudar sekitar umur 7 tahun. Anak-anak akan berbicara secara langsung tentang kehidupan masa lalunya, ingin pulang kembali ke “rumah”, rindu sebagai ibu dan suami dari kehidupan yang lain, dan sering ditunjukkan dengan adanya tanda ketakutan yang tidak biasanya dalam keluarga yang sekarang atau yang tidak dapat dijelaskan oleh kehidupannya sekarang. Sebagai tambahan, mereka mengetahui sesuatu hal dimana mereka tidak dapat belajar atau mendengar dari kehidupannya sekarang. Dan yang sangat menakjubkan adalah pernyataan anak-anak tersebut dapat dibuktikan dengan kehidupan nyata atau kejadian kematian dalam banyak kasus.  Buku “Twenty Cases Suggestive of Reincarnation” adalah karya Stevenson yang membuatnya menjadi tersohor. Dua puluh contoh kasus reinkarnasi yang tercatat di dalam bukunya adalah sebagian contoh kasus yang dikoleksi, diedit dan telah dilakukan verifikasi melalui perjalanan ilmiahnya antara tahun 1961 hingga 1965 dari India, Sri Langka, Brazil, Libanon hingga ke Alaska-Amerika. Di dalam buku tersebut ada satu contoh kasus dalam reinkarnasi yang sangat langka dan memiliki nilai penelitian istimewa, Professor Stevenson menyebutnya sebagai “Exchange Incarnation / Pertukaran Inkarnasi.

Pada tahun 1954, Jasbir anak dari Sri Girdhali Lal Jat yang berumur tiga setengah tahun dinyatakan mati karena cacar, ia belum sempat dikubur dan pada malam harinya telah hidup kembali. Setelah lewat beberapa hari, ia sudah mulai bisa berbicara lagi, bahkan beberapa minggu kemudian ternyata ia bisa dengan jelas mengekspresikan dirinya sendiri. Ia mengatakan dirinya bukan Jasbir sang anak, melainkan bernama Sobha Ram dan berusia 22 tahun, putra dari Sri Shankar Lal Tyagi,  Kepala Brahmana dari desa Vehedi.  Ia (Sobha Ram) menjelaskan dengan detail kematiannya: Pada tahun 1954, Ia ada di suatu prosesi perkawinan dari satu desa ke desa lain, Ia memakan sebuah permen yang beracun pemberian seseorang yang meminjam uang darinya, kemudian Ia menjadi pusing dan terjatuh dari atas kereta kuda yang ditumpanginya dan kepalanya terbentur hingga mati. Ia meninggalkan seorang istri (Sumantra) dan seorang anak lelaki (Baleshwar). Dalam kematiannya ia bertemu seorang ‘Saddhu’ (orang suci) yang menyarankannya untuk mengambil tubuh lain dan ketika itu hanya ada tubuh Jabir yang tersedia. Kemudian kisahnya telah memperoleh pembuktian, anggota keluarga kehidupan masa lampaunya sering mengajaknya keluar bermain. Ia bermain dengan sukaria di “rumah lama”nya, tidak sudi balik ke rumah lagi, karena ia di situ mengalami kesepian dan kesendirian.



Artikel lain menceritakan tentang Li Youfu, seorang tokoh terkenal dalam bidang kedokteran tradisonal Tiongkok dan juga pernah menjabat sebagai pakar riset di Badan Riset Ilmu Anatomi Manusia Tiongkok.  Dia telah melakukan penelitian sistem acak terhadap sejumlah remaja yang mempunyai kemampuan supernormal di Pusat Riset Anatomi.  Anak-anak ini sebelumnya telah diuji untuk membuktikan  bahwa  mereka memang benar-benar mempunyai kemampuan melihat masa lalu, dan mampu melihat menembus ke dalam tubuh manusia serta memiliki teleportasi yang kuat.

