KALIYUGA, RAMALAN JAYABAYA dan SABDOPALON (1)





`

Kaliyuga telah berlangsung 5115 tahun, karena itu kalau terjadi hal-hal yang “aneh-aneh”  atau “tidak wajar”, bukanlah lagi merupakan hal yang aneh. Ambillah contoh : Presiden tidak satya wacana seperti dalam hal rangkap jabatan, Anak pejabat menabrak orang sampai yang tertabrak mati hanya kena hukuman percobaan (yang kalau orang awam bilang anak pejabat itu “tidak” dihukum), Oknum karyawan Departemen Agama korupsi untuk pengadaan Al Quran, Oknum Polisi ada yang memiliki kekayaan sampai 100 milyard,  Oknum Jaksa, Oknum Hakim korupsi, Oknum Pejabat Negara yang punya kesempatan dan mau menggunakan kesempatan tersebut juga korupsi, Oknum Anggota DPR korupsi berjamaah, Ayah memperkosa anak, Suami bunuh istri, Oknum tentara menyerang polisi, Oknum polisi membunuh tentara, Kakak membunuh adik karena berebut warisan, Adegan bersanggama dipertontonkan, Peralatan pemuas sex diperjual belikan, Anak gadisnya dijual kepada germo,  Mesjid disegel  dan Gereja dibongkar, Guru membejati muridnya, Guru melakukan demo, Ibu membuang bajinya, Ibu menjual bayinya, Penghancuran fasilitas Negara, fasilitas umum dan fasilitas pribadi,  Preman berbagi wilayah,  Di sinetron dipertunjukkan serba wah, di masyarakat ada yang kekurangan gizi, Ilmu diperdagangkan,  Pengasuh bayi menculik bayinya,  Suap terjadi dimana-mana.  Itulah beberapa fenomena yang dapat kita saksikan di tayangan layar kaca atau dari berita radio. Kalau dipertanyakan “Apakah hal diatas wajar?”. Bila ditanyakan kepada ahli silat lidah, untuk setiap kasus diatas mereka pasti akan mampu mencari pembenarannya sehingga menjadilah hal yang “wajar”.
Mengapa para Maharsi mampu “meramalkan” hal-hal yang akan terjadi ribuan tahun kedepan ? Buat para penekun spiritual tentulah hal seperti itu tidak aneh. Karena bagi mereka yang “waskita”, penglihatan bathinnya “tidak dibatasi oleh waktu dan ruang”.  Disamping itu dengan “Tumbir” juga dapat diperhitungkan dengan pasti kapan saat akhir Satyayuga misalnya atau kapan saat awal dan saat akhir Kaliyuga. (Kalau sekarang dengan bantuan software Lodestar Pro, dapat juga disimuasikan posisi planet, untuk melihat kapan masing-masing Yuga mulai dan berakhir).  Dan masing-masing yuga juga memiliki ciri-cirinya sendiri. Buat kita orang awam, sebenarnya kita juga bisa “meramal”, misalnya di Bulan Februari tahun depan akan turun hujan lebat disertai dengan angin kencang serta disana-sini akan terjadi tanah longsor.  Demikianlah kira-kira orang waskita melihat kejadian ribuan tahun kedepan bila dibandingkan dengan “penglihatan” kita  untuk tahun depan.
Meskipun ciri-ciri masa Kaliyuga, serta isi Ramalan Jayabaya, Ramalan Sabdopalon & Noyogenggong, umumnya bersifat “negatif”, kita tentu tidak harus pasrah dengan keadaan. Berfikir yang baik, Berkata-kata yang baik, serta Berbuat yang baik akan membedakan anda dengan orang lain.  Semoga selalu Damai di hati dan Damai di Dunia.

MASA  KALIYUGA
Kaliyuga  (disebut juga “masa kegelapan”) adalah salah satu dari empat masa yang merupakan siklus dari Yuga. Empat masa itu adalah  Kaliyuga, Dwaparayuga, Tretayuga, dan Satyayuga. Menurut Surya Siddhanta (kitab ilmu astronomis yang menjadi dasar perhitungan kalender Hindu dan Budha), Kaliyuga dimulai pagi hari  pada tanggal 18 Februari 3102 BJC (Before the Calendar of Julian Ceasar) (menurut perhitungan kalender Julian,] atau tanggal 23 Januari 3102 SM (menurut perhitungan kalender Gregorian), yang mana pada saat tersebut diyakini oleh umat Hindu sebagai saat ketika Kresna meninggal dunia.  


 Pada  23 Januari 3102 SM, tengah malam di meridian Ujjain, ketujuh  planet : Surya (matahari), Chandra (bulan), Kkuja, Guru, Sani (Saturnus), Budha  (Merkuri) dan  Sukra  berjajar dalam satu garis,  Ketujuh planet berjajar dengan Revati Nakshatram . Inilah saat awal  Kaliyuga.( Kaliyuga dimulai saat matahari terbit, bukan dimulai sejak tengah malam).  Pola planet sejajar sangatlah  jarang . Hanya 3 planet yang sejajar dalam kurun waktu sepuluh tahun yang pernah diketemukan.
Aryabhata, seorang astronoom yang terkenal (476-550 M) juga  menyatakan bahwa  Kaliyuga dimulai pada   3102 SM. Dengan demikian Bharata Yudha terjadi disekitar tahun 3130 – 3140 BCJ. Surya Siddhanta , sebuah dokumen dari perioda yang sama , menyebutkan posisi matahari 54  derajat  dari  equinox (saat satu hari tepat 24 jam lamanya, dimana matahari berada di katulistiwa) ketika  Kaliyuga bermula pada bulan baru hari pertama, sesuai dengan tanggal  18  February , 3102 BCJ (23 Januari 3102 SM).  Hal ini sesuai dengan penjelasan pada Purana  bahwa Sri Krishna wafat pada  3102 BCJ,  27 tahun setelah perang Bharata Yudha. Semenjak tahun 3102 SM sampai sekarang, masa Kaliyuga baru berjalan selama kurang lebih 5115 tahun (diperoleh dengan nembahkan angka 3.102 dengan 2.013). Angka 5.115 ini, dengan mudah dapat kita jumpai  pada salah satu sudut atas kalender-kalender Bali. Hal ini menunjukkan bahwa angka penanggalan tahun Kali tersebut telah diterima dan diakui kebenarannya oleh para penyusun kalender Bali. (Masa Kaliyuga akan berlangsung selama 432.000 tahun)..
Dengan menganalisis kemungkinan dari segi astronomi mengenai pernyataan  Vyasa (Byasa) pada   Bhishma Parwa “Dua gerhana  dalam sebulan  dalam waktu 13 hari.”. Dengan mempresentasikan data gerhana dalam perioda  3300 BCJ  sampai  700 BCJ yang terlihat di  Kuruksethra,  dengan menggunakan Lodestar Pro Software (Software untuk astronomi).  Dinyatakan terjadi  672 gerhana berpasangan dalam waktu 13 hari. Menurut Prof. N.S. Rajaram (1999) berdasarkan perhitungan para ahli Jyothi (ilmu perbintangan Weda), masa Kali Yuga mulai  pada tahun 3102 sebelum Masehi, bersamaan dengan berakhirnya lila (kegiatan rohani) Shri Krishna dimuka bumi ini.

Artikel selanjutnya : 
Siklus tersebut dimulai dari masa keemasan (Satyayuga), dan diakhiri oleh masa kegelapan (Kaliyuga). Setelah masa kegelapan berakhir, dimulailah masa keemasan yang baru, sama halnya seperti perubahan musim dingin ke musim semi, dan siklus tersebut berlangsung selama ribuan tahun. ........... masa Kali Yuga dimulai ± 5.115 tahun yang lalu (pada saat raja Yudistira naik tahta dan Kresna meninggal, yaitu tahun 3102 SM) dan akan terus berlangsung, selama 432.000 tahun. .............  Kali Yuga masa kita sekarang ini akan berlangsung selama 432.000 tahun. Di masa Kali inilah terjadi penurunan kesadaran spiritual manusia hingga titik terendah ..............

Compiled By: Drs. I Dewa Putu Sedana MBA
loading...

1 Komentar untuk "KALIYUGA, RAMALAN JAYABAYA dan SABDOPALON (1)"