SIKHISME (4) (Bukan Perpaduan Agama Hindu dan Islam)





Kitab Suci
Pekerjaan menuliskan ajaran-ajaran Guru Nanak, Guru pertama dan pendiri Sikhisme, dimulai pada masa hidupnya.Ketika Guru Angad menjadi Guru kedua umat Sikh, Guru Nanak memberikan kepadanya kumpulan nyanyian dan pengajarannya dalam bentuk sebuah “pothi” (naskah). Guru Angad menambahkan 63 dari komposisinya sendiri dan berikutnya menurunkan naskah yang telah diperluas itu kepada Guru yang ketiga, Amar Das. Guru Amar Das menyiapkan sejumlah naskah, yang ditambahkannya dengan 974 komposisinya sendiri, serta karya-karya berbagai Bhagat. Naskah-naskah ini, yang dikenal sebagai Goindwal pothis, menyebutkan pesan Guru Amar Das tentang mengapa Bhagat Bani (“Firman Umat”) diikutsertakan dan bagaimana para Bhagat itu dipengaruhi oleh Guru Nanak.   Karya sejumlah orang suci yang menyumbang bagi tersusunnya Guru Granth Sahib secara kolektif dirujuk sebagai Bhagat Bani atau “Firman Umat”. Para orang suci ini tergolong pada latar belakang sosial dan keagamaan yang berbeda-beda, termasuk Hindu dan Muslim, tukang sepatu dan bahkan mereka yang haram disentuh. Meskipun para Bhagat Sikh ini tidak memperoleh status Guru dalam Sikhisme, karya-karya mereka sama-sama dihormati dengan karya para Guru Sikh dan tidak ada perbedaan yang dibuat antara karya seorang Bhagat Sikh dengan seorang Guru Sikh.

Guru keempat juga menyusun nyanyian-nyanyian dan menyimpannya dalam sebuah pothi. Guru kelima, Arjan Dev, dengan maksud mengkonsolidasikan Bani (firman Tuhan) dari para Guru sebelumnya dan untuk mencegah masuknya komposisi-komposisi yang palsu ke dalam teks yang asliya, memutuskan untuk mengkompilasikan Adi Granth. Naskah kuno Sikh Tawarikh Guru Khalsa menyebutkan bahwa Guru Arjan Dev mengeluarkan sebuah Hukamnamah (perintah resmi), yang isinya untuk meminta sumbangan dari siapapun yang memungkinkan. Semua sumber dan isi Bani ditinjau kembali, baik yang berasal dari para Guru sebelumnya maupun dari para bhagat. Penelitian Guru Arjan Dev atas teks-teks itu berusaha untuk mengatur dan mengukuhkan otentisitas dari wahyu yang ada. Guru Arjan memulai pekerjaan menyusun Adi Granth sejak 1599.  Kitab suci ini kemudian dinyatakan menjadi Guru Granth Sahib oleh Guru Gobind Singh. Kitab suci Guru Granth Sahib ini berisikan ajaran-ajaran suci dalam bentuk asli yang ditulis oleh para guru Sikh sendiri.



 Guru Granth Sahib


Ada tiga kategori dalam penulisan Adi Granth.
  1. Pertama, puji-pujian dari Guru-Guru Sikh. Dari sini jumlah terbesar 2218, adalah Arjan, diikuti oleh Guru Nanak 974 (termasuk Japji nya yang terkenal), Amar Das 907, Ram Das 679, Tegh Bahadur 115, dan Angad 62.
  2. Kedua, nyanyian puji-pujian oleh ahli mistik Hindu dan Muslim. Sejumlah besar dari kelompok ini adalah karya ahli sufi Muslim, Kabir dan Farid.
  3. Ketiga, pernyataan puji-pujian yang tinggi kepada Guru-Guru Sikh oleh penyair-penyair resmi. Adi Sri Guru Granth Sahib, adalah Guru para pemeluk agama Sikh.

Guru Gobind Singh (1666-1708), Guru kesepuluh dalam tradisi Sikh, mengukuhkan teks suci Adi Granth sebagai penggantinya, dan dengan demikian mengakhiri garis suksesi para Guru yang manusiawi, dan meninggikan teks kitab itu menjadi Guru Granth Sahib. Sejak saat itu, teks ini tidak hanya tetap menjadi kitab suci para pemeluk Sikh, tetapi juga dianggap oleh mereka sebagai perwujudan yang hidup dari ke-Sepuluh Guru. Guru Granth Sahib, sebagai sumber atau pedoman dalam doa, menduduki tempat yang sentral dalam Sikhisme. Penulis asli dari Adi Granth ini adalah Bhai Gurdas dan belakangan Bhai Mani Singh. Setelah wafatnya Guru Sikh kesepuluh, banyak salinan tulisan tangan disiapkan untuk disebarkan oleh Baba Deep Singh.

