REINKARNASI, Ilmiahkah ? (5)



Reinkarnasi Dan  Past Life Regression
Past Life Regression adalah induksi hipnotik yang menyingkap memori kehidupan masa lalu. Regresi biasanya dilakukan oleh para ahli hipnosis, dilakukan untuk memperbaiki trauma yang diakibatkan oleh kehidupan yang lalu, meningkatkan kesadaran dan penyembuhan. Sejumlah besar penelitian telah dilakukan dalam bidang Past-Life-Regression. Ilmu kedokteran modern telah mendokumentasikan hal itu dengan teliti dan mendalam dan menunjukkan bahwa 90% dari penyakit berat yang kita derita dalam kehidupan kita sekarang – ternyata berhubungan dengan kehidupan yang lalu kita. Manfaat terapeutik Past-Life-Regression oleh karena itu mulai dapat diterima sebagai fakta universal.
Ada dua cara untuk menemukan kehidupan masa yang lalu, yang pertama adalah munculnya ingatan yang spontan – kita ingat dalam bentuk kilasan selama meditasi, dalam impian atau bahkan saat kegiatan kita sehari-hari. Yang kedua adalah regresi kehidupan masa yang lalu (Past-Life-Regression), induksi hipnotik dimana kita membuka lembar memori kehidupan masa lalu kita yang relevan.  Ada juga cara-cara yang dapat dipelajari sendiri dengan melakukan self regresi, meskipun hal ini memiliki potensi risiko jika memori yang traumatik muncul. Adalah sangat membantu jika kita memiliki pemandu, yang dapat membantu kita memroses apa yang kita ingat.


Pada saat manusia hidup, mereka banyak melakukan perbuatan dan selalu membuahkan hasil yang setimpal. Jika manusia tidak sempat menikmati hasil perbuatannya pada kehidupan yang sedang dijalaninya, maka mereka diberi kesempatan untuk menikmatinya pada kehidupan selanjutnya. Maka dari itu, munculah proses reinkarnasi yang bertujuan agar jiwa dapat menikmati hasil perbuatannya yang belum sempat dinikmati. Selain diberi kesempatan menikmati, manusia juga diberi kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya (kualitas). Yang bisa berreInkarnasi  bukanlah hanya jiwa manusia saja. Semua jiwa mahluk hidup memiliki kesempatan untuk berreinkarnasi dengan tujuan sebagaimana di atas (menikmati hasil perbuatannya di masa lalu dan memperbaiki kuaitas hidupnya).

Peneliti / terapis dalam bidang Past-Life-Regression antara lain  Dick Sutphen, Hans Tendam dan beberapa nama lainnya. Ada banyak kasus terdokumentasi mengenai regresi kehidupan masa yang lalu dan pengalaman dari mereka yang menjalani regresi. Dasar regresi dan keabsahan reinkarnasi ini telah dipandang oleh banyak orang dengan sikap skeptis dan karena itu banyak orang telah mencoba untuk membuktikan atau menyangkal keabsahan dari pengalaman ini. Keraguan terbesar yang diungkapkan oleh para skeptis adalah apakah informasi itu benar-benar berasal dari pengalaman kehidupan masa lalu dari individu-individu atau dari pengetahuan mereka saat ini. Mereka juga merasa  bahwa ada kemungkinan setiap orang membayangkan atau membuat fantasi atas semuanya.
Tipe penelitian yang lain, seperti disebutkan sebelumnya adalah berdasarkan atas “hipnotis”, yaitu setiap orang yang dihipnotis oleh seorang psikoterapis untuk memanggil ingatan pada kehidupan sebelumnya. Telah diketahui bahwa dalam kondisi kesadaran yang terpusat, pasien dapat melakukan kontak dengan kesadaran yang lebih dalam, kemudian mereka dapat masuk ke masa lalu, sementara kesadaran yang sekarang masih aktif.



