ZOROASTRIANISME, Mayat Penganutnya Digeletakkan di Menara (3)




Masa Kecil Zarathustra
Masa kecil dan masa kehidupan selanjutnya Zarathustra dipercaya kaya akan keajaiban. Disebutkan bahwa beliau lahir dalam keadaan tertawa bukannya menangis. Juga diceritakan saat beliau masih kecil telah terhindar dari banyak ujian dalam kehidupannya dengan bantuan binatang-binatang besar. Pada suatu kejadian seekor kerbau berdiri melindunginya dari injakan kaki-kaki kuda ternak. Juga ada diceritakan saat seekor kuda betina melindunginya dari injakan kuda-kuda lainnya. Pada saat lainnya seekor serigala bukan menerkam bahkan membiarkan beliau begitu saja diantara anak-anaknya. (Beberapa pengikut modern ajaran ini tidak menganggap hal-hal tersebut secara serius).
Zarathustra sewaktu masih kecil diceritakan sagat cerdas dan tangkas bicara sehingga teman-temannya sangat segan kepadanya. Dalam usia 15 tahun ia memproleh costi (ikat pinggang suci = sacred girdle) sebagai tanda lulus pelajaran keagamaan, tetapi ia tidak merasa puas dan yakin akan ajaran keagamaan yang dipelajarinya itu. Menjelang umur 20 tahun ia gemar mengembara kesana kemari serta memberikan bantuan kepada orang yang melarat dan kesusahan. Dan pada usia 20 tahun ia pun dikawainkan oleh ibunya dengan seorang gadis bernama Havivi.
Masa 10 tahun berikutnya dilaluinya dengan kegelisahan di dalam jiwanya.. untuk menyebarkan agama barunya tersebut ke kota kelahirannya di wilayah utara Iran. Tetapi dalam masa tersebut hanya seorang saja yang beriman di kota kelahirannya tersebut, disebabkan tantangan yang sengit dikiri dan kanan. Ia mengajarkan tentang kodrat Maha Tunggal yang bijaksana yang tak dapat disaksikan dan dilihat dan diraba, dan hal tersebut direspon dengan ejekan dan penghinaan, ia banyak bersabar dan terus mempercayai janji dari Ahura Mazda, hingga pada akhirnya ia memanjatkan permohonana dan lalu keluar perintah supaya hijrah dari situ, ia pun hijrah ke daerah Balk di Asia tengah. Saat usianya 30 tahun terjadilah sebuah titik balik yang sangat menentukan. Pada suatu hari ia berkata kepada istrinya : “saya akan pergi bersemedi untuk memproleh ketenteraman pikiran. Saya berharap dapat menemukan sumber penderitaan di Dunia Ini.” Dan ia pun bersemedi dalam sebuah gua pada Gunung Sabalan. Dan dalam gua itulah ia memproleh  kerasulannya. Ia menyambut gelar kerasulannya dengan kesediaan diri untuk mengorbankan apapun juga, untuk siapapun juga demi penyebaran agama tersebut, dengan menyerahkan sepenuhnya kepada Ahura Mazda dan hanya mempercayai Ahura Mazda saja.
Pada  usia tiga puluh tahun, Zarathustra menerima sebuah penglihatan. Menurut legenda, ia melihat cahaya besar yang kemudian membawanya masuk dalam hadirat Ahura Mazda. Sejak perjumpaannya dengan Ahura Mazda, Zarathustra menjadi semakin giat menyebarkan ajaran bahwa segala sesuatu yang baik berasal dari Ahura Mazda. Ajarannya yang sangat berbeda dengan kepercayaan yang ada pada waktu itu menyebabkan Zarathustra mendapat tekanan. Anggapan ini sering di bantah karena pada dasarnya Zoroaster juga masih mengakui dewa-dewa pagan yang diantaranya adalah, Dewa Vahista, Dewa Vohu Manah (dewa sapi), Dewa Kesharta Vairya, Dewa Spenta Armaity, dan Dewa Haurvatat, kelima Dewa ini di definisikan dengan hakikatnya masing-masing.
Ketika Islam berkuasa di Persia tahun 636-637 Masehi, Zoroastrianisme sempat mengalami kemunduran. Banyak penduduk Persia yang lebih tertarik kepada agama Islam. Sekelompok pemeluk Zoroastrianisme kemudian pergi ke India dan menetap di Mumbai. Di sana mereka dikenal dengan sebutan orang-orang Parsi
Meskipun beberapa menggambarkan sosok Zoroaster dalam visual menunjukkan nabi yang melakukan beberapa perbuatan legenda, pada umumnya penggambaran hanya sekedar menghadirkan dia di jubah putih (yang juga dipakai oleh  imam Zoroaster) masa kini. Dia sering terlihat memegang buku di tangan, yang dapat ditafsirkan Avesta tersebut. Atau, ia muncul dengan gada baja dimahkotai dengan kepala  banteng yang juga biasanya dibawa  para imam  dalam upacara mereka. Dalam penggambaran lain ia muncul dengan mengangkat tangan dan jari  diangkat, seolah-olah untuk membuat titik. Zoroaster jarang digambarkan sebagai melihat langsung kedepan, melainkan ia tampaknya melihat sedikit ke atas, seolah memohon. Zoroaster hampir selalu digambarkan dengan jenggot, Di antara yang paling terkenal dari penggambaran Zarathustra di Eropa adalah sosok di Raphael 1509 The School of Athens. Di dalamnya, Zarathustra dan Ptolemy mengalami diskusi di pojok kanan bawah. Nabi memegang bola dunia bertabur bintang.


Zoroaster memegang falak di Raphael School of Athens
Dalam masa dua abad kemudian, agama itu diterima oleh Raja-raja Persia dan memperoleh pengikut yang lumayan. Sesudah Kekaisaran Persia ditaklukkan oleh Alexander Yang Agung di akhir pertengahan abad ke-4 SM, agama Zoroaster mengalami kemunduran deras. Tapi, akhirnya orang-orang Persia memperoleh kemerdekaannya kembali, pengaruh Hellenistis merosot, dan ada semacam kebangkitan kembali Agama Zoroaster. Di masa dinasti Sassanid (226 – 651 M) agama Zoroaster diterima sebagai agama resmi negeri Persia.
Zarathustra dikenal sebagai nabi yang mempunyai karunia untuk menyembuhkan dan sanggup melakukan berbagai mujizat.[ Selama bertahun-tahun ia berusaha menemukan penyingkapan-penyingkapan dari kebenaran spiritual.
Kesimpulan ini juga adalah kesimpulan Dr. Pallan R. Ichaporia, seorang pimpinan pada The Research and Preservation Commitee of The Federation of Zaratustra Assosiation di Amerika Utara, dalam artikelnya Zoroastrianism.

 Artikel selanjutnya :
........... kepercayaan kepada makhluk-makhluk suci tersebut diubah menjadi konsepsi kedewataan yang dihubungkan dengan penciptaan alam. Segala bentuk ajarannya dituangkan dalam  kitab yang disebut Gathas ......... Mempercayai bahwa setiap orang bebas untuk berhubungan dengan yang baik atau yang jahat, dan bila orang-orang harmonis dengan Ahura Mazda ............. Mempercayai bahwa kesucian merupakan gambaran yang pertama,  kebenaran yang kedua dan kedermawanan yang terakhir. ..........

Compiled By: I Dewa Putu Sedana, Drs, MBA.
(Dari Berbagai Sumber)
loading...

Belum ada Komentar untuk " ZOROASTRIANISME, Mayat Penganutnya Digeletakkan di Menara (3)"

Posting Komentar