Kamis, 29 November 2018

Fisika Kuantum (3)



Persamaan Albert Einstein.
Albert Einstein menjelaskan efek fotoelektrik dengan menyimpulkan bahwa energi cahaya datang dalam bentuk kuanta yang disebut foton. Pada tahun 1913, Niels Bohr menjelaskan garis spektrum dari atom hidrogen, lagi dengan menggunakan kuantisasi. Pada tahun 1924, Louis de Broglie memberikan teorinya tentang gelombang benda. Jika ide di atas tidak dapat diterima, kita lihat persamaan terkenal Albert Einstein, E = MC2. Energi (E) setara dengan Massa (M) kali kuadrat Kecepatan Cahaya (C) (Speed of light in vacuum). Persamaan ini hanya memberitahu kita bahwa baik energi dan materi (massa) mengacu pada hal yang sama, hanya dalam bentuk yang berbeda, energi setara dengan massa. Semua yang terlihat di seluruh alam semesta adalah manifestasi dari energi dan informasi. Fakta yang paling mengejutkan tentang hal ini adalah atom tidak memiliki sifat seperti gelombang dan gelombang tidak memiliki sifat seperti partikel. Mereka adalah dua barang yang sama sekali bertentangan.

Untuk  gelombang suara memerlukan sebuah medium (perantara) untuk merambat, karena suara tidak merambat dalam sebuah ruang hampa. Pada sisi lain Cahaya tidak memerlukan sebuah medium untuk merambat dan tidak seperti gelombang suara, kecepatannya yang teramati tidak berubah terhadap kecepatan atau arah sang pengamat. Segala sesuatu di alam semesta, masa lalu, masa kini dan masa datang tersambung dengan segala sesuatu lainnya, dalam sebuah jejaring radiasi elektromagnetik yang melihat segala sesuatu pada saat yang bersamaan.” John Gribben (Fisikawan).

Fisika quantum juga menegaskan bahwa setiap interaksi antara individu dengan semua makluk akan mempengaruhi segala sesuatu di alam semesta ini. Karena fisika quantum tidak mengenal istilah pemisahan atau pembagian kerja berdasarkan  ‘hukum dasar’ Newton, maka segala sesuatu di dunia ini merupakan satu kesatuan yang utuh (wholeness). Metaphor atau ilusi bahwa selama ini kita hidup ‘terpisah’ satu sama lain telah membuat kita hidup dalam konflik yang berkepanjangan. Mungkinkah dengan penemuan fisika quantum, akhirnya, manusia menyadari bahwa yang dipilih, yang memilih, yang diamati dan yang mengamati sebenarnya adalah satu. Satu kesatuan utuh yang tak terbagi karena yang ada selama ini hanyalah Yang Satu itu. (seperti yang tertuang dalam ajaran Agama Hindu Tat Twam Asi)

Roh adalah kekuatan Tuhan yang ditempatkan dalam diri kita . Roh menyatu dengan badan tapi bukan seperti menyatunya gula dengan air, akan tetapi Roh menguasai badan sehingga badan hidup. Pada hakekatnya pekerjaan-pekerjaan yang manusia kerjakan adalah pekerjaan Roh seperti melihat, mendengar dan lain-lain…Roh dan badan masing-masing memiliki aturan dan hukum-hukum sendiri-sendiri  dan karena keduanya berada pada manusia, antara hukum materi dan hukum nonmateri terjadi saling tarik dan saling menguasai. Pada sebagian orang karena sisi materinya lebih kuat maka hukum-hukum materi menguasai hukum nonmateri, sehingga yang menonjol dan berlaku pada orang tersebut adalah hukum-hukum materi. Akan tetapi bagi orang yang Rohnya kuat, maka hukum-hukum nonmateri menguasai hukum-hukum materi (badan fisik). Saat Roh menguasai tubuh fisik secara sempurna maka dalam diri manusia tersebut berlaku hukum Fisika Quantum. Dan kita tahu di dalam hukum fisika quantum tidak ada lagi jarak dan waktu. Dan alam semesta ini hanyalah vibrasi energi.

Sedangkan Hukum Dasar Newton menyatakan :
1.     Setiap benda akan memiliki kecepatan yang konstan kecuali ada gaya yang resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut.
  1. Percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang bekerja pada suatu benda berbanding lurus dengan resultan gaya, searah dengan resultan gaya, dan berbanding terbalik dengan massa benda. Percepatan adalah perubahan kecepatan dalam satuan waktu tertentu.
  2. Jika benda pertama melakukan gaya pada benda kedua, maka benda kedua akan melakukan gaya yang sama besar pada benda pertama, tetapi arahnya berlawanan dengan arah gaya yang diberikan benda pertama.



Teori Relativitas .
E=mc^2
Teori relativitas Albert Einstein adalah sebutan untuk kumpulan dua teori fisika: relativitas umum" dan "relativitas khusus". Kedua teori ini diciptakan untuk menjelaskan bahwa gelombang elektromagnetik tidak sesuai dengan teori gerakan Newton. Gelombang elektromagnetik dibuktikan bergerak pada kecepatan yang konstan, tanpa dipengaruhi gerakan sang pengamat. Inti pemikiran dari kedua teori ini adalah bahwa dua pengamat yang bergerak relatif terhadap masing-masing akan mendapatkan waktu dan interval ruang yang berbeda untuk kejadian yang sama. Hal ini diterima secara universal meskipun sangat pelik untuk dimengerti, kecepatan cahaya adalah tetap untuk semua pemantau / pengamat tanpa tergantung dari kecepatan dan arah (pengamat itu). Einstein menerangkan bahwa ketika sebuah benda bertambah kecepatannya, mendekati kecepatan cahaya, panjang fisiknya berkurang, dan massanya bertambah. Jadi kita mendapatkan sebuah benda hitam (black hole) memiliki massa tak terbatas namun tanpa ukuran. Jika sekiranya dia mencapai kecepatan cahaya, waktu berhenti sama sekali (baginya). Dengan kata lain, segala sesuatu di alam semesta masa lalu, masa kini dan masa datang tersambung dengan segala sesuatu lainnya, dalam sebuah jejaring radiasi elektromagnetik yang melihat segala sesuatu pada saat yang bersamaan.” (John Gribben, Fisikawan).

ARTIKEL BERIKUTNYA :
Fisika  Kuantum, Menembus Ruang & Waktu  (4) :
1.     Teori Relativitas Khusus Einstein
2.     Teori Relativitas Umum Einstein
3.     Dalam teori Einstein, bahwa waktu bersifat melengkung.
4.     Einstein telah menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan

Sumber dicantumkan pada artikel Fisika Kuantum, Menembus Ruang & Waktu terakhir.
Compiled : IDP Sedana, Drs. MBA.

BACA JUGA :

0 komentar:

Posting Komentar