Di antara peneliti pengguna ilmu hipnotis, perlu disebutkan  professor Helen Wambach. Dia setiap kali tidak hanya menghipnotis satu orang saja, tapi berbarengan terhadap beberapa puluh orang yang sedang mengikuti workshopnya.  Sehingga dari sejumlah besar materi yang terakumulasi disimpulkan rumusan-rumusan, dapat menampilkan bukti-bukti tertentu yang berkaitan dengan konsep reinkarnasi.  Hasil karya penelitian kususnya: “Mengenang Masa Lalu – Bukti Dari Hipnotis” telah menunjukkan gejala reinkarnasi dari berbagai suku bangsa yang berlainan.

Dr. Helen Wambach dalam bukunya yang berjudul ‘Reliving Past Lives and Life Before Life’ diterbitkan pada tahun 1978 oleh Bantam Paperback Books. Buku ini memuat bukti dari reinkarnasi selama proses hipnosis. Dr. Wambach, dengan pengalaman profesionalnya semula dibingungkan dan cenderung sinis mengenai hal ini namun menjadi tertarik pada fenomena spritual dan mendapatkan satu kesimpulan pasti mengenainya. Beliau melakukan survei selama sepuluh tahun mengenai kehidupan sebelumnya melalui metode hipnosis kepada 1.088 orang. Ia memilih subjeknya adalah kulit putih kelas menengah dari California. Usia subjek rata-rata adalah 30 tahun, lahir setelah tahun 1945. Dalam Hipnosis, Dr. Wambach menanyakan secara spesifik mengenai waktu kehidupan mereka, status sosial, keseharian mereka, ras, jenis kelamin, pakaian, perabotan, uang, rumah dan yang mereka suka di kehidupan sebelumnya. Hasil analisis dari data yang terkumpul, Dr. Wambach menyimpulkan bahwa informasi melalui metoda hipnosis dengan rekaman sejarah adalah sesuai dengan fakta dengan pengecualian pada 11 subjek, sebagai contoh seorang subjek mengatakan bahwa ia main piano pada abad ke-15, padahal piano ditemuan baru dua abad setelahnya, sembilan subjek memberikan deviasi tipis pada frame waktu sejarah. Satu orang ingat bahwa ia hidup pada tahun 800 M di daerah yang saat ini dinamakan Indonesia, ia mengingat bahwa ia makan sejenis kacang-kacangan yang ia tidak pernah lihat dalam kehidupannya sekarang. Suatu ketika ia melihat jenis kacang itu ada di majalah dan persis dengan yang ia ingat makan selama periode hipnosis. Artikel tersebut mengatakan bahwa kacang-kacangan itu hanya ditemukan di pulau Bali.

Mengeksplorasi konsep reinkarnasi melalui regresi kehidupan masa lalu, kita dapat melihat apa yang ada di sisi lain. Uji statistik untuk ingatan kehidupan masa yang lalu dengan metoda hipnotis pada orang dewasa, digambarkan secara klinis oleh psikiatris, Helen Wambach, Ph.D., dalam “Reliving Past Lives: The Evidence Under Hypnosis” [Mengingat Kehidupan Yang lalu: Bukti dibawah hipnotherapi], Helen melakukan regresi berulang terhadap 1200 orang, dari rentang kejadian tahun 1900 SM sampai dengan 500 SM. Helen juga mengemukakan bahwa ketika meregresi ingatan para subjek menjelang kematian mereka dan transisi ke dimensi lain, para subjek menyatakan melihat cahaya yang sangat menyilaukan. Cahaya itu mereka lihat ratusan kali. Pengalaman memasuki cahaya itu adalah cukup sebagai petunjuk bagi mereka bahwa kematian bukan lagi suatu hal yang mengkhawatirkan.

