GELOMBANG OTAK UNTUK MEDITASI (6)

Gelombang Otak Delta dan Epsilon

Bila seseorang tidur dalam keadaan Delta yang stabil, kualitas tidurnya sangat tinggi.
Meski hanya beberapa menit, ia akan bangun dengan tubuh tetap merasa segar.
Melalui fase Delta, anda dapat mewujudkan energi pikiran menjadi materi.
Pada gelombang Delta otak mengeluarkan hormon pertumbuhan
(Human Growth Hormone) yang bisa membuat orang awet muda .
Semakin rendah frekuensi otak akan membuat pikiran menjadi semakin tenang,
semakin jernih, semakin hening, semakin inspiratif, dan semakin bahagia.



Gelombang Delta, dengan frekuensi (0.5 hz - 4 hz), Adalah gelombang otak yang memiliki amplitudo yang besar dan frekwensi yang rendah, yaitu dibawah 4 hz. Otak Anda menghasilkan gelombang ini ketika Anda tertidur lelap, tanpa mimpi. Fase Delta adalah fase istirahat bagi tubuh dan pikiran. Tubuh Anda melakukan proses penyembuhan diri, memperbaiki kerusakan jaringan, dan aktif memproduksi sel-sel baru saat Anda tertidur lelap. Pada fase ini pula otak memproduksi Human Growth Hormone (HGH) yang berguna untuk proses penyembuhan diri, memperbaiki kerusakan sel dan jaringan, dan aktif memproduksi sel-sel baru Berdasarkan penyelidikan para ahli, bahwa seseorang yang menderita gangguan otak (fisik, benturan otak, pendarahan otak dan koma), maka fase getaran yang terjadi akan didominasi oleh gelombang Delta. Bila seseorang tidur dalam keadaan Delta yang stabil, kualitas tidurnya sangat tinggi. Meski hanya beberapa menit, ia akan bangun dengan tubuh tetap merasa segar. Tanda-tandanya napas mulai melambat dan dalam. Selain itu hormon tersebut sangat berguna untuk proses pertumbuhan.

Pada saat kita tidur lelap, otak hanya menghasilkan gelombang Delta agar kita dapat istirahat dan memulihkan kondisi fisik. Pada orang tertentu, saat dalam kondisi sadar, Delta dapat muncul bersama dengan gelombang lainnya. Dalam keadaan itu, Delta bertindak sebagai "radar' yang mendasari kerja intuisi, empati, dan tindakan yang bersifat insting. Delta juga memberikan kebijakan dengan level kesadaran psikis yang sangat dalam. Gelombang Delta sering tampak dalam diri orang yang profesinya bertujuan membantu orang lain. Orang yang perlu memahami kondisi mental, psikologis, atau emosi orang lain. Orang yang berprofesi sebagai "penyembuh" dan orang yang sangat mengerti orang lain biasanya mempunyai gelombang Delta dalam kadar yang tinggi. Seseorang yang berhasil mencapai tahap ini, akan mampu menyembuhkan penyakit kronis seperti kanker, santet dan sebagainya. Delta muncul tidak hanya saat kita memperhatikan orang lain, namun juga muncul saat kita berusaha mengerti ide atau konsep, objek atau seni, atau apa saja yang membutuhkan kesadaran nirsadar yang dalam. Delta juga disebut dengan orienting response karena berfungsi mengarahkan kita dalam hal waktu dan ruang.

