KALIYUGA, RAMALAN JAYABAYA dan SABDOPALON (5)



SIFAT MANUSIA DI MASA KALIYUGA MENURUT WEDA.
Veda menyatakan,”Sa kalir tamasa smrtah, Kali-Yuga disebut jaman tamas, kegelapan/kebodohan”. Tamas (kegelapan/kebodohan) adalah salah satu unsur Tri-Guna, tiga sifat alam material yaitu sattvam (kebaikan), rajas (kenafsuan) dan tamas (kegelapan). Mengenai sifat alam tamas ini, Veda menjelaskan sebagai berikut, “Sifat alam tamas ini menyebabkan manusia mengkhayal, sehingga manusia menjadi berpikir tidak waras, malas dibidang kerohanian dan banyak tidur”. Selanjutnya dikatakan,”Adharmam dharman iti ya manyate tamasavrta, diliputi sifat tamas, manusia menganggap yang benar adalah salah dan yang salah adalah benar, sehingga sarvarthan viparitams ca, segala kegiatannya menuju ke-arah sesat”.

MUNCULNYA KALKI.
Dalam berbagai bagian kitab Bhagawata Purana disebutkan bahwa dalam situasi yang sudah sangat merosot seperti itu, Tuhan akan menjelma sebagai Kalki awatara. Beliau akan muncul untuk menghancurkan manusia-manusia  jahat yang sudah tidak bisa lagi dinasehati lewat kata-kata.
Dalam Bhagawata Purana 1.3.25  ramalan kemunculan Kalki Awatara diuraikan setelah penyebutan ramalan kemunculan Buddha Gautama. Kalki Awatara adalah awatara Tuhan ke dua puluh dua atau awatara yang terakhir untuk masa Kaliyuga. Namun umumnya, orang hanya mengenal 10 awatara yang diuraikan dalam Bhagawata Purana, dan Kalki adalah awatara Wishnu yang ke sepuluh.
Bhagawata Purana  12.2.29 menyebut sebuah tempat bernama Shambhala yang akan menjadi tempat kemunculan Kalki sebagai putra Vishnuyasha. Meskipun saat ini kita belum tahu pasti dimana keberadaan keluarga brahmana ini, tapi jelaslah bahwa dari keturunan brahmana sejati inilah nantinya Kalki akan dilahirkan. Saat ini tak seorangpun yang tahu pasti dimana desa bernama Shambhala itu berada. Ada yang berpendapat  bahwa tempat ini  belum ada, ada pula yang beranggapan bahwa desa itu telah ada, namun keberadaannya masih terselubung


Kalki
Dalam Bhagawata Purana 2.7.38 disebutkan juga cirri-ciri prilaku manusia yang melatar belakangi kemunculan Kalki. “ Pada akhir masa Kali, ketika tidak ada lagi  pembicaraan tentang Tuhan, bahkan di tempat tinggal orang-orang yang menyebut dirinya orang suci, ataupun dan ketika kekuasaan pemerintahan dipindahkan ke tangan-tangan para menteri yang dipilih dari para sudra atau yang lebih rendah dari itu, pada waktu  itulah, Tuhan akan menjelma menjadi penghukum yang perkasa”
Menurut Stephen Knapp (2003), dalam Agni Purana 16.7.9, juga terdapat penjelasan bahwa pada saat golongan non-arya yang berkedok sebagai raja mulai membunuh orang-orang yang taat kepada Tuhan dan menyantap daging manusia, Kalki sebagai putra Vishnuyasha, dan Yajnavakya, yang merupakan guru dan pendeta bagi Kalki, dan dengan senjata kebrahmanaannya, akan muncul untuk menghancurkan orang-orang jahat.
Kalki akan muncul dengan menunggang kuda putih dan bersenjatakan pedang, untuk menghancurkan raja-raja yang jahat pada akhir Kaliyuga nanti, dijelaskan dalam Bhagawata Purana 12.2.19-20. “Kalki, Tuhan bagi alam semesta, akan mengendarai kuda putihnya yang bernama Devadatta, dan dengan pedang di tangan, beliau mengembara keseluruh muka bumi memperlihatkan delapan jenis kesaktian bhatin-Nya dan delapan sifat ketuhanan yang dimiliki-Nya. Dengan cahaya yang berkilauan dan mengendarai kuda dengan kecepatan tinggi., Beliau akan membunuh para pencuri yang telah berani menyamar dan berkedok sebagai raja dan penguasa” (Bhaktivedanta Swami, 1978).
Selain dalam Bhagawata Purana dan Agni Purana, ramalan kemunculan Kalki juga dapat kita jumpai dalam kitab-kitab Weda lainnya, antara lain : Linga Purana (40.50-92). Brahmanda Purana 1.2.31.76-106 dan 2.3.73.104-126, serta Vayu Purana 58.75-110.

Artikel selanjutnya :
............. Pada Jaman Kediri, khususnya semasa Kameswara  (1115 – 1130) dan Jayabaya (1130 – 1157), masa ini merupakan jaman keemasan bagi perkembangan sastra Jawa Kuno. Karena itulah tradisi Jawa mengatakan, bahwa Raja Jayabaya telah meramalkan tentang masa keruntuhan kerajaannya sendiri, ......... Orang Jawa tinggal separo, Belanda-Cina tinggal sepasang..............


 Compiled By: I Dewa Putu Sedana, 
loading...

Belum ada Komentar untuk " KALIYUGA, RAMALAN JAYABAYA dan SABDOPALON (5)"

Posting Komentar