MISTERI JEMBATAN RAMAYANA (9)



Mahakarya Jembatan Misterius
Pulau Pamban  (Tamil Nadu, India) dengan pelabuhan kecil Rameswaram terletak sekitar  2 km dari daratan  India. Jembatan Pamban melintasi selat Pamban yang menghubungkan Pulau  Pamban dengan daratan  India. Perahu-perahu kecil  berlayar dibawah jalan jembatan sepanjang 2065 m.
Masalah dalam pelayaran muncul karena kapal yang besar tidak bisa melewati perairan yang dangkal di selat Pamban.  Pengerukan selat ini akan menelan biaya lebih besar dibandingkan dengan melakukan pengerukan di  areal Rama Setu., dimana air lebih dangkal dan lebih sedikit tanah yang harus dikeruk. Karena itu pada 2001, pemerintah India  menyetujui Proyek Terusan Sethusamudram  yang bernilai jutaan dolar. Yang dimaksudkan untuk membuat penyeberangan kapal melintasi teluk Palk  memotong menuju Rama Setu. Beberapa organisasi menentang proyek ini  berdasarkan pertimbangan keagamaan, ekonomi, dan lingkungan. 
 Berdasarkan perbedaan pendapat mengenai keaslian dari struktur ini, pada abad 19 muncul dua teori mengenai struktur ini Yang satunya menyatakan struktur itu akibat dari proses meningginya suatu kawasan, sementara yang lainnya menyimpulkan struktur itu terbentuk karena terpisahnya Sri Lanka dari daratan India.  jutaan tahun silam. Ini bertujuan sebagai mobilitas migrasinya manusia ketimbang menggunakan jalur laut yang ombaknya ganas. Selama ribuan tahun, mereka bermigrasi ke seluruh daratan Asia terus sampai ke Timur jauh, sebelum kemudian jembatan itu ditenggelamkan oleh air laut akibat mencairnya es di Kutub Utara. Menurut V. Ram Mohan dari  the Centre of Natural Hazards and Disaster Studies,  University of Madras “, rekonstruksi evolusi geologis dari rangkaian kepulauan merupakan tantangan dan mestilah didasarkan kepada suatu kejadian tertentu “.