Penelitian yang logis, objektif dan tentu saja netral telah mampu menepis secara perlahan tentang kemustahilan adanya reinkarnasi. Para peneliti telah menemukan bukti bahwa reinkarnasi bukanlah merupakan sesuatu yang takhayul, dan benar-benar ada dalam kehidupan manusia.  Reinkarnasi berlaku untuk semua makhluk hidup. Hal ini  didukung adanya fakta bahwa seluruh responden yang diterapi dengan metode Past Life Regression (Regresi  kehidupan masa lampau) menunjukan reaksi  yang mencegangkan, yaitu secara sadar, walau dalam kondisi terhipnosis, menceritakan fragmen-fragmen  kehidupan mereka pada kehidupan sebelum saat ini. Pada tahun 1970an dan 1980an metode Past life  Regression ini mulai banyak dilakukan secara profesional dan beberapa pelopor dalam bidang ini adalah Dr. Bruce Golberg dan Dr. Brian Weiss. Mereka pada awalnya juga skeptis tentang adanya reinkarnasi tetapi secara mengejutkan pasien mereka membawa ingatan kehidupan lampaunya pada saat hipnosis. Dan akhirnya mereka melakukan penelitian secara mendalam dan mencari bukti ilmiah dan ternyata terbukti, seperti yang ditulis dalam buku “Reincarnation: The Search for Grace” oleh Bruce Golberg, Penelitian ini berlangsung dan berkembang terus menerus sehingga di negara barat kepercayaan orang mengenai adanya reinkarnasi meningkat pesat. Saat ini di Amerika diperkirakan sekitar 70% orang percaya tentang adanya kelahiran kembali.

Kemampuan Pengobatan Edgar Cayce.
Berikut  ini disajikan  monografi reinkarnasi kehidupan yang ditulis oleh Doktor Gina Cerminara setelah melalui penelitian yang panjang. Dalam sebuah buku "Many Mansions", Doktor Gina Cerminara secara khusus meneliti kemampuan Edgar Cayce melihat masa lalu sejumlah orang untuk mengobati penyakitnya. Kesimpulannya roh seseorang bisa hidup berulang kali. Doktor Gina Cerminara melalui contoh peristiwa reinkarnasi,  membeberkan hubungan antara karma kehidupan sebelumnya dengan kesehatan dan kehidupan manusia dari generasi ke generasi.
 


Dr. Ian Stevenson, ahli biokimia dan profesor psikiatri menyatakan,  karma jasmani manusia digolongkan dalam 3 jenis;
1.    Boomerang Karma. Seorang professor yang buta matanya, melalui penguraian pengingatan kembali menjelaskan bahwa dia memiliki pengalaman sebanyak 4 kali reinkarnasi. Satu kali diantaranya adalah pada suatu masa, dia adalah seorang anggota suku tak beradab, pekerjaannya adalah menyepuh mata musuh hingga buta dengan menggunakan solder besi panas. Dan oleh karena itu, dalam kehidupannya sekarang, dia harus menerima penderitaan kebutaan pada matanya sejak lahir
2.    Organismic Karma. Ini adalah dikarenakan penggunaan suatu organ tertentu secara sewenang-wenang pada suatu kehidupan sebelumnya dan mengakibatkan balasan pathogen dari organismic tersebut. Seorang lelaki yang berusia 35 tahun, sejak kanak-kanak daya pencernaannya sangat lemah, perlu beberapa jam lamanya hanya untuk mencernakan sepotong daging saja. Mengakibatkan kehidupan sehari-harinya terasa sangat mengganggu. Cayce menemukan bahwa orang tersebut pada masa Perancis di bawah kekuasaan Louis ke 13 adalah seorang pengawal istana kaisar, sangat setia dan penuh tanggung jawab dalam tugasnya, namun hobinya makan. Kemudian saat pada suatu kehidupan menjabat sebagai dokter kerajaan di sebuah istana juga seorang ahli masak. Dikarenakan terlalu tak berdisiplin dalam hal makanan pada kedua kehidupan ini, mengakibatkan kesulitan pencernaan makanan pada kehidupannya sekarang
3.    Symbolic Karma. Salah satu contoh kasusnya adalah tentang seorang remaja yang kekurangan darah sejak kanak-kanak, semua terapi pengobatan tidak menghasilkan efek yang berguna. Ternyata sebelum di lima kehidupan sebelumnya dimana saat dia pernah menjadi penguasa di Peru, sikapnya sangat sadis dan kejam, dengan melakukan pertumpahan darah di mana-mana, yang dengan demikian mengakibatkan dirinya kekurangan darah pada kehidupan sekarang.

