GELOMBANG OTAK UNTUK MEDITASI (4)



Gelombang Otak Alpha - Theta, dan Theta

Gelombang Alpha dan Theta adalah gelombang pikiran bawah sadar,
yang membuat pikiran menjadi sangat kreatif, rileks yang dalam, ikhlas, pikiran sangat hening,
munculnya intuisi atau indra keenam.
Orang yang bermeditasi, menghasilkan gelombang otak Alpha sampai Theta.
Bila kita berhasil masuk ke kondisi Theta,
kita akan mengalami kondisi meditatif yang sangat dalam.
Komunikasi dengan TUHAN juga akan terjadi apabila sebagai manusia biasa dapat
 memasuki fase gelombang Theta





Gelombang Alpha - Tetha
Masuk ke gelombang Alpha-Theta secara sadar telah dilakukan orang sejak lama, yaitu dengan latihan-latihan meditasi, yoga,  taichi atau kebiasaan berzikir,. Latihan-latihan itu bisa sangat membantu meningkatkan kemampuan kita untuk mengubah gelombang otak. Para penyembuh yang menggunakan energi dan tenaga dalam, karena tuntutan pekerjaannya umumnya telah menuai keterampilan ini secara otomatis. Gelombang Alpha dan Theta adalah gelombang pikiran bawah sadar. Dominan terjadi  dalam kondisi hypnosis, meditasi dalam, hampir tidur, atau tidur disertai mimpi. Kondisi ini pula yang membuat pikiran menjadi sangat kreatif dan inspiratif, khusuk, rileks yang dalam, ikhlas, pikiran sangat hening, , munculnya intuisi atau indra keenam. Dengan mengetahui bahwa kondisi hypnosis adalah kondisi yang alami bagi manusia, maka tidak perlu ada ketakutan lagi bahwa hypnosis itu berbahaya. Kecurigaan bahwa ada unsur magic/sihir/paranormal dalam hypnosis sudah lenyap sejak diketahui bahwa hypnosis itu fenomena mental yang alami. Ketika anda terjaga dari tidur, dan masih malas untuk beranjak dari tempat tidur karena masih ingin melanjutkan tidur lagi, maka seperti itulah kondisi hypnosis. Bedanya ketika anda akan tidur yaitu anda hanya mengalami kondisi Alpha-Theta dalam beberapa menit saja, kemudian gelombang otak anda turun ke delta (tanda bahwa tubuh dan pikiran anda beristirahat total). Sedangkan dalam kondisi hypnosis, anda bisa mengalami kondisi trance (gelombang otak Alpha-Theta) dalam waktu yang lama.

Bawah sadar juga merekam materi yang berasal dari kreativitas yang ditekan atau tidak diberi kesempatan untuk muncul ke permukaan dan materi psikologis yang ditekan. Meski kita dapat masuk ke Theta dan membaca rekaman bawah sadar, bila tidak dibantu oleh gelombang Alpha dan Beta, semua data tidak dapat dikenali oleh pikiran sadar. Jadi semua data yang berhubungan dengan emosi, baik itu emosi positif maupun negatif, tersimpan dalam pikiran bawah sadar. Emosi-emosi negatif yang tidak teratasi dengan baik, setelah masuk ke pikiran bawah sadar, akhirnya menjadi beban psikologis yang menghambat kemajuan diri seseorang.

Bayi dan balita rata-rata tidur lebih dari 12 jam dalam sehari. Itulah sebabnya mengapa otak anak-anak selalu dalam fase gelombang Alpha dan Theta. Gelombang otak ini  menyebabkan daya imajinasi anak-anak luar biasa. Ketika mereka bermain mobil-mobilan misalnya, imajinasi mereka aktif dan permainan menjadi sangat seru. Dan kerenanya juga, anak-anak cepat sekali dalam belajar dan mudah menerima perkataan dari orang lain apa adanya.. Memasuki frekuensi Alpha-Theta itu sebenarnya merupakan keterampilan manusia yang alami. Namun, ketika mulai sekolah, kita dikondisikan menyetel gelombang otak yang dominan Beta. Jadi, begitu menjadi orang dewasa, keterampilan memasuki kondisi Alpha-Theta itu hilang. Apalagi tuntutan kehidupan modern membuat pikiran orang terfokus untuk bekerja keras demi tuntutan materi dan kehidupan yang konsumtif meskipun terpaksa mengurangi waktu tidur dan istirahat. Padahal saat tidur manusia seharusnya merasakan keempat frekuensi. Dari frekuensi Beta di mana kita dalam kesadaran penuh, gelombang otak turun ke Alpha ketika kedua mata tertutup, lalu masuk ke Theta, dan akhirnya ke Delta saat kita tertidur pulas tanpa mimpi. Bila  waktu tidur kurang, maka kita cenderung kurang mengalami kondisi Alpha-Theta, akibatnya kita makin mudah stres. Ketika masalah berdatangan dan mulai merasa stres, itulah saat yang tepat untuk mulai rileks,menurunkan vibrasi otak dan memasuki frekuensi Alpha-Theta. Begitu juga ketika pekerjaan kita membutuhkan pikiran-pikiran kreatif.

