Senin, 26 November 2018

BALI DIMATA RAFFLES (I)


THOMAS STAMFORD RAFFLES

Sir Thomas Stamford Bingley Raffles (lahir di Jamaica6 Juli 1781 – meninggal di LondonInggris5 Juli 1826 pada umur 44 tahun) . Dia adalah Gubernur-Jenderal Hindia-Belanda yang terbesar. Ia adalah seorang warganegara Inggris. Ia dikatakan juga pendiri  negara  Singapura. Ia salah seorang Inggris yang paling dikenal sebagai yang menciptakan kerajaan terbesar di dunia.

Tak banyak diketahui tentang orangtua Raffles. Ayahnya, 
Kapten Benjamin Raffles, terlibat dalam perdagangan budak di Kepulauan Karibia, dan meninggal mendadak ketika Thomas baru berusia 15 tahun, sehingga keluarganya terperangkap utang. Ia langsung mulai bekerja sebagai seorang pegawai di London untuk Perusahaan Hindia Timur Britania, perusahaan dagang setengah-pemerintah yang berperan banyak dalam penaklukan Inggris di luar negeri. Pada 1805 ia dikirim ke pulau yang kini dikenal sebagai Penang, di negara Malaysia, yang saat itu dinamai Pulau Pangeran Wales. Itulah awal-mula hubungannya dengan Asia Tenggara.


LATAR BELAKANG KELUARGA
Raffles diangkat sebagai Letnan Gubernur Jawa pada tahun 1811 dan dipromosikan sebagai Gubernur Sumatera tidak lama kemudian, ketika Inggris mengambil alih jajahan-jajahan Belanda ketika Belanda diduduki oleh Napoleon Bonaparte  dari Perancis

Raffles bukanlah tokoh dalam sejarah Inggris yang berasal dari kelas bangsawan. Ayahnya Benjamin Raffles hanyalah seorang tukang masak di sebuah kapal yang pada akhirnya menjadi kapten. Dan Ibunya, Anne Lyde Linderman. Ketika Raffles masih muda, krisis ekonomi yang melanda Inggris memaksanya mencari pekerjaan untuk menyokong ekonomi keluarga. Dengan keuletan dan kecerdasannya ia berhasil menjadi Asisten Sekretaris pada sebuah perusahaan untuk wilayah Kepulauan Melayu, yang  pada akhirnya dipercaya sebagai Gubernur Jenderal oleh Lord Minto.

Raffles mengawali kariernya sebagai juru tulis sebuah perusahaan Hindia Timur (1795).  Raffles pertama kali berada di Jawa (1811) sebagai Lieutenant Governor  of Java yang bertanggung jawab kepada Gubernur Jenderal Inggris di India yaitu  Lord Minto, yang kemudian meninggal pada tahun 1814. Namun pemerintahan Raffles hanya bertahan selama 5 tahun. Selama berkuasa di Jawa, dia rajin menyambangi hutan, desa dan berbagai obyek arkeologi  Jawa. Juga gemar mengunjungi penguasa lokal, sambil berburu naskah kuno. Raffles dikenal sebagai seorang yang  tekun, rajin belajar, ulet, dan berkemauan keras.  sehingga mahakarya "The History of Java"  dapat terselesaikan.


 Thomas Stamford Raffles
  
Pada tahun 1819 Raffles menjalin kerjasama dengan Tumenggung Sri Maharaja penguasa  Singapura dalam rangka menggagas pusat perdagangan di Pulau Singapura. Kerjasam itu membuat Inggris diizinkan mendirikan koloni di Singapura dengan syarat  Inggris melindungi para pedagang Singapura dari Belanda dan Bugis. Raffles bersumpah Singapura akan dijadikan koloni baru yang meskipun kecil, namun akan  jauh lebih maju dari Tanah Jawa yang dikuasai Belanda. Raffles berupaya keras mewujudkan sumpah. Sehingga  Singapura menjadi pusat perdagangan paling penting di wilayah Hindia Timur,  sampai saat ini.

Saat Jawa kembali ke tangan Belanda, Raffles tengah menggagas dan  mengerjakan proyek arkeologi dan botani di Jawa. Kemudian sampai tahun 1823  Raffles menjadi Gubernur di Bengkulu yang memang berdasarkan suatu perjanjian tidak diserahkan ke  tangan Belanda bersama Belitung,  dan Bangka.Dalam hatinya, Raffles masih sangat menyukai Jawa dan ia membenci Belanda yang kembali berkuasa di Jawa,, Dia tidak suka dengan pemerintahan Belanda yang abai terhadap peri kemanusiaan. Raffles meninggalkan Indonesia (Bengkulu) sambil menyeka air mata, karena situasi politik pada 1823,. .  Dia membawa pulang  30 ton naskah tentang Jawa. Karena itu bagi sejarahwan yang ingin mendalami Sejarah Jawa  tahun 1800 an, dapat mencari bahan kajian ke Inggris. Tiga tahun kemudian, sehari sebelum ulang tahunnya yang  ke-45, Raffles meninggal dunia.