Delta berfungsi sebagai sistem peringatan dini untuk merasakan adanya ancaman atau bahaya. Delta memungkinkan kita untuk "melihat" informasi yang tidak dapat ditangkap oleh pikiran sadar. Dari sudut pandang negatif, Delta juga dapat digunakan untuk kondisi berhati-hati yang berlebihan (hypervigilance). Sikap hati-hati yang berlebihan, atau lebih tepat disebut dengan kepekaan, berguna untuk anak yang mengalami perlakuan yang tak pantas untuk memastikan kondisi emosi orangtuanya. Dari pengamatannya, anak itu akan tahu apakah orangtuanya akan memukul atau menghukum dirinya. Masalah akan timbul bila anak bertumbuh dengan Delta yang berlebihan dan secara terus-menerus "membaca" kondisi emosi di lingkungan sekitarnya dan berusaha mengendalikan kondisi ini demi keselamatan hidupnya. Orang dewasa yang terlalu peka, sebagai hasil dan mengembangkan sikap berhati-hati secara berlebihan sejak kecil dapat secara positif mengarahkan kepekaannya ini pada kemampuan persepsi psikis dan penyembuhan. Hal itu dapat dicapai karena radar Delta yang telah sangat berkembang dalam dirinya.

Bagi para Yogi  yang mahir, yang  bernafas dengan lambat dan detak jantungnya hampir tidak terdeteksi. Keadaan ini terkait dengan meditasi yang dalam, keadaan dalam kesadaran dengan inspirasi yang tinggi. Delta banyak dijumpai pada orang yang bekerja di bidang yang berhubungan dengan terapi, misalnya psikiater, psikolog, dokter, atau siapa saja yang biasa memberikan bantuan pada orang lain dalam hal yang berhubungan dengan masalah mental, psikologi, atau emosi.

Dengan menggabungkan gelombang otak Delta dengan kesadaran kita maka akan tercipta keajaiban. Delta merupakan fase gelombang otak yang terakhir dan paling dalam. Dengan teknik tertentu, fase ini dapat menghubungkan Theta Anda dengan Energi Kesadaran Astral yang diberikan Tuhan. Melalui fase Delta anda dapat mewujudkan energi pikiran menjadi materi. Bahkan dapat weruh sadurunge winarah. Pada orang tertentu gelombang Delta mereka sangat aktif walaupun mereka dalam kondisi bangun/sadar dan bertindak sebagai radar yang selalu melakukan scanning. Kemampuan ini yang mendasari intuisi, empati, dan insting kita. Melalui Delta kita bisa mengetahui kesejatian diri.  Informasi pada pikiran nirsadar (Delta) naik ke pikiran bawah sadar (Theta) yang memberikan kita kesadaran atau pemahaman yang mendalam. Satu hal yang sangat menarik dari Delta yaitu gelombang ini merupakan gerbang untuk mengakses collective unconscious (nirsadar kolektif). Delta memberikan input yang bersifat instingtif dan intuitif yang dipercaya berasal dari Kecerdasan Universal atau Kecerdasan Kolektif.

Dari pikiran bawah sadar (Theta) informasi ini naik ke jembatan atau gerbang pikiran bawah sadar yaitu Alpha. Di sini informasi ini dibungkus dengan gambar atau sensasi tertentu sehingga dapat dialami atau dirasakan.  Dari Alpha informasi yang telah mengambil bentuk tertentu naik ke pikiran sadar atau Beta. Beta menambahkan pemahaman, penjelasan, interpretasi, dan kata-kata. Dan kita akhirnya tahu apa jawaban yang kita dapatkan. Kita bisa mengolah dan mengingat jawaban ini dengan pikiran sadar kita. Pola di mana keempat gelombang otak hadir bersamaan dan dalam komposisi yang tepat disebut dengan The Awakened Mind atau Pikiran Yang Tercerahkan. Pola ini sebenarnya adalah pola gelombang otak saat seseorang dalam kondisi meditasi  khusuk  namun ada Beta untuk memproses informasi yang mereka dapatkan dari pikiran bawah sadar dan nirsadar mereka. Dengan kata lain informasi dari “luar” bisa lancar masuk ke “dalam” dan demikian sebaliknya. 




