MISTERI JEMBATAN RAMAYANA (2)



Ayodhyakanda
Dasarata yang sudah tua, ingin menyerahkan tahta kepada Rama. Tetapi alangkah kagetnya sang Raja Dasarata bahwa di malam hari menjelang penobatan Rama, dewi Kekayi mengingatkan pada Dasarata akan janji yang telah diucapkan tentang anaknya  Barata agar bisa naik tahta. Dan selanjutnya agar Barata tenang memerintah Ayodya, Tentu saja sang Prabu Dasarata sedih sekali dan tidak kuasa menolak janji yang telah diucapkan kepada Kekayi. Hampir-hampir sang Dasarata lari akan bunuh diri. Namun Sri Rama tahu akan gelagat itu, dengan rela hati melepaskan haknya dan pergi bersama Sitha  ke hutan selama 14 tahun.  Bharata menginginkan Rama sebagai penerus tahta, namun Rama menolak dan menginginkan hidup di hutan bersama istrinya dan Lakshmana. Sejak itulah Sang Dasarata menderita sakit dan akhirnya  meninggal.  Barata diangkat sebagai raja. Sesaat menduduki singgasana, selanjutnya Barata tidak mau naik tahta malahan lari mencari Rama di hutan untuk menyerahkan kembali pemerintahan kepada kakaknya, tetapi Sri Rama harus menggenapkan14 tahun di hutan. Untuk itu terompah Sri Rama dibawa kembali ke Ayodya sebagai ganti Sri Rama

  
 Peninggalan   Asokha

Pada suatu hari, Rsi Wiswamitra meminta bantuan Sang Rama untuk melindungi pertapaan di tengah hutan dari gangguan para rakshasa. Selama perjalanannya, Sang Rama dan Lakshmana diberi ilmu kerohanian oleh  Rsi Wiswamitra. Mereka juga tak henti-hentinya membunuh para rakshasa yang mengganggu upacara para Rsi.

Aranyakakanda
Menceritakan tentang Batara Wisnu yang menitis ke Rama. Rama memang titisan Batara Wisnu yang ke sembilan kalinya. Penitisan ini menjadikan karakter Rama benar-benar bertindak ingin meluruskan perilaku umat yang jahat dengan  kesabaran dan kebenaran. Rama dalam pengasingan di hutan sudah berkali-kali membantu para rohaniwan yang diganggu oleh raksasa. Dalam masa pengasingannya di hutan, Rama dan Lakshmana bertemu dengan berbagai raksasa, termasuk Surpanaka. Karena Surpanaka bernafsu dengan Rama dan Lakshmana, hidungnya terluka oleh pedang Lakshmana. Surpanaka mengadu kepada Rawana bahwa ia dianiyaya. Rawana menjadi marah dan berniat membalas dendam. Ia menuju ke tempat Rama dan Lakshmana Prabu Rawana, yang juga sedang kasmaran, namun bukan kepada Dewi Sitha tetapi dia ingin memperistri Dewi Widowati. Dari penglihatan Rawana, Sitha dianggap sebagai titisan Dewi Widowati yang selama ini diimpikannya. Dalam sebuah perjalanan Rama dan Sitha dan disertai Lasmana adiknya yang sedang melewati hutan belantara yang dinamakan hutan Dandaka,  Prabu Rawana mengintai mereka bertiga, khususnya Sitha. Rawana ingin menculik Sitha untuk dibawa ke istananya dan dijadikan istri, dengan siasatnya Rawana mengubah seorang hambanya bernama Marica menjadi seekor kijang kencana. Dengan tujuan memancing Rama pergi memburu kijang ‘jadi-jadian’ itu, karena Dewi Sitha menginginkannya. Dan memang benar setelah melihat keelokan kijang tersebut, Sitha meminta Rama untuk menangkapnya. Karena permintaan sang istri tercinta maka Rama berusaha mengejar kijang seorang diri sedangkan  Lasmana menunggui Sitha. 
Dalam waktu sudah cukup lama ditinggal berburu, Sitha mulai mencemaskan Rama, maka meminta Lasmana untuk mencarinya. Sebelum meninggalkan Sitha seorang diri Lasmana tidak lupa membuat perlindungan guna menjaga keselamatan Sitha yaitu dengan membuat lingkaran magis. Sitha tidak diperkenankan mengeluarkan sedikitpun anggota badannya agar tetap terjamin keselamatannya. Setelah kepergian Lesmana, Rawana mulai beraksi untuk menculik, namun usahanya gagal karena ada lingkaran magis tersebut. Rawana mulai cari siasat lagi, caranya ia menyamar yaitu dengan mengubah diri menjadi seorang brahmana tua dan bertujuan mengambil hati Sitha untuk memberi sedekah. Ternyata siasatnya berhasil membuat Sitha mengulurkan tangannya untuk memberi sedekah. Saat itu juga Rawana tanpa ingin kehilangan kesempatan ia menangkap tangan dan menarik Sitha keluar dari lingkaran. Selanjutnya oleh Rawana, Sitha dibawa pulang ke istananya di Alengka. Saat dalam perjalanan pulang itu terjadi pertempuran dengan seekor burung Garuda yang bernama Jatayu yang hendak menolong Dewi Sitha. Jatayu dapat mengenali Sitha sebagai puteri dari Janaka yang merupakan teman baiknya, namun dalam pertempuan itu Jatayu dapat dikalahkan Rawana. Disaat yang sama Rama terus memburu kijang kencana dan akhirnya Rama berhasil memanahnya, namun kijang itu berubah kembali menjadi raksasa, dalam wujud sebenarnya Marica mengadakan perlawanan pada Rama sehingga terjadilah pertempuran antar keduanya, dan pada akhirnya Rama berhasil memanah si raksasa. Pada saat yang bersamaan Lasmana berhasil menemukan Rama dan mereka berdua kembali ke tempat semula dimana Sitha ditinggal sendirian, namun  Sitha tidak ditemukan. Selanjutnya mereka berdua berusaha mencarinya dan bertemu Jatayu yang luka parah, Rama mencurigai Jatayu yang didugamya  menculik Sitha dan dengan penuh emosi ia hendak membunuhnya tapi berhasil dicegah oleh Lesmana. Dari keterangan Jatayu mereka mengetahui bahwa yang menculik Sitha adalah Rawana. Setelah menceritakan semuanya akhirnya si burung garuda ini meninggal.

Artikel selanjutnya :
……. dimulai dengan mengutus Hanuman pergi ke istana Alengka mencari tahu tempat  Rawana menyembunyikan Sitha dan mengetahui kekuatan pasukan Rawana. Bersekutulah Sugriwa dengan Rama dan saling berjanji akan tolong-menolong. ……. . Taman Argasoka adalah taman kerajaan Alengka tempat dimana Sitha menghabiskan hari-hari penantiannya dijemput kembali oleh sang suami. Dalam Argasoka Sitha ditemani oleh Trijata kemenakan Rawana, yang juga berusaha membujuk Sitha untuk bersedia menjadi istri Rawana. Karena sudah beberapa kali Rawana meminta dan ‘memaksa’ Sitha menjadi istrinya tetapi ditto …………. Dalam peperangan antara bala tentara Sri Rama dan Rawana,  Indrajid gugur, Kumbakarna beserta prajurit dan para senapati gugur dalam perang berebut Sitha ……

Compiled By : I Dewa Putu Sedana, 
loading...

Belum ada Komentar untuk " MISTERI JEMBATAN RAMAYANA (2)"

Posting Komentar