Banyak hal yang telah dirintis oleh Raffles, antara lain :

Bidang Birokrasi dan Pemerintahan
1.     Membagi Pulau Jawa menjadi 16 keresidenan (sistem keresidenan ini berlangsung sampai tahun 1964)
2.  Mengubah sistem pemerintahan yang semula dilakukan oleh penguasa pribumi menjadi sistem pemerintahan kolonial yang bercorak Barat
3.    Mengintroduksi otonomi terbatas, menghentikan perdagangan budak, mereformasi sistem pertanahan pemerintah kolonial Belanda,
4.  Bupati-bupati atau penguasa-penguasa pribumi dilepaskan kedudukannya yang mereka peroleh secara turun-temurun
5.     Otonomi terbatas,

Bidang Ekonomi dan Keuangan
1.     Petani diberikan kebebasan untuk menanam tanaman ekspor..
2. Penghapusan pajak hasil bumi (contingenten) dan sistem penyerahan wajib (verplichte leverantie).
3.     Menata ulang system perpajakan.  Pemungutan pajak secara perorangan.


Bidang Hukum
1.     Sistem peradilan yang diterapkan Raffles lebih baik daripada yang dilaksanakan oleh Daendels. Karena Daendels berorientasi pada warna kulit (ras), Raffles lebih berorientasi pada besar kecilnya kesalahan.
2.     Badan-badan penegak hukum pada masa Raffles sebagai berikut:
a.     Court of Justice, terdapat pada setiap residen
b.     Court of Request, terdapat pada setiap divisi
c.     Police of Magistrate
3.     Sistem juri ditetapkan dalam pengadilan

Bidang Social
1.     Penghapusan kerja rodi (kerja paksa) dan penghapusan perbudakan
2.     Peniadaan pynbank, yaitu hukuman yang sangat kejam dengan melawan harimau.
3.  Dari kebijakan ini, salah satu pembaruan kecil yang diperkenalkannya di wilayah kolonial Belanda adalah mengubah sistem mengemudi dari sebelah kanan ke sebelah kiri, yang berlaku hingga saat ini.
4.     Menghentikan perdagangan budak,
5.     Merintis penelitian mengenai sastra Jawa kuno.




Bidang Ilmu Pengetahuan
1.     Ditulisnya buku  History of Java di London pada tahun 1817 dan dibagi dua jilid
2.     Ditulisnya buku berjudul  History of the East Indian Archipelago  di  Eidenburg pada tahun 1820 dan dibagi tiga jilid.
3. Memberikan bantuan kepada John Crawfurd (Residen Yogyakarta), untuk mengadakan penelitian, yang menghasilkan sebuah buku : “History of East Indian Archipelago”
4. Raffles juga aktif mendukung Bataviaach Genootschap, sebuah perkumpulan kebudayaan dan ilmu pengetahuan
5.     Mendirikan Museum Etnografi di Batavia.
6.   Warisan budaya Jawa digali dan  ditemukan  atas prakarsa Raffles : Candi Borobudur (1814), Candi Panataran (1815), Candi Prambanan  (1815).
Meneliti peninggalan-peninggalan kuno seperti Candi Borobudur dan Candi PrambananSastra Jawa serta banyak hal lainnya. Ia belajar sendiri bahasa Melayu dan meneliti dokumen-dokumen sejarah Melayu yang mengilhami pencariannya akan Borobudur
7.     Istri Raffles menggagas berdirinya  Kebun Raya Bogor bersama ahli-ahli dari Inggris.
8.   Memindahkan Prasasti Airlangga ke CalcuttaIndia sehingga diberi nama Prasasti Calcutta
9.  Dari kebijakan ini, salah satu pembaruan kecil yang diperkenalkannya di wilayah kolonial Belanda adalah mengubah sistem mengemudi dari sebelah kanan ke sebelah kiri, yang berlaku hingga saat ini.
10. Mengundang para ahli Luar Negeri untuk mengadakan penelitian.
11. Menemukan bunga Rafflesia Arnoldi

I Dewa Putu Sedana

BACA  JUGA


0 komentar:

Posting Komentar