"Many Mansions" berhasil disusun oleh Geenha Sheminnala dari basis dokumen Edgar Cayce dalam wacana reinkarnasinya. Merupakan sebuah buku referensi berharga yang telah dikumpulkan untuk penelitian reinkarnasi.  Edgar Cayce adalah seorang cenayang yang mana dalam kondisi terhipnotis, dia bisa melakukan diagnosis penyembuhan penyakit pada penderita dalam  jarak ribuan Li (satuan ukuran panjang Tiongkok, (1 Li = 500 M). Doktor Gina Cerminara mengisahkan tentang bagaimana Cayce menembus lorong waktunya, menguraikan sumber sebab akibat pada kehidupan sebelumnya, melakukan penentuan diagnosa yang sulit dipercaya. Doktor Cerminara menggunakan waktu 20 tahun untuk melakukan analisis dan penelitian yang seksama terhadap penemuan Cayce, dan salah satu kesimpulan yang diperolehnya adalah bahwa setiap roh tidak hanya hidup sekali, namun bisa hidup berkali-kali

Pengobatan terhadap gadis kecil bernama Shalma Alabama adalah sebuah contoh kasus menonjol Cayce dengan menggunakan fungsi mata “Seribu Li”nya yang gaib (kemampuan clairvoyance). Shalma sama sekali telah kehilangan fungsi kesadaran dan pemikirannya, ia dimasukkan ke rumah sakit jiwa, dan dokter tidak bisa menemukan sebab musababnya. Kakaknya kemudian minta pertolongan Cayce.  Cayce berbaring diatas kursi tidur, masuk dalam kondisi terhipnotis dan melakukan diagnosa terhadap gadis kecil. Dia bagaikan sebuah mesin Sinar-X, melihat dengan jelas daerah penyakit yang diderita oleh gadis kecil itu. Sebuah geraham sumsumnya dan diantara sebuah giginya yang lain, menghimpit sebuah saraf, jika saja gigi itu dicabut, dan setelah tekanannya hilang, maka akan normal kembali dengan cepat. Dokter melakukan operasi rongga mulut pada posisi menurut apa yang dilukiskan olehnya, dan Si gadis kecil kemudian sehat kembali. Namun yang paling ajaib adalah pada keseluruhan proses tersebut, Cayce tidak perlu menemui penderita tersebut secara individu, dalam keadaan terhipnotis, di luar jangkauan ribuan Li, Cayce bisa melakukan diagnosa dan pengobatan terhadap penderita.

Sebuah contoh kasus lain yang menonjol adalah seorang bayi prematur di Kentucky, AS, saat 4 bulan setelah lahir menderita suatu penyakit kejang klonus parah, semua Dokter mengatakan bahwa dia tidak akan lama bertahan hidup. Dalam keputusasaan, Ibunya mohon pertolongan Cayce. Dalam keadaan terhipnotis, Cayce mendiagnosis kejang klonus bayi tersebut adalah akibat penggunaan yang over dosis pada semacam obat, dan bisa melalui penggunaan semacam penawar racun untuk menguranginya. Dengan tidak menghiraukan pertentangan para dokter, Ibu dari bayi tersebut bersikeras menuruti anjurannya.  Cayce memberikan penawar racun dengan dosis maksimum pada bayi, hasilnya penyakit kejang klonus nyaris terhenti,  panasnya juga telah menurun, dan bayi tersebut juga tertolong.

Meskipun Cayce sama sekali buta akan ilmu kedokteran, dan juga tidak pernah membaca buku anatomi, namun dalam keadaan terhipnotis dia bisa menggunakan istilah anatomi dan medis untuk melakukan diagnosa, dan hasil diagnosanya sangat tepat. Hasil pengobatan menunjukkan dia juga telah menyembuhkan epilepsi (ayan) seorang uskup Kanada, radang sendi parah yang diderita oleh seorang siswa SMA, dan menyembuhkan sakit kepala migren dokter gigi di New York hingga dua tahun lamanya. Juga telah menyembuhkan seorang musisi dari Kentucky yang menurut diagnosis pakar kedokteran disebutkan terserang suatu jenis penyakit aneh yang tak terobati, dan malah telah membantu menyembuhkan penglihatan seorang lelaki penderita Glaukoma. Semua contoh peristiwa hidup dalam jumlah banyak dan gaib ini membuat Cayce dinobatkan sebagai cenayang Amerika yang paling hebat.

Fungsi kemampuan pandangan jauh Cayce tidak hanya bisa menjangkau diluar ribuan Li, malah kemampuannya bisa secara langsung memeriksa banyak materi di luar tubuh manusia, bisa melihat hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam semesta dan perjalanan nasib manusia, bahkan hubungan manusia pada kehidupan sebelumnya dengan kehidupan sekarang. Cayce menganggap bahwa nasib malang dan penderitaan manusia pada kehidupan sekarang mempunyai hubungan sebab-akibat yang terjalin dengan karma pada kehidupan sebelumnya, dengan demikian bisa mencari sumbernya dari kehidupan terdahulu.

SUMBER  : Dicantumkan pada artikel Reinkarnasi, terakhir


0 komentar:

Posting Komentar