Senin, 18 April 2016

ENERGI SPIRITUAL (1) - (Lapisan Tubuh Energi)



Lapisan Tubuh Manusia
Disamping  tubuh fisik, kita memiliki tubuh eterik / tubuh halus atau bioplasma (tubuh energi), tubuh astral dan roh. Tubuh fisik manusia terbagi tiga: tubuh  kesadaran fisik, tubuh kesadaran eterik (tubuh halus) dan  tubuh kesadaran roh atau cahaya keillahian  Tuhan.atau yg lebih mudah secara psikologi transpersonal terdiri atas beberapa tubuh yaitu tubuh mental / otak kiri, tubuh emosional / otak kanan,tubuh kehendak / otak otak tengah,(will body) dan tubuh spiritual titik otak dipusat otak kesadaran otak besar diubun ubun batok kepala (spiritual body).

Dalam tubuh manusia sendiri selain terdapat sistem energi yg terletak di dlm tubuh jasmani juga sistem energi di dalam tubuh-tubuh eterik Di pusat-pusat energi inilah, pikiran dan perasaan pertama kali berperan secara langsung, mempengaruhi dan mengatur seluruh fungsi tubuh, metabolisme, sirkulasi, eliminasi, reproduksi. Pada tingkat energi, pengalaman, cara/pola pikir dan tingkat kesadaran yg ada. membuktikan kebenaran adanya cakra-cakra itu mempengaruhi kehidupan manusia baik secara fisik maupun  secara kesadaran jiwa yg ada.


Apa Energi Spiritual Itu
Spiritualitas berasal dari kata dasar "spirit" yang dalam kamus diterangkan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan jiwa manusia.      Karena jiwa itu adalah hidup, maka jiwa adalah energi. iKualitas energi yang tidak baik tentunya akan menghasilkan kualitas kehidupan yang tidak baik juga.

Energi spiritual sering disebut sebagai Prana, Chi atau Qi. Energi yang pada dasarnya adalah kekuatan-hidup yang menembus segala sesuatu dan memberikan energi. Berbagai teknik telah dirumuskan untuk menyalurkan energi ini dan menggunakannya untuk penyembuhan. Energi spiritual karena itu yang terbaik dianggap sebagai kekuatan yang kuat yang tidak terikat oleh kurungan ruang. Energi spiritual juga dimungkinkan untuk melakukan perjalanan ke alam  spiritual. Pencapaian keheningan dan kesadaran tidak cukup untuk bahan bakar pertumbuhan rohani. Tanpa energi spiritual, kesadaran tidak dapat tumbuh dan ekspansi terhenti. Fisika kuantum telah mengajarkan kita bahwa segala sesuatu di alam semesta ini terdiri dari energi – termasuk kita sendiri. Aura energi yang kita punyai menghubungkan kita dengan seluruh medan energi alam semesta dan segala sesuatu di dalamnya. Dan energi yang kita pancarkan adalah seperti magnet.  Setiap pikiran, perasaan, dan emosi mengirimkan frekuensi energi yang menarik frekuensi yang sama kembali pada medan energi kita. Jadi jika Anda berpikir, merasakan, dan bertindak positif, maka Anda akan menarik energi positif juga.

Meditasi adalah salah satu cara terbaik untuk membantu Anda memahami energi spiritual. Dalam diri setiap orang, tersimpan energi yang sangat kuat yang dikenal sebagai energi spiritual. Energi itu bisa dimiliki dan digunakan oleh orang yang biasa bermeditasi. Meditasi yang dimaksud di sini adalah meditasi dalam arti berserah diri kepada Tuhan. Dalam berdoa kita meminta sesuatu dari Tuhan. Sedangkan bermeditasi berarti mendengarkan jawaban-jawaban dari Tuhan.



"Bioenergi merupakan energi kehidupan di alam ini yang menyusupi dan menggerakkan seluruh aktifitas  kehidupan di mana sumber tertinggi adalah Tuhan Maha Esa. "Secara spiritual, ada energi pada tubuh manusia yang mempengaruhi keadaan tubuh (kesehatan, kesegaran) dan lingkungan. Di samping itu, ada pula energi pada hati manusia yang berpengaruh pada perasaan sendiri (tenang, damai, bahagia) dan lingkungan energi negatif adalah penyebab hal-hal tidak baik pada fisik, mental, maupun emosional kita. Energi positif adalah energi yang memberikan kita manfaat-manfaat positif, misalnya membantu kita untuk lebih sehat, segar, ataupun tenang dan damai.. Banyak orang yang hatinya dipenuhi oleh energi negatif (emosi negatif), seperti kemarahan, keserakahan,  kesombongan, rasa benci dan iri hati, ketidakpuasan, dan sebagainya yang berlangsung terus menerus dalam waktu panjang akan  memperburuk keadaannya.

Energi negatif dari hati ini sebagaimana energi negatif lainnya, terus menerus dipancarkan oleh yang bersangkutan dan dapat dirasakan oleh orang-orang yang cukup peka sebagai perasaan tidak nyaman saat berinteraksi dengan orang-orang tertentu. Energi negatif yang terus menerus terpancar di suatu lingkungan, berpengaruh besar pada setiap manusia di lingkungan tersebut. Apabila sebuah daerah yang cukup luas terlalu banyak energi negatifnya, maka hal ini akan memberikan pengaruh yang negatif pada bumi juga, dimana reaksinya dapat timbul bencana alam, dsb. Otak kita adalah piranti khusus untuk akal kita, maka hati adalah piranti khusus untuk budi kita.

Dr. Ben Johnson (seorang dokter, penulis, dan pelopor penyembuhan dengan energi) menyatakan bahwa “Segala sesuatu adalah energi. Di dalam tubuh ini terdapat sistem organ, sel, molekul, dan atom yang kesemuanya mempunyai energi”. Ia menyatakan bahwa “Manusia adalah menara suar yang paling kuat di semesta. Sebagai energi, manusia bergetar pada suatu frekuensi. Dan yang paling menentukan frekuensi manusia adalah apa yang dipikirkan dan yang dirasakan”.Sedangkan James Arthur Ray (seorang pengembang The Science of Success and Harmonic Wealth) mengingatkan “Anda adalah makhluk spiritual! Anda adalah ladang energi”.

Istilah spiritual, biasanya dikaitkan dengan kegiatan agama, yang sebenarnya mengandung arti yang lebih luas: "semua kegiatan yang mendorong umat manusia untuk mencapai suatu bentuk kemajuan - fisik, emosi, kelembagaan, sosial - jika dapat mencapai kemajuan yang jauh lebih baik dari sekarang, akan merupakan suatu bentuk spiritual yang alamiah". Menurut definisi ini maka setiap kata, pikiran, dan tindakan, adalah bentuk spiritual yang berpotensi dan mampu untuk memperbaiki kondisi manusia.


Compiled : IDP Sedana

0 komentar:

Posting Komentar