Memasuki kedua frekuensi itu akan membantu memunculkan inspirasi yang kita butuhkan. Menariknya  lagi, kedua frekuensi tersebut juga merupakan pintu gerbang menuju pikiran bawah sadar yang dibutuhkan untuk melakukan self hypnosis, mendapatkan intuisi dan melakukan penyembuhan. Ini semua terjadi karena otak mengeluarkan hormon melatonin, catecholamine dan AVP ( Arginine vasopressin) yang bermanfaat untuk mengatasi stress, kecemasan, meningkatkan kreatifitas dan  daya imajinasi, serta menimbulkan ketenangan pada seseorang. Seorang yang ahli meditasi dan mempunyai perasaan dekat dengan Tuhan juga memasuki dan mengalami fase gelombang Theta dan mampu menghasilkan frekuensi ini memiliki kemampuan supranatural  seperti ESP  atau Extra Sensory Perception,, telepati, indra keenam, dan fenomena psikis lainnya., Salah satu contoh manusia yang otaknya mampu menghasilkan gelombang ini adalah anak indigo (anak yang menunjukkan perilaku lebih dewasa dibandingkan usianya dan memiliki kemampuan intuisi yang sangat tinggi). yaitu anak super cerdas yang biasanya berkemampuan juga dapat memasuki gelombang ini dengan mudah konstan.
Kemampuan untuk secara temporer mengubah kesadaran diri satu frekuensi ke frekuensi yang lain adalah keterampilan yang sangat penting, karena efeknya akan membantu menyeimbangkan otak, hati, dan jiwa. Keterampilan itu membuat seseorang menjadi pandai membaca situasi dan pandai menempatkan diri dalam suasana apapun sehingga seolah-olah sellau berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Tentunya hal itu sangat penting untuk mendaki tangga kesuksesan dan mencapai kebahagiaan.

Orang yang bermeditasi, menghasilkan gelombang otak Alpha sampai Theta. Bila kita berhasil masuk ke kondisi Theta, kita akan mengalami kondisi meditatif yang sangat dalam. pengalaman meditatif yang selama ini dicari oleh orang yang melakukan praktik meditasi. Perasaan dekat dengan Tuhan pun akan terjadi apabila kita dapat memasuki fase gelombang Theta.






Gelombang yang paling kuat resonansinya, adalah gelombang otak Alpha dan Tetha, namun paling susah juga untuk bisa kita bangkitkan , dibanding gelombang Beta yg kita gunakan saat berpikir sehari-hari. Lontaran gelombang otak Alpha dan Tetha dari pikiran kitalah yg akan menyebar ke luar, sehingga menggerakkan orang lain melakukan hal yg kita harapkan. Seperti  resonansi garputala  yg bila sama getaran nya , akan menimbulkan resonansi bunyi pada alat yang lain nya. Begitu pula halnya terjadi dengan otak kita. Memasuki kedua frekuensi itu akan membantu memunculkan inspirasi yang kita butuhkan.


Gelombang Theta frekuensi (4 - 8 Hz) dihasilkan oleh pikiran bawah sadar (subconsciaus mind),  terjadi pada saat seseorang mengalami tidur ringan, atau sangat mengantuk. Tanda-tandanya napas mulai melambat dan dalam. Selain orang yang sedang diambang tidur, beberapa orang juga menghasilkan gelombang otak ini saat trance, hypnosis, meditasi dalam, berdoa, menjalani ritual agama yang khusuk. Theta muncul saat kita bermimpi dan saat terjadi REM (rapid eye movement). Pikiran bawah sadar menyimpan memori jangka panjang kita dan juga merupakan gudang inspirasi kreatif.



