Rabu, 14 Oktober 2020

Misteri Kehidupan Masa Lalu (5)

 

Pandangan Terapis Tentang Past Life Regreaaion

Seorang terapis, menganggap reinkarnasi sebagai kenyataan spiritual, Pandangan ini tidak penting bagi klien dalam sesi Regresi ke Kehidupan lalu. Yang terpenting adalah hal yang tersimpan di dalam alam bawah sadar bisa digali dan melepaskan permasalahannya.
Sangatlah penting bagi seorang terapis untuk mengikuti alur cerita yang disampaikan oleh  kliennya, tanpa menyanggah / meragukan sama sekali, karena pengalaman klien adalah pengalaman murni dari dalam diri mereka sendiri dan hal ini menjadi penting bagi klien yang telah mengalami kejadian tertentu sehingga mereka bisa terlepas dari permasalahan kehidupan lalunya
, mungkin penyebab dari masalah mungkin bisa kita temukan dengan "membongkar" memori yang berasal dari kesadaran universal, memori genetik, atau memori orang lain. Terserah  yang  diyakini kebenarannya. Dalam hal terapi untuk mengatasi masalah, tidaklah penting apakah teknik yang digunakan itu ilmiah dan masuk akal. Teknik Past Life Regression telah terbukti menyembuhkan banyak orang, apapun keyakinannya.

 

 

 

Terapi Regresi ke Kehidupan Masa Lalu

Past Life Therapy dapat membantu seseorang untuk menghadapi dan menikmati kehidupan yang mereka miliki saat ini, dengan memecahkan dan menyembuhkan luka atau ketidakadilan yang mungkin berasal dari kehidupan di masa ampau. Rasa sakit yang tak terselesaikan, misalnya, yang sulit untuk diobati secara konvensional mungkin merupakan masalah yang berasal dari kehidupan lampau. Kembali ke kehidupan lampau dan mengobati atau menyembuhkan masalah tersebut dapat menciptakan sebuah pemecahan mengenai penyebab situasi di kehidupan ini. Ini tidak hanya memungkinkan hilangnya rasa sakit, tetapi juga pemahaman yang lebih baik yang berhubungan dengan keberadaannya.

 

Past Life Therapy sudah diriset secara keilmuan bahwa ini bisa membantu untuk  mengatasi masalah  dalam kehidupan sekarang ini, dengan melihat kembali ke kehidupan  di masa lalu (yang pernah hidup sebelum  lahir seperti saat ini). Mengerti mengenai kehidupan masa lalu mungkin bisa membantu  untuk memutuskan atau mengambil suatu langkah misalnya apakah tetap melanjutkan dalam kehidupan yang  sekarang,  seperti apa yang pernah terjadi dalam, kehidupan  sebelumnya  atau mengakhiri kehidupan masa lalu dan menjalani kehidupan yang lebih baik  sekarang.

 

Ada dua cara untuk menemukan kehidupan lampau :

1.     Munculnya ingatan yang spontan – diingat dalam bentuk kilasan selama meditasi, dalam impian atau bahkan saat kegiatan sehari-hari.

2.     Regresi kehidupan lampau (Past Life Regression), induksi hipnotik dimana kita membuka lembar memori kehidupan masa lalu yang relevan.  Ada juga cara2 yang dapat kita pelajari sendiri dengan melakukan self regresi, meskipun hal ini memiliki potensi risiko jika memori yang traumatik muncul. Adalah sangat membantu jika  memiliki pemandu, yang  dapat membantu memroses apa yang dapat diingat

 

Proses dari Regressi

Praktisi  regresi kehidupan masa lalu sering menggunakan pendekatan personal untuk praktiknya. 

Proses Regressi umumnya terdiri dari :

1.     Persiapan awal difokuskan untuk membuat klien  nyaman, serta untuk memfasilitasi perasaan damai dan pengalaman yang menyenangkan.  Pertama,  akan dibicarakan tujuan dan pemikiran tentang apa yang  ingin didapatkan dari sesi ini, sehingga klien berada di level somnambulisme / deep hypnosis

2.     Kemudian, klien akan didorong  untuk menutup mata dan rileks. Petunjuk gambar sering digunakan untuk membantu untuk rileks  dan masuk  ke dalam kondisi  alpha atau kondisi gelombang otak  delta. Hal ini memungkinkan  untuk menjadi lebih terbuka dan melihat memori yang berasal dari pikiran bawah sadar  – tempat di mana memori kehidupan-kehidupan  sebelumnya disimpan Relaksasi tahap ini dicapai dengan dituntun   menggunakan suara yang tenang dan bergelombang.

3.     Setelah dicapai rileks yang mendalam, pemandu  akan mulai memandu  ke dalam mengeksplorasi kehidupan lampau. Selama tahap ini,  akan dibimbing untuk mengalami sendiri waktu dan tempat yang diinginkan, dan  dibimbing melalui berbagai kejadian penting yang hidup, dengan berfokus pada emosi, masalah dan konflik yang belum terselesaikan.