Situs Past Life Memory Bank merekam pengakuan orang-orang yang mengklaim bahwa mereka pernah dilahirkan sebagai binatang misalnya Merpati, Srigala, Anjing, Unta, Ikan, dan sebagainya. Col. Albert de Rochas, Dr. Stevenson, Dr. Brian Weiss dan Dr. Helen Wambach bukanlah Ilmuwan yang beragama Hindu atau Buddha. Pada awalnya mereka skeptis dan tidak netral mendukung reinkarnasi. Namun dari penelitian mereka menyatakan bukti-bukti adanya reinkarnasi yang tidak mampu dijelaskan oleh ajaran Islam dan Kristen. Penganut ajaran dari India dan agama Timur lainnya tidak akan ragu sedikitpun apabila disuguhi kisah nyata reinkarnasi karena dasar ajaran agamanya memang mengenal konsep reinkarnasi.

Jiwa yang tak berkematian. Gagasan tentang keabadian ”menarik perhatian serius para teolog Babilon”, menurut Morris Jastrow, Jr., dalam bukunya The Religion of Babylonia and Assyria. Ia menjelaskan bahwa bagi orang Babilon, ”kematian adalah pintu menuju kehidupan yang lain”. ”Tidak diragukan, dasar dari teori kuno tentang keberadaan kekal dalam wujud tertentu adalah keyakinan bahwa seseorang tidak mungkin benar-benar musnah.”



Fenomena Kehidupan Setelah Kematian
Parapsikologi telah menyelidiki  beberapa Fenomena yang menunjukan  adanya kehidupan setelah mati.
1.    Penampakan. Definisi yang tepat itu tidak ada karena “Penampakan ” ini katanya terjadi dalam  beberapa bentuk  yang berbeda-beda. Berita yang dilaporkan oleh masyarakat Inggris ( British Society for Psychical Reseach ) memberitakan  sekitar 10 % dari Penduduk di Inggris pernah mengalami persepsi sensorik, yang bisa digambarkan sebagai Penampakan. Ini berupa satu komunikasi antar yang sudah meninggal dengan yang ditinggalkannya, umpamanya keluarganya. Seperti adanya kemauan  dari yang telah mati untuk memberikan pesan kepada yang masih hidup,yang ditinggalkan. Seperti pesan yang  sangat penting untuk ypnos tahu umpamanya tentang penyebab kematiannya, penyakitnya, jadi seperti ingin ypnos  peringatan.
2.    Psikofotografi. Petunjuk lain ingin membuktikan adanya Kehidupan setelah mati diusahakan oleh yang dinamakan  Psikofotografi dengan usaha membuat foto-foto dari muka seorang yang telah mati  dimana dengan film yang normal tidak bisa tertangkap.
3.    Rekaman Suara  Dengan tehnik yang modern  diusahakan suara orang yang sudah meninggal yang ditujukan kepada yang ditinggal untuk direkam. Umpamanya yang terkenal dulu tahun 1976 Rekaman dari Walter  & Mary Jo  yang dipublikasikan oleh Wilhelm Heyne Verlag 1976.
4.    Reinkarnasi. Yang paling terkenal teori tentang kelangsungan hidup setelah mati adalah  teori Reinkarnasi,  dengan cara Hipnosis. Seseorang yang di hipnosis bisa menerangkan tentang kehidupan sebelumnya. Sekarang sudah terbukti adanya kebenaran bahwa seseorang yang kelihatannya mati , tetapi sebetulnya belum mati. Dalam Medis  dikatakan mati secara klinis. Dengan tehnik Medis yang tinggi telah bisa dibuktikan bahwa yang kelihatannya mati untuk jangka pendek bisa dihidupkan kembali. Dalam waktu yang pendek ini , orang melihat bagaimana tubuh yang kelihatannya mati ( Rohnya sudah tiada ) dan hidup kembali, artinya rohnya masuk ke badan lagi. Jadi yang dikatakan mati hidup kembali. Tetapi satu kenyataan bahwa yang sudah mati ( mati secara Biologi) kemudian hidup kembali, meskipun hanya dalam waktu yang pendek.


SUMBER  : Dicantumkan pada artikel Reinkarnasi, terakhir
loading...

Belum ada Komentar untuk "REINKARNASI, Ilmiahkah ? (5)"

Posting Komentar