AGAMA BAHA’I, Aliran Sesat ? (5)





Tujuan Agama Baha’i
Tujuan agama Baha’i adalah untuk mewujudkan transformasi rohani dalam kehidupan manusia dan memperbaharui lembaga-lembaga masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip keesaan Tuhan, kesatuan agama, dan persatuan seluruh umat manusia. Bahá’u’lláh menyatakan bahwa misinya adalah untuk meletakkan pondasi bagi persatuan seluruh dunia, serta memulai suatu zaman perdamaian dan keadilan, yang dipercayai umat Bahá’í pasti akan datang.

“Menjadi orang Baha’i berarti mencintai seluruh dunia; mencintai umat manusia dan berusaha untuk mengabdi kepada umat manusia; bekerja demi perdamaian dunia dan persaudaraan universal.” Selaras dengan Ajaran-Nya yang bertujuan untuk tercapainya kesatuan umat manusia. Kegiatan-kegiatan masyarakat Baha’i terbuka untuk semua kelompok masyarakat dari semua latar belakang agama, ras dan suku. Pada dasarnya kegiatan Baha’i meliputi serangkaian kegiatan kerohanian dan pendidikan untuk setiap tingkat usia.

Tujuan dasar yang menjiwai Keyakinan dan Agama Tuhan ialah untuk melindungi kepentingan-kepentingan umat manusia dan untuk memajukan kesatuan umat manusia, serta untuk memupuk semangat cinta kasih dan persahabatan di antara manusia “.


Agama Baha’I Aliran Sesat ?.
Prof. Dr. M. Abu Zuhrah, ulama Mesir dalam bukunya Tarikh al-Madzaahibil Islamiyyah fis-Siyaasah wal-’Aqaid menjelaskan secara rinci penyimpangan dan kesesatan Baha’iyah, dan ia nyatakan sebagai aliran bukan Islam, berasal dari Syi’ah  Itsna ‘Asyariyah (Syi’ah Imamiyah yang kini berkembang di Iran).
Diantara ajarannya yang “sesat?”adalah:
1.   Menghilangkan setiap ikatan agama Islam, menganggap syari’at telah kadaluarsa. Maka aliran ini tak ada kaitan dengan Islam.
2.  Persamaan antara manusia meskipun berlainan jenis, warna kulit dan agama. Ini inti daripada inti ajarannya.
3.    Mengubah peraturan rumah tangga dengan menolak ketentuan-ketentuan Islam.
4.    Melarang poligami kecuali ada pengecualian.
5.  Melarang talak kecuali terpaksa yang tidak memungkinkan antara kedua pasangan untuk bergaul lagi.
6.    Seorang Istri tidak perlu Iddah (Waktu penantian) .
7.   Tidak ada Sholat Jama’ah, yg ada hanya Sholat jenazah bersama-sama. Sholat hanya di kerjakan sendiri-sendiri.
8.    Ka’bah bukanlah Kiblat yang di akuinya.
9.    Kiblat menurut mereka adalah tempat Bahaullah tinggal. Karena selama Tuhan Menyatu dalam dirinya, maka di situlah Kiblat berada. Risalah  Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa sallam bukan risalah terakhir. Huruf-huruf dan angka-angka mempunyai tuah terutama angka 19. mengubah bentuk-bentuk ibadat seperti puasa 19 hari, solat sebanyak 9 rakaat dan dikerjakan 3 kali sehari, dan berwudu dengan air mawar atau diganti dengan bacaaan Bismillahil Athar sebanyak lima kali;
10. Perempuan mendapat hak yang sama dalam menerima harta waris.
11. Menghapuskan jihad
12.Agama Baha`i menyakini adanya Nabi Bah’ullah selain Nabi Muhammad dan menjadikan himpunan petikan tulisan suci Bah`ullah sebagai pedoman Baha’i.




Kaum Baha’i percaya Al-Bab (sama dengan Baha’ullah) adalah pencipta segala sesuatu dengan kata-katanya. Dalam Baha’i dikenal konsep wahdatul wujud, menyatunya manusia dengan Tuhannya (itu sama dengan kepercayaan sufi  yang ditokohi oleh Ibnu Arabi). Mereka juga mempercayai reinkarnasi, keabadian alam semesta. Hindu, Budha, Konghucu, Zoroaster dan agama lain dianggap sebagai jalan kebenaran. Landasan ajaran Bahá’í adalah asas keesaan Tuhan, kesatuan agama, dan persatuan umat manusia. Pengaruh dari asas-asas hakiki ini dapat dilihat pada semua ajaran kerohanian dan sosial lainnya dalam agama Bahá’í. Misalnya, orang-orang Bahá’í tidak menganggap "persatuan" sebagai suatu tujuan akhir yang hanya akan dicapai setelah banyak masalah lainnya diselesaikan lebih dahulu, tetapi sebaliknya mereka memandang persatuan sebagai langkah pertama untuk memecahkan masalah-masalah itu. 

Hal ini tampak dalam ajaran sosial Bahá’í yang menganjurkan agar semua masalah masyarakat diselesaikan melalui proses musyawarah. Sebagaimana dinyatakan Bahá’u’lláh: "Begitu kuatnya cahaya persatuan, sehingga dapat menerangi seluruh bumi."


SUMBER :
1.    Hendri F. Isnaeni, Riwayat Baha’I di Indonesia
3.    Jalanakhirat
4.    Koran Kaltim, Korkal99
5.    Mengenal Sejarah dan Ajaran Agama Baha'I,  Dhuha Hadiansyah
6.    Nahimunkar.com
7.    NyatNyut.com
8.    Pesantren Mahasiswa Thaybah Surabaya, Brilly El-Rasheed
9.    Republika.co id
10.  Voice of Islam
11.  Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas

loading...

Belum ada Komentar untuk "AGAMA BAHA’I, Aliran Sesat ? (5)"

Posting Komentar