EVOLUSI ROH, Di Level Mana Roh Kita Berada? (2)




Teori Evolusi Darwin
Manusia modern berevolusi dari sejenis makhluk yang mirip kera. Selama proses evolusi tanpa bukti ini, yang diduga telah dimulai dari 5 atau 6 juta tahun yang lalu, dinyatakan bahwa terdapat beberapa bentuk peralihan antara manusia moderen dan nenek moyangnya.  Hingga kini, bukti-bukti mengenai teori evolusi Darwin terus dicari. Gagasan mengenai Teori Evolusi Darwin, dimulai oleh Charles Darwin, ketika dia berkelana mengelilingi dunia menggunakan kapal layar HMS Beagle, Suatu saat di akhir tahun 1835, rombongan kapal ini mendarat di sebuah pulau di Amerika Selatan yang dikenal dengan nama Pulau Galapagos. Selama tiga minggu di pulau ini, Darwin telah banyak mengambil sampel tumbuhan, reptil, dan hewan-hewan lainnya.


Sejarah kehidupan di bumi,  dimulai sekitar 3.500.000.000 tahun lalu dengan munculnya micro-organisme sederhana yaitu bakteri dan ganggang. Kemudian pada 1.000.000.000 tahun lalu baru muncul organisme bersel banyak. Pada sekitar 540.000.000 tahun lalu secara bertahap kehidupan yang lebih komplek mulai berevolusi …..

Perkembangan perubahan tumbuh-tumbuhan diawali oleh Pteridofita (tumbuhan paku), Gimnosperma (tumbuhan berujung) dan terakhir Angiosperma (tumbuhan berbunga).
Sedangkan perkembangan dan perubahan hewan dimulai dari invertebrata, ikan, amfibia, reptilia, burung dan terakhir mamalia, kemudian terakhir kali muncul manusia
Gagasan tentang asal-usul organisme dalam teori evolusi Darwin juga  dikemukakan oleh Alfred Russel Wallace. Ide mengenai hukum alam siapa yang kuat, dialah yang menang (survival of the fittest), merupakan dasar pemikiran teori evolusi Darwin, yang serupa dengan pemikiran Wallace.

Dalam bukunya yang berjudul ''The Orgin of Species by Means of Natural Selection,'' Charles Darwin mengungkapkan teorinya mengenai evolusi. Pokok utama dari Teori Evolusi Darwin tersebut adalah sebagai berikut :
1)     Perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu organisme disebabkan oleh seleksi alami (natural selection).
2)     ''Survival of the fittest'', artinya siapa yang paling kuat dia akan bertahan. Darwin mengemukakan bahwa individu yang kuat akan bertahan dan akan mewariskan sifat ke generasi berikutnya.
3)     ''Struggle for existance'', artinya berjuang keras untuk bertahan hidup. Individu yang tidak dapat bertahan akan mati dan terjadi kepunahan, sedangkan yang bertahan akan melanjutkan hidupnya dan bereproduksi.
Bumi tempat segenap makhluk hidup termasuk manusia telah terbentuk kira-kira 4 600 000 000 tahun lalu bersamaan dengan planet-planet lain yang membentuk tatasurya dengan matahari sebagai pusatnya.
.
Darwin mempertajam pandangannya lewat buku keduanya yang menghebohkan dunia, dengan judul ”The Descent of Man” (Asal Usul Manusia) yang terbit tahun 1871. Dalam bukunya ini, Darwin menerapkan teorinya dalam perkembangan binatang-binatang menuju manusia. Binatang yang paling maju, yaitu kera, dengan mengalami proses perjuangan hidup, sedikit demi sedikit berubah dan dalam jenisnya yang paling sempurna, mengarah menuju wujud kemanusiaan. Binatang menjadi manusia.
Genus yang dianggap sebagai nenek moyang manusia yang mirip kera tersebut oleh evolusionis digolongkan sebagai Australopithecus, yang berarti "kera dari selatan". Australophitecus, yang tidak lain adalah jenis kera purba yang telah punah, ditemukan dalam berbagai bentuk. Beberapa dari mereka lebih besar dan kuat dan tegap, sementara yang lain lebih kecil dan rapuh dan lemah.  Dengan menjabarkan hubungan dalam rantai tersebut sebagai "Australopithecus > Homo Habilis > Homo erectus > Homo sapiens," evolusionis secara tidak langsung menyatakan bahwa setiap jenis ini adalah nenek moyang jenis selanjutnya.





Lapisan Kesadaran


Diri manusia yang “sesungguhnya”, bukanlah salah satu bagian dari “tubuh” atau “lapisan kesadaraan“ yang telah di sebutkan, Untuk membebaskan diri dan mencapai pencerahan, seorang haruslah berhenti nmengidentifikasi dirinya dengan salah satu lapisan atau tubuh ini dan mengidentifikasi dengan sesuatu yang melebihi semua lapisan tubuh, yakni atman/jiwa. Praktik yoga akan meningkatkan kesadaran manusia untuk menyadari keberadaan jiwa, Lapisan tubuh terdiri dari :
1)   Annamaya kosha (lapisan makanan), terdapat dalam tubuh fisik dan terbentuk dari unsur dunia fisik- yakni makanan. Oleh karena itu, lapisan tubuh ini akan kembali ke siklus makanan (food cycle) setelah mati. melalui asanas dan pola makan yang benar.
2) Pranamaya kosha (lapisan vital/energi),terdapat dalam tubuh astral dan bekerja dengan bantuan 5 prana dan 5 organ aksi. Fungsinya adalah merasakan lapar, haus, panas, dan dinggin. Dicapai melalui pranayama (Olah Napas).
3)    Manomaya kosha (lapisan mental), terdapat dalam tubuh astral dan bekerja dengan bantuan 5 organ pengetahuan dan beberapa unsur dalam, yakni pikiran / manas dan pikiran bawah sadar/chitta. Fungsinya ialah berpikir, menyangsikan, marah, nafsu, gembira, depresi dan delusi.  Dapat dicapai melalui praktik yama, niyama dan pelayanan terhadap sesama.
4)    Vijnamaya kosha (lapisan intelek) terdapat dalam tubuh astral dan bekerja dengan bantuan 5 organ ilmu pengetahuan yang bekerja sama dengan intelek (Buddhi) yang mampu menganalisis dan membedakan berbagai hal dan ego (ahamkara) yang bertujuan untuk pembenaran diri,Fungsinya ialah membedakan dan membuat kepurusan. Dapat dicapai melalui praktik meditasi dan studi spriritual
5)    Anandamaya kosha (Lapisan Kebahagiaan) terdapat dalam tubuh kausal, fungsinya merasakan ketenangan, ketentraman, kedamaian, dan kebahagiaan, yang dapat dicapai melalui samadi.
SUMBER : Dicantumkan pada artikel Evolusi Roh, terakhir
Compiled : IDP Sedana, Drs, MBA.
loading...

Belum ada Komentar untuk "EVOLUSI ROH, Di Level Mana Roh Kita Berada? (2)"

Posting Komentar