INTISARI AGAMA BUDHA (2)





Tujuan dari Budhisme
Tujuan utama dari Budhisme adalah Nirvana. Tradisi Theravâda menjelaskan sebagai  "kedamaian dan ketenangan." Tradisi Mahâyâna dan  Vajrayâna menggambarkan hal itu sebagai  "tidak ada atau tiada" "kosong  dan keberadaan yang tidak berubah dari  Buddha" dan  "puncak kenyataan ." Hal tersebut sama dengan bebas dari keinginan, ego, penderitaan dan reinkarnasi. Nirvâna bukanlah pernyataan ketidak adaan, tapi kedamaian dan kenyataan. yang membagikan wawasan-Nya untuk membantu makhluk hidup mengakhiri ketidaktahuan/kebodohan (avidyā), kehausan/napsu rendah, dan penderitaan (dukkha), dengan menyadari sebab musabab saling bergantungan dan sunyatam dan mencapai Nirvana (Pali: Nibbana).
Di dalam agama Buddha tujuan akhir hidup manusia adalah mencapai kebuddhaan (anuttara samyak sambodhi) atau pencerahan sejati dimana satu makhluk tidak perlu lagi mengalami proses tumimbal lahir. Untuk mencapai itu pertolongan dan bantuan pihak lain tidak ada pengaruhnya. Tidak ada dewa - dewi yang dapat membantu, hanya dengan usaha sendirilah kebuddhaan dapat dicapai. Buddha hanya merupakan contoh, juru pandu, dan guru bagi makhluk yang perlu melalui jalan mereka sendiri, mencapai pencerahan rohani, dan melihat kebenaran & realitas sebenar-benarnya.





Phra Buddha Jinaraja Gaya negara Sukhothai
Kepercayaan Buddhis
1)     Dipercaya bahwa Yang Maha Kuasa adalah sepenuhnya  transenden dan bisa digambarkan sebagai Sûnya, (kekosongan  atau ketiadaan)
2)     Dipercaya Empat Kesunyataan Mulia :
a)     Bahwa penderitaan adalah universal;
b)     Bahwa keinginan adalah penyebab dari penderitaan
c)     Bahwa penderitaan dapat diakhiri  dengan meniadakan keinginan
d)     Bahwa untuk mengakhiri keinginan, maka seseorang harus mengikuti Jalan Utama Berunsur Delapan
3)     Dipercayai Jalan Utama Berunsur Delapan, untuk  meniadakan kegelapan dengan :
a)     Percaya yang benar (Samma ditthi).
b)     Maksud yang benar (Samma sankappa)
c)     Kata-kata yang benar (Samma vaca),
d)     Perbuatan yang benar (Samma kammanta),
e)     Hidup yang benar (Samma ajiva),
f)       Berusaha keras yang benar(Samma vayama),
g)     Berfikir yang benardan Ingatan yang benar (Samma sati),
h)     Samadhi yang benar (Samma samadhi)
4)     Dipercayai bahwa tujuan hidup adalah untuk mengakhiri penderitaan melalui keberadaan kekosongan individu   dan penyerapan menuju  nirvâna,
5)     Dipercayai melalui  "Jalur Tengah"  dengan  hidup moderat, dengan meniadakan kemewahan  dan kebersajaan yang ekstrim
6)     Dipercayai dengan  memberikan kasih sayang yang murni terhadap semua mahluk, hal ini melebihi persembahan kepada Tuhan
7)     Dipercayai  akan kesucian Sang Budha dan Buku Suci Budha:  Tripitaka (Tiga buah Kebijaksanaan  dan/atau Sutra  Mahâyâna).
8)     Dipercayai bahwa kebenaran alami manusia adalah kesucian, karena itu individualitas akan berubah yang akan mempengaruhi bentuk kebebasan menuju nirvâna.
9)     Dipercayai bahwa dharma (Jalan/Cara), karma (sebab dan akibat), reinkarnasi, sa–ga (pencari persahabatan) dan dilahirkan kedunia adalah sebuah kesempatan untuk mengakhiri siklus kelahiran dan kematian. 



Candi Borobudur
Nilai Moral dalam Budha
  1. Menghindari pembunuhan makhluk hidup.
  2. Menghindari pencurian/mengambil barang yang tidak diberikan.
  3. Menghindari melakukan perbuatan asusila
  4. Menghidari berkata dusta
  5. Menghindari makanan atau minuman yang dapat menyebabkan lemahnya kesadaran

Jalan untuk Mencapai Tujuan
Budhisme mengajak pengkutnya melalui tangga yang progresif dari  Dhyâna, Samâpatti dan  Samâdhi. Dhyâna adalah meditasi,  yang menuntum penyucian secara moral dan intelektual dan untuk mencapai tuntunan  kepada kesadaran sejati Samâpatti, atau   dhyâna yang lebih tinggi, menuntun untuk mencapai penyucian fisik mental dan aktivitas  emosional. Lebih lanjut hal ini akan menuntun kearah Samâdhi, kesadaran supranatural dan akhirnya, hal ini akan menuntun menuju nirvâna..
Dalam melaksanakan upacara Mahâyâna kurang dibandingkan dengan Theravâda, Vajrayâna, Tantrayana atau  Budha  Mantrayâna yang  menekankan pelaksanaan tantra, upacara dan melaksanakan  yoga dibawah bimbingan seorang guru.

Artikel berikutnya :
INTISARI AGAMA HINDU ....... ). Monoteisme dalam agama Hindu dikenal sebagai filsafat Advaita Vedanta yang berarti “tak ada duanya” (a + dvaita)........... Inti ajaran Hindu dikonsepkan kedalam “Tiga Kerangka Dasar” dan “Panca Sradha” (Keyakinan)......... Terdapat enam Astika (filsafat Hindu) — Kelompok Astika yang ajarannya bersumber langsung kepada Weda yaitu:...................

(Dari Berbagai Sumber)

loading...

Belum ada Komentar untuk "INTISARI AGAMA BUDHA (2)"

Posting Komentar