DWARAWATI MUNCUL DARI LAUT (12)





GERHANA DI KURUKSHETHRA
Gerhana matahari terjadi bila bayangan bulan jatuh pada wilayah  pengamat di bumi. Sekitar  240 gerhana matahari terjadi dalam satu abad. Selama perioda  3500 SM sampai  700 SM, hampir  6960 terjadi gerhana matahari   Gerhana matahari terjadi pada awal bulan baru. Gerhana matahari  bisa terjadi penuh atau sebagian. Gerhana matahari penuh bisa berlangsung selama 8 menit, dan gerhana matahari sebagian dapat berlangsung selama 115 menit. Gerhana matahari hanya bisa terlihat pada tempat tertentu dimana bayangan bulan itu terjatuh
Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jaraknya  384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.
Sebuah gerhana Matahari dikatakan sebagai gerhana matahari  total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.


Gerhana Matahari Total
Foto : Wikipedia
Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.
Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.


Gerhana Matahari Cincin
Foto : Wikipedia
Gerhana Matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik.
Ketika gerhana Cahaya langsung dari sang surya mesti dilemahkan 50.000 kali supaya menjadi aman bagi mata, dijadikan 0,00002 kekuatan semula. Kalau tidak, orang yang nekad menantang matahari memang berpeluang menjadi buta. Melihat gerhana matahari dengan mata telanjang, apalagi dengan teropong atau kamera yang tidak dilengkapi dengan alat khusus, dapat menyebabkan kebutaan.
Gerhana Bulan
Gerhana bulan terjadi bila bayangan bumi menutupi bulan . Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap oposisi bulan dengan Matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Ada sekitar 150 gerhana bulan  untuk satu abad   Gerhana bulan hanya terjadi pada bulan purnama, bisa sebagian atau seluruhnya Gerhana bulan penuh dapat berlangsung selama 2 jam, sementara gerhana bulan sebagian dapat  berlangsung  selama 4 jam.. Selama perioda  3500 SM sampai  700 SM , hampir  4.350 terjadi gerhana bulan
Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana Matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara Matahari dengan bumi.
Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.