Gelombang Epsilon, Penemuan baru dibidang frekwensi dan gelombang otak manusia oleh Dr. Jeffrey D. Thompson dari Neuroacoustic Research, bahwa masih ada  gelombang dan frekwensi lain dibawah Delta, atau dibawah 0.5 hz, yaitu frekwensi EPSILON, yang juga sangat mempengaruhi aktifitas mental seseorang dalam kemampuan supranatural, seperti pada gelombang Theta., keadaan dengan kesadaran yang luar biasa, keadaan meditasi yang dalam, keadaan dengan inspirasi yang sangat tinggi, keadaan kesadaran yang luar biasa, keadaan meditasi yang sangat dalam, keadaan kesadaran yang sangat menyenangkan, keadaan terinspirasi tingkat tinggi, pengertian yang dalam mengenai spiritual, pengalaman ke luar tubuh/perjalanan astral .  Gelombang Epsilon ditemukan dalam keadaan meditasi yang sangat dalam.  Hal itu terkait dengan perasaan kebahagiaan, dan kasih sayang. Bila seorang  meditator mencapai gelombang Epsilon, maka yang bersangkutan akan memperoleh pengalaman spiritual yang luar biasa, dan inspirasi pribadi yang sangaat dalam. Juga secara spontan mengalami perjalanan Astral dan hal ini bisa terjadi ( dengan kombinasi gelombang Lambda). Gelombang Epsilon dapat membantu untuk tidur sangat nyenyak, dimana gelombang Lambda tidak dapat melakukannya.

Gelombang Epsilon yang terakhir ditemukan mempunyai  frekuensi sangat rendah dan lebih rendah dari gelombang Delta, yaitu ½ Hz atau lebih rendah. Menurut hasil penelitian tersebut, pengaruh gelombang Epsilon pada otak mempunyai korelasi dengan:
  1. Kondisi yang meningkatkan koordinasi aktivitas otak kiri dan otak kanan.
  2. Kondisi meditasi yang sangat hening
  3. Kondisi kesadaran yang bahagia
  4. Kondisi inspirasi tingkat tinggi.


Gelombang Epsilon dan Frekuensi Sehat Ideal untuk Otak
Dari analisis energi 5 Elemen, batas frekuensi sehat untuk otak adalah 1 Hz. Di atas 1 Hz, otak akan mengalami stres. Semakin tinggi frekuensinya, orang akan semakin stres. Hal ini dapat dimengerti bila kita memahami frekuensi sehat pada masing-masing elemen.
Setiap elemen pada tubuh kita mempunyai frekuensi sehat masing-masing, yaitu:
  1. Elemen pertama Bumi: 1 Hz
  2. Elemen kedua Air: 1/2 Hz
  3. Elemen ketiga Api: 1/3 Hz
  4. Elemen keempat Udara: 1/4 Hz
  5. Elemen kelima Ether: 1/5 Hz
  6. Elemen keenam Kesadaran: 1/6 Hz
Frekuensi sehat yang ideal untuk otak adalah 1/5 Hz, 1/6 Hz, dan 1/7 Hz, karena otak berada pada elemen kelima Ether dan elemen keenam Kesadaran. Analisis ini sesuai dengan hasil penelitian gelombang Epsilon dari Dr. Jeffrey D. Thompson. Hal ini berarti, semakin rendah frekuensi otak, otak akan menjadi semakin jernih, semakin hening, stres hilang, kita menjadi semakin bahagia, dan inspirasi serta ide yang kita peroleh, kualitasnya akan semakin baik pula.

BACA JUGA :


SUMBER – SUMBER :
1.     BrainEv Forum
2.     Brainwave Frequency Listing
3.     Pola dan Gelombang Otak saat Tidur, Tjay dan Rahardja
4.     Catatan Anak Rantauan
5.     Center for Neuroacoustic Research , Dr. Jeffrey D. Thompson, D.C., B.F.A.
6.     Etnics
8.     HubPages, Top of Form
9.     Nia Kurnianingsih , Pikiran Rakyat
10.  Om Harmonics.
11.  Wishnu  Bertanya Pada Keheningan

Compiled : I Dewa Putu Sedana, Drs, MBA.
loading...

Belum ada Komentar untuk "GELOMBANG OTAK UNTUK MEDITASI (6)"

Posting Komentar