'Guru Granth Sahib' adalah sebuah kitab yang tebal, dengan 1430 halaman, yang dikompilasikan dan disusun pada masa Guru-guru Sikh, dari 1469 hingga 1708. Kitab ini dikompilasikan dalam bentuk nyanyian-nyanyian suci yang memuji Tuhan dan yang menggambarkan seperti apa Tuhan itu dan cara hidup yang benar. Kitab ini ditulis dengan huruf Gurmukhi, dan terutama dalam bahasa Punjabi kuno tetapi juga menggunakan garis-garis yang digunakan untuk bahasa-bahasa lain, termasuk bahasa Braj, bahasa Punjabi, bahasa Khariboli (bahasa Hindi), bahasa Sanskerta, dialek-dialek regional, dan bahasa Persia.

Guru Granth Sahib dianggap oleh para pengikut Sikhisme sebagai Guru kesebelas mereka. Inti sari doktrin ini ialah bahwa Guru Granth Sahib, yang mengandung ajaran lengkap dari para Guru Sikh, adalah pengganti satu-satunya dan terakhir dalam garis suksesi para Guru. Setelah berakhirnya jabatan guru yang kesepuluh, sehingga yang menjadi guru kaum Sikh adalah kitab sucinya.



Guru Granth Sahib


Ada 2 kitab suci dalam agama Sikh, yakni:
  1. Adi Grant, kitab suci ini disebut juga Guru Grant Sahib. Kitab ini mempunyai 3 versi, yaitu Kartar Vali Bir, Bhai Banno Vali Bir dan Dam Dama Vali Bir.
  2. Dasam Grant, kitab suci ini disebut Dasvin Padshah ka Granth dan merupakan kumpulan tulisan guru kesepuluh, Govind Singh. Isinya dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu bagian mitologi, bagian yang bercorak filosofis, bagian yang berisi otobiografi dan bagian yang ada sangkut pautnya dengan masalah hawa nafsu atau erotik.

Sejarah agama Sikh yang baru lima abad ini tak selalu berjalan mulus. Kuil suci di Amritsar ini sudah beberapa kali dihancurkan para penguasa dari berbagai agama dari berbagai penjuru bumi, dibangun lagi, dihancurkan lagi, dibangun lagi, diserang lagi, dan seterusnya. Yang terakhir pada tahun 1984 ketika pasukan India di bawah pemerintahan Indira Gandhi menyerang kaum separatis Sikh yang ingin mendirikan Republik Khalistan – negeri bagi umat Sikh – yang menggunakan kuil ini sebagai tempat perlindungan. Bangunan suci ini rusak parah.

Sekarang, lebih dari dua puluh tahun berselang, sisa-sisa kehancuran masa lalu itu sudah tak nampak lagi. Yang dirasakan adalah damai dan tenang, di bawah alunan mantra yang mengalun setiap waktu. Seorang pria bersurban tengkurap di atas lantai, memberi sujud yang dalam ke hadapan kuil suci di tengah danau. Seorang suci berjenggot lebat larut dalam doanya.

Artikel selanjutnya :
Kuil Emas Amritsar sangat unik dibandingkan dengan rumah ibadah lainnya, karena selain menyimpan Granth Sahib, kitab suci agama Sikh. Kuil Emas Amritsar juga tidak hanya dimiliki penganut Sikh. Karena Kuil Emas Amritsar merupakan tempat suci yang terbuka bagi semua agama. Ini dibuktikan dengan simbol adanya pintu yang selalu terbuka di empat sisinya. Berbagai tokoh agama, dan politik, pernah mendatangi Kuil Emas ini, seperti Kaisar Mughal Akbar (yang membangun Taj Mahal). Peletakan batu pertama Kuil Emas Amritsar dilakukan oleh tokoh Muslim Sufi asal Lahore, Hazrat Mian Mir…….. Agama Sikh bukan hanya untuk orang Punjabi saja. Siapapun  yang mampu membaca dan memahami isi  Sri Guru Granth Sahib dan mengikuti ajaran  Sikh bisa menjadi penganut agama ini.  Upacara untuk masuk agama ini disebut  Amrit Sanchaar yang dimulai dengan lima khalsa untuk memohon agar seorang  masuk kedalam persatuan atau persaudaraan  .........


Compiled By : I Dewa Putu Sedana, 
loading...

Belum ada Komentar untuk "SIKHISME (4) (Bukan Perpaduan Agama Hindu dan Islam) "

Posting Komentar