4.     Proses ini sebagai langkah pertama: sisanya dikhususkan untuk penyembuhan efek negatif dari pola pikiran, emosi dan fisik traumatis yang mungkin timbul selama kehidupan tersebut. Kebanyakan Regressi berlangsung antara 90 menit sampai 2 jam.

 


Teknik regresi

Teknik regresi yang digunakan antara lain :

1.     Dengan menggunakan  teknik elicit emotions, dengan membangkitkan emosi terpendam di alam bawah sadar klien. Selama tahunan atau mungkin puluhan tahun emosi itu ditekan di alam bawah sadar klien sehingga membutuhkan suatu teknik untuk bisa mengeluarkan emosi itu ke permukaan.

2.     Mengajukan pertanyaan sehingga diperoleh  jawaban-jawaban yang menguak identitas dan kejadian masa lalu, metode yang sama digunakan di terapi pengembalian ingatan.

3.     Menjembatani masalah kehidupan klien saat ini untuk membawa ke "cerita masa lalu kehidupan". Praktisi percaya bahwa masalah yang belum terselesaikan dari kehidupan masa lalu yang diduga dapat menjadi penyebab masalah pasien. Penggunaan hipnotis dan pertanyaan sugestif membuat subjek menjadi seperti terdistorsi atau menceritakan ingatan yang salah. Eksperimen terhadap subjek yang mengalami regresi kehidupan masa lalu menunjukkan bahwa kepercayaan akan reinkarnasi dan sugesti dari penghipnotis adalah dua faktor paling penting yang berkaitan dengan isi memori yang diceritakan.

4.     Teknik regresi yang lebih rumit adalah dengan menggunakan teknik visualisasi seperti teknik buku kehidupan, terbang mundur menyusuri garis waktu dengan naik karpet ajaib, naik kapal menuju ke hulu sungai kehidupan, teknik lorong waktu, menatap bola kristal, dan masih banyak teknik lainnya. Dua teknik yang sangat sering digunakan dalam hipnoanalisa yaitu jembatan perasaan (affect bridge) dan jembatan tubuh (somatic bridge). 

a.     Affect Bridge(AB): adalah teknik yang diciptakan oleh John G. Watkins dan pertama kali dipublikasi dalam bahasa Spanyol di tahun 1961. AB sangat efektif mengatasi kendala yang sering dijumpai dalam terapi konvensional yang menggunakan pendekatan intelektual atau analitikal. Dengan AB, yang digunakan sebagai jembatan untuk menghubungkan masa sekarang dan masa lalu  emosi atau perasaan spesifik yang dirasakan klien saat ini, bukan menggunakan ide atau bentuk pikiran tertentu. AB membuat proses keterhubungan ini menjadi lebih cepat dan dengan hasil yang sangat akurat. Cara melakukan AB adalah dengan meminta klien untuk merasakan emosi (apapun emosinya) yang berhubungan dengan masalahnya. Setelah klien merasakan emosinya, terapis kemudian mensugesti agar intensitas emosi itu semakin meningkat.

b.     Somatic Bridge (SB): atau jembatan tubuh adalah modifikasi dari AB dan dikembangkan oleh Helen Watkins (1997). Dalam SB “perasaan” yang digunakan adalah sensasi yang dirasakan di tubuh fisik. Dengan demikian secara prinsip, cara kerja AB dan SB sama. Bedanya hanya pada sumber emosi atau perasaan yang digunakan. AB menggunakan emosi sedangkan SB menggunakan sensasi di tubuh fisik. Bila misalnya klien merasa sakit kepala maka terapis meminta klien fokus pada rasa sakitnya. Kemudian terapis mensugestikan klien untuk meningkatkan perasaan sakit ini sedemikian rupa dan menggunakan rasa sakit ini sebagai jembatan untuk mundur ke masa lalu.

 


Dalam teknik Age Regression,  terdapat 2 jenis kualitas regresi :

1.     Hypermnesia (ingatan yang menjadi sangat kuat),

2.     Revivification (mengalami kembali secara nyata).,teknik ini biasanya dipergunakan untuk melakukan healing atas traumatik yang terjadi di masa lalu, terutama traumatik yang melibatkan pihak ketiga. Pada prinsipnya pikiran bawah sadar manusia merekam setiap peristiwa kehidupan, bahkan lengkap dengan emosi yang menyertai setiap peristiwa dimaksud. Manusia memiliki kemampuan untuk mengakses memori masa lalu ini secara baik dan lengkap, dengan syarat bahwa belahan otak logisnya sudah benar-benar tidak aktif, dan digantikan sementara oleh belahan sisi lainnya yang terkait dengan akses ke pikiran bawh sadar. Oleh karena itu untuk menghasilkan regresi dengan kualitas “revivification” mutlak diperlukan kondisi Somnambulism (Deep Trance).

 

BACA JUGA :

MembukaMata Ketiga dengan Meditasi Clairvoyance

AgamaTao 1

TubuhCahaya 1, Pengantar

JainismeAgama yang Atheis

KehidupanSetelah Kematian

EnergiSpiritual 1

 

SUMBER  : Dicantumkan pada artikel Misteri Kehidupan Masa Lalu, terakhir

Compiled : IDP Sedana, Drs, MBA.

0 komentar:

Posting Komentar