Gerhana Bulan
Foto : Wikipedia
Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.
Pada gerhana bulan total ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra.  Pada gerhana  bulan sebagian, tidak seluruh bagian bulan terhalangi dari Matahari oleh bumi. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar Matahari yang sampai ke permukaan bulan.
Pada gerhana bulan penumbra, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.
Gerhana Bulan Total (GBT) terjadil pada tanggal 15 Juni 2011, dan  10 Desember 2011 akan ada Gerhana Bulan Total yang kedua. Fenomena langka ini  baru akan terjadi lagi tahun 2014, 2015 ( tapi di tahun itu hanya bisa dilihat sebagian Indonesia saja, itu pun tak seluruh fase bisa terlihat) dan berikutnya 31 Januari 2018.
Gerhana Bulan Total ini bisa disaksikan secara langsung di internet melalui fasilitas live streaming di halaman situs http://kominfo.go.id yang disiarkan secara langsung dari Lembang, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Pekanbaru, dan Mataram.
Gerhana Di Kurukshethra
Kalkulasi astronomi maju sangat pesat sejak 30 tahun terakhir. Perangkat lunak komputer dengan ketelitian yang sangat tinggi telah dibuat . Perangkat  lunak ini divalidasi terhadap database dari US Naval  Observatory’s Interactive Computer, dan  Jet Propulsion Laboratory di California. Salah satu dari perangkat lunak itu adalah  LodeStar Pro dibuat oleh  Wayne C Annala pada  1994.  LodeStar Pro mengecek gerhana yang terjadi antara 1000-2500 SM
Disebutkan dalam Epos Mahabharata terjadi gerhana berpasangan  dalam “Tigabelas hari” beberapa waktu sebelum peperangan yang terlihat di Kurukshethra.
Bagi kita sekarang  sangat mudah menganalisis dengan tepat gerhana berdasarkan perhitungan 24 jam per hari Tapi untuk beberapa ribu tahun yang lalu dengan  evaluasi waktu seperti itu sudah pasti tidak relevan. Karena itu batasan mengenai satu hari haruslah ditetapkan dengan jelas, alami dan tidak membingungkan apakah  dari matahari tenggelam ke matahari tenggelam atau dari matahari terbit ke matahari terbit. Karena itu untuk semua analisis dibawah ini , waktu yang relevan digunakan adalah dari matahari terbit ke matahari terbit. Dengan menggunakan definisi ini , memungkinkan untuk menentukan  gerhana  berpasangan yang terjadi dalam waktu “Tiga belas hari”.  Sebenarnya  perioda dari matahari terbit  sampai matahari terbit berikutnya tidak pernah sama 24 jam kecuali pada saat matahari ada di katulistiwa. Untuk hari-hari yang lainnya , waktunya bisa kurang atau lebih dari 24 jam .
Pada Mahabharata tercantum tiga gerhana matahari yang berurutan
*) Referensi mengenai gerhana matahari yang pertama terdapat pada Sabha Parva (79.29), dijelaskan oleh  Widura ketika Pandawa mulai ke hutan menjalani masa pembuangannya selama 12 tahun akibat kekalahan bermain dadu.  Setelah 12 tahun terbuang dan selama setahun dalam penyamaran, Pandawa kembali ke Hastinapura dan mereka meminta kerajaannya kembali tetapi Duryodhana menolaknya.  Beberapa usaha dilakukan untuk mencegah peperangan, tetapi semuanya gagal , dan perangpun terjadilah.
**) Referensi untuk gerhana matahari yang kedua ada pada Bhisma Parwa (3.29), setelah terjadinya gerhana  bulan yang terjadi dalam dua minggu  beberapa hari sebelum Bharata Yudha  terjadi. Gerhana ini terjadi setelah 14-15 tahun setelah gerhana  pertama . Epos Mahabharata juga menyebutkan beberapa posisi planet  yang kurang  baik  diantara dua gerhana tersebut dan awal peperangan dimulai pada Kartika Purnima (Bhisma Parva 3.14 to 3.19). Pada  Kartika Krishna Ashtami, Saturnus berada dekat Rohini dan  Mars berada diantara Jayestha dan  Anuradha. Dua puluh dua hari berikutnya , pada Kartika Purnima, Saturnus berada dekat  Rohini, Mars berada dekat Jayestha, sebuah planet kasar  (kemungkinannya Uranus) berada di dekat  Citra dan  Swati. Planet putih yang lainnya (kemungkinannya  Jupiter) bergeser dari selatan  ke utara.
***) Referensi mengenai gerhana  matahari yang ketiga  tercantum di  Mausala Parwa (2.19 to 2.20) terjadi  setelah 36 tahun perang  Mahabharata . Gerhana ini nampak dari kota Dwaraka yang dinyatakan perlahan-lahan tenggelam ke ibawah laut. Jadi dalam kurun waktu 50 tahun telah terjadi tiga kali gerhana matahari secara berturut-turut Yang kedua terjadi berselang 14-15 tahun dari gerhana yang pertama yang semestinya terlihat dari Kurukshetra. Sementara gerhana yang ketiga terjadi 35 tahun setelah gerhana kedua  dan terlihat di Dwaraka
****) Varaha Mihira (sekitar  560 M), astronoom lain yang terkenal menyebutkan  2526 tahun sebelum tahun  Saka dimulai (Shalivahana saka dimulai pada  79 M atau  Vikrama Saka yang dimulai  57 SM)
Bhishma Parwa dan Udyoga Parwa (bab khusus dalam Mahabharata) mencantumkan penjelasan mengenai astronomi ketika Bharata Yudha semakin dekat  yang menjelaskan beberapa sirkulasi dengan beberapa posisi planet. Jelas disebutkan tentang gerhana berpasangan yang terjadi dalam 13 hari.
*****) Drona Parva juga  menyebutkan mengenai kematian  Jayadhratha ketika gerhana  pada hari ke 13 setelah mulainya perang.
******) Naskah kuno “3030  tahun dari Bharata Yudhar”  menjelaskan bahwa :
Pada baris yang pertama,  baris yang kedua  dan sebagian baris ketiga  menyebutkan “ Saptabda…..Kalaukale” yang berarti  700+5+50 = 755 tahun setelah Kali Yuga.  Kali  Yuga mulai dari 3101 SM.  755 tahun telah lewat jadi  3101 – 755 = 2346 SM adalah 3030 tahun setelah Bharata Yudha.   Jadi  2346+3030 = 5376 SM nampaknya tahun terjadinya  Bharata Yudha.



Artikel berikutnya :
, ……….. perang anara Pandawa dan  Kaurawa terjadi pada 3067 SM.  Menggunakan perangkat lunak yang sama,  Dr  Achar menemukan kelahiran Krishna tahun 3112  SM. ……………….. pada   Bhishma Parwa “Dua gerhana  dalam sebulan  dalam waktu 13 hari.” , dia mempresentasikan data gerhana dalam perioda  3300 BCJ (Before the Calendar of Julian Ceaser)  sampai  700 BCJ yang terlihat di  Kuruksethra, dengan menggunakan Lodestar Pro software. …………


Sumber :
(Dicantumkan pada Artikel ke 14, GERHANA BERPASANGAN)
Dst
33. Year of Mahabharata — Full Article Text , Daily Pioneer

loading...

Belum ada Komentar untuk "DWARAWATI MUNCUL DARI LAUT (12)"

Posting Komentar