Gelombang Otak Theta

Bila kita berhasil masuk ke kondisi Theta, kita akan mengalami kondisi meditatif yang sangat dalam. Semua pengalaman meditatif yang selama ini dicari oleh orang yang melakukan praktik meditasi, misalnya keheningan, ketenangan, kedalaman, dan puncak kebahagiaan, merasa berada pada suatu tempat damai yang sangat indah dan kadang-kadang menerima penglihatan atau pendengaran spiritual yang agung.  Theta adalah "puncak" di dalam "pengalaman puncak. Saat kita ingin mengobati dan menyembuhkan tubuh atau pikiran, kita harus masuk ke Theta agar dapat mencapai hasil maksimal. Orang yang mampu mengalirkan energi prana, chi atau tenaga dalam, juga menghasilkan gelombang otak Theta pada saat mereka latihan atau menyalurkan energinya kepada orang lain. Gelombang otak Theta juga dikenal sebagai "gelombang ajaib", karena berkaitan dengan kekuatan psikis. Saat komponen gelombang lainnya berada dalam takaran yang pas, bersama dengan Theta, kita dapat merasakan pengalaman spiritual yang sangat indah.

Komunikasi dengan TUHAN juga akan terjadi apabila sebagai manusia biasa dapat memasuki fase gelombang Theta (batas Alpha – Theta), misalnya pada saat kita berdoa, meditasi, melakukan ritual2 agama (apapun agamanya), sadar atau tidak sadar, mengerti atau tidak mengerti mengenai gelombang Theta, apabila getaran otaknya diukur dengan EEG, maka dapat dipastikan bahwa pada saat itu sedang masuk difase gelombang Theta (batas Alpha-Theta). Fase ini sangat bagus untuk proses auto-sugesti/auto-hypnosis. Pada fase inilah mimpi terjadi, sehingga dengan teknologi yang mampu mengontrol fase ini, anda dapat memperoleh mimpi “Extra-Sensory Perception” atau biasa disebut kewaskitaan/wangsit. Melalui fase ini anda dapat menemukan jawaban yang tepat atas suatu permasalahan yang rumit dan berat. Dapat mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi, tanpa harus susah payah melakukan penelitian dan pengumpulan data terlebih dulu. Jarang sekali orang yang mencapai tahap Theta dan berada di dalam keadaan sadar. Pada tahap ini, tubuh fisik tidur tapi otak  dalam keadaan jaga. Kebanyakan orang tubuh dan otaknya  tidur bersama-sama. Tahap gelombang Theta ini boleh dikatakan tahap spritual di mana di tahap ini kita bisa melakukan aktifitas-aktifitas luarbiasa seperti keluar dari tubuh fisik, yang tidak terhalang ruang dan waktu.

Theta adalah gelombang pikiran bawah sadar, menyediakan informasi “orang dalam” atau kebijaksanaan. Informasi yang berasal dari Theta dialami seperti gambar yang kabur, gelap, kelam, dan buram. Pada saat Alpha dan Theta aktif bersamaan maka informasi ini akan dimengerti secara mendalam dan dengan gambar yang jelas.
Pikiran bawah sadar mempunyai banyak fungsi, antara lain sebagai tempat menyimpan memori, emosi, persepsi, kepribadian, intuisi, dan masih banyak lagi. Muatan pikiran bawah sadar ini hanya bisa diakses bila kita mempunyai kombinasi dan porsi yang tepat dari frekuensi lainnya. Melalui gelombang Theta kita menciptakan dan mengalami hubungan spiritual yang paling kuat, paling dalam, dan berkesan

Dari segi pengobatan pribadi hal ini dapat dilakukan, dengan  menurunkan gelombang otak ketahap Theta, selanjutnya dengan cara alami tubuh akan memperbaiki sistem proses (sintesis) badan ke tahap yang seimbang. Seterusnya sistem antibodi badan memperoleh kekuatan untuk menyembuhkan penyakit. Sel-sel badan yang baru dihasilkan untuk menggantikan yang lama dan yang rusak. Bila anda sering  memikirkan masalah, maka  anda akan mendapat lebih banyak masalah. Pada kondisi ini ide kreatif banyak muncul karena peran otak bawah sadar menjadi lebih dominan. Itulah sebabnya mengapa seringkali penyelesaian masalah muncul saat hampir tidur atau saat bangun tidur. Dalam kondisi tidur normal, seseorang pasti akan memasuki fase gelombang Theta, walaupun hanya sebentar terutama secara periodik akan berpindah/bergeser ke-gelombang Delta dan kembali ke Theta berkali-kali diikuti getaran kelopak mata yang dikenal dengan REM ( rapid eyes movement ) dan Non REM atau NREM ( non rapid eyes movement ) selama tidur normal 7 ~ 8 jam perhari

SUMBER – SUMBER : (Dicantumkan pada artikel : Gelombang Otak Untuk Meditasi (6)
1.    BrainEv Forum
………………..

Compiled: I Dewa Putu Sedana, Drs, MBA.
loading...

1 Komentar untuk "GELOMBANG OTAK UNTUK MEDITASI (4)"