 Image Jembatan Rama, Foto Satelit NASA

Konstruksi jembatan  terdiri dari tumpukan batu karang berbentuk balok  tak beraturan. Namun satu sama lain berdiri kokoh seperti dalam satu ikatan, yang tidak ada tanda-tanda bekas kerusakan Sampai sekarang para ahli arkeologi Sri Langka, tidak mengetahui berapa bobot tumpukan-tumpukan konstruksi batu itu. Hubungan antara batu karang yang satu dengan yang lain sulit dibongkar, persis seperti ikatan batuan di piramid Mesir atau Tembok Cina. Kendati belum diketahui bobot timbangnya, namun ditaksir tidak kurang antara 10 ton s.d. 20 ton setiap baloknya.
Peneliti banyak yang menjelaskan bahwa struktur  tersebut merupakan rangkaian batu karang,  Menurut laporan bahwa jembatan ini dahulunya  merupakan tombolo terbesar  sebelum terpisah-pisah menjadi batu karang karena meningkatnya ketinggian laut berribu-ribu tahun yang lalu. Dirjen Arkeologi Sr Lanka, SV. Deraniyagala, mengungkapkan perhatian dunia terhadap Sri Rama Bridge tahun 2009 berkembang lebih serius. Hal ini terlihat setelah pemerintahnya dengan bantuan PBB (UNESCO yang memberikan bantuan berupa tenaga ahli dan dana untuk meneliti keberadaan jembatan tersebut lebih mendalam. UNESCO mempertimbangkan penelitian Sri Rama Bridge ini sebagai mahakarya “purba”, yang tiada duanya di dunia dan masih dapat dinikmati oleh masyarakat hingga kini. Bahkan PBB memasukkannya ke dalam kelompok penelitian khusus, yang harus diteliti lebih mendetail sebagai salah satu maha karya dunia yang masih ada.
Sejak awal, PBB (UNESCO) telah mengucurkan dana tidak kurang dari 100 juta dolar Amerika untuk melanjutkan penelitian lebih mendalam karya misterius ini. Pada tahap awal ini, pusat perhatian penelitian tertuju pada aspek-aspek yang lebih luas.
  1. Pertama, menelusuri aspek arkeologis, sambil menelusuri berapa tahun usia jembatan batu karang itu. Diduga kuat usianya lebih tua dari piramid-piramid Mesir yang dibangun oleh Fir`aun.
  2. Kedua, meneliti perkembangan antropologis jutaan tahun silam dan perkembangan kebudayaannya akan mengungkap tabir pengetahuan terhadap masa lalu secara gamblang dan mengungkap lebih jauh seluruh aspek yang secara baku sudah ada pada masanya. Secara lebih luas aspek tersebut, kini menjadi bahan dasar acuan komprehensif, penelitian-penelitian para ahli dari berbagai disiplin ilmu di dunia.
  3. Ketiga segi antropologis, para peneliti mencari tahu siapa sebenarnya arsitek yang membangun jembatan tersebut. Sebab dengan teknologi sekarang, pembangunan itu masih belum terjangkau oleh akal manusia. Tak terbayangkan bagaimana orang-orang dahulu membangun sebuah jembatan yang kokoh sepanjang  30 km di atas permukaan laut yang cukup ganas ombaknya. Sebagaimana gambaran pembangunannya yang terekam dalam kitab suci umat Hindu ribuan tahun lalu. Batuan karang yang rata-rata beratnya antara 10-20 ton itu tersusun rapi dan cukup kokoh hingga terbukti mampu menahan gelombang laut yang ganas selama berabad-abad.
Berdasarkan data pengamatan satelit jarak jauh, Marine and Water Resources Group of Space Application Centre (SAC) of Indian Space Research Organisation (ISRO) menyatakan bahwa  Jembatan Shri Rama terdiri dari 103 jalur karang yang kecil-kecil yang terletak pada posisi yang lurus. Geological Survey of India (GSI) melaksanakan program khusus  yag disebut “Project Rameswaram” yang menyimpulkan bahwa berdasrkan umur batu karang  menunjukkan bahwa  Pulau Rameswaram berevolusi sejak 125,000 tahun yang lalu. Penelusuran contoh  benda dengan menggunakan Radiokarbon  pada studi ini menyatakan bahwa domain antara  Rameswaram dan  Talaimannar kemungkinan baru muncul sekitar 18,000 tahun yang lalu. Penghitungan umur benda menggunakan Thermoluminescence oleh  GSI menyimpulkan bahwa pasir disekitar Dhanushkodi sampai  Rama Sethu mulai terbentuk sekitar 500–600 tahun yang lalu.


Image Rama Bridge, gambar Landsat 5

Investigasi yang dilakukan oleh  Centre for Remote Sensing (CRS) dari  Bharathidasan University, Tiruchi, yang dipimpin oleh  Professor S.M. Ramasamy menentukan struktur ini berumur  3,500 tahun. Pada studi yang sama, penentuan tahun berdasarkan radiokarbon disepanjang pantai antara Thiruthuraipoondi dan  Kodiyakarai menunjukkan pantai Thiruthuraipoondi mundur ke 6,000 tahun dan   Kodiyakarai sekitar 1,100 tahun yang lalu. Studi yang lainnya menyarankan penampilan  dari karang dan hal-hal yang lain  menunjukkan bahwa contoh batu karang mengindikasikan umurnya sesuai radiokarbon adalah  4020. 

Artikel selanjutnya :
……… dari sejumlah bukti yang ada, baik berupa artefak dan peralatan hidup lainnya, sejak dua juta tahun yang lalu di Srilangka memang telah ada komunitas kehidupan yang aktif. Salah satu buktinya adalah, penemuan kerangka manusia raksasa yang diperkirakan hidup di periode zaman Satya (Satya Yuga). Memiliki postur tubuh jangkung dengan ketinggian sekitar 60 hasta atau setinggi pohon kelapa. …….. untuk mengungkap lebih jauh lagi tentang usia dari karya dunia ini, maka para ahli Badan PBB ini menggunakan “Uranium Radio Isotop”. Dan ternyata dari hasil uji radio isotop itu cukup mengagumkan. Para ahli berhasil mengungkap bahwa usia jembatan “Sri Rama Bridge” mendekati usia hingga jutaan tahun. ……..

Compiled By : I Dewa Putu Sedana, 
loading...

Belum ada Komentar untuk "MISTERI JEMBATAN RAMAYANA (9)